Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Case Analysis Study of Divorce and Child Custody Dispute Decision Number 1073/Pdt.G/2017/PA

View through CrossRef
Permasalahan hak asuh anak pasca perceraian antara suami istri yang memiliki dampak serius terhadap aspek psikologis, kesejahteraan, dan pendidikan anak. Dua situasi utama yang muncul adalah perebutan hak asuh anak di pengadilan jika baik suami maupun istri menginginkan hak tersebut, serta ketidakadaan orang yang mengasuh anak setelah perceraian, yang dapat merugikan anak secara psikologis dan pendidikan. Regulasi mengenai hak asuh anak diatur oleh berbagai perundangundangan, seperti UU Perlindungan Anak No.35/2014. Pasal 105 Kompendium Hukum Islam dan putusan Mahkamah Agung RI juga memberikan panduan terkait hak asuh anak, dengan memberikan pertimbangan pada kepentingan terbaik anak. Penyebab terjadinya hak asuh anak umumnya disebabkan oleh perceraian orang tua. Artikel ini juga menyebutkan regulasi yang mengatur hak asuh anak pasca perceraian, dan pentingnya Hadanah (kewajiban umum) dalam pengasuhan anak. Meskipun beberapa peraturan mengatur hak asuh anak, Kitab Hukum Islam (KHI) menjadi satu-satunya undang-undang yang memberikan kepastian dan kejelasan mengenai pemberian hak asuh anak setelah perceraian. Upaya penyelesaian masalah hak asuh anak melibatkan bantuan hukum dan konseling sebagai sarana edukasi masyarakat tentang hak asuh anak.
Title: Case Analysis Study of Divorce and Child Custody Dispute Decision Number 1073/Pdt.G/2017/PA
Description:
Permasalahan hak asuh anak pasca perceraian antara suami istri yang memiliki dampak serius terhadap aspek psikologis, kesejahteraan, dan pendidikan anak.
Dua situasi utama yang muncul adalah perebutan hak asuh anak di pengadilan jika baik suami maupun istri menginginkan hak tersebut, serta ketidakadaan orang yang mengasuh anak setelah perceraian, yang dapat merugikan anak secara psikologis dan pendidikan.
Regulasi mengenai hak asuh anak diatur oleh berbagai perundangundangan, seperti UU Perlindungan Anak No.
35/2014.
Pasal 105 Kompendium Hukum Islam dan putusan Mahkamah Agung RI juga memberikan panduan terkait hak asuh anak, dengan memberikan pertimbangan pada kepentingan terbaik anak.
Penyebab terjadinya hak asuh anak umumnya disebabkan oleh perceraian orang tua.
Artikel ini juga menyebutkan regulasi yang mengatur hak asuh anak pasca perceraian, dan pentingnya Hadanah (kewajiban umum) dalam pengasuhan anak.
Meskipun beberapa peraturan mengatur hak asuh anak, Kitab Hukum Islam (KHI) menjadi satu-satunya undang-undang yang memberikan kepastian dan kejelasan mengenai pemberian hak asuh anak setelah perceraian.
Upaya penyelesaian masalah hak asuh anak melibatkan bantuan hukum dan konseling sebagai sarana edukasi masyarakat tentang hak asuh anak.

Related Results

Fuzzy Smbd Mathematical Model for Marriage Divorce
Fuzzy Smbd Mathematical Model for Marriage Divorce
In this study, a deterministic SMBD model for marriage and divorce in a population is put out and qualitatively analyzed using the stability theory of differential equations. Using...
“Abielu on püha, aga ka riiklik leping, seda ei tohi rikkuda” ehk Lahutuskäitumine Eestis perekonnaõiguse muutuste valguses 1918–91
“Abielu on püha, aga ka riiklik leping, seda ei tohi rikkuda” ehk Lahutuskäitumine Eestis perekonnaõiguse muutuste valguses 1918–91
“Marriage is sacred, but also a civil contract – it must not be broken” or Divorce Behaviour in the Context of Changes in Family Law in Estonia, 1918–91 This article examines the ...
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct Introduction Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
PENERAPAN SANKSI DENDA TERHADAP KASUS PERSEKONGKOLAN TENDER JALAN NASIONAL
PENERAPAN SANKSI DENDA TERHADAP KASUS PERSEKONGKOLAN TENDER JALAN NASIONAL
ABSTRAKKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Putusan Nomor 09/KPPU-L/2013 menyatakan bahwa terlapor I, terlapor II, terlapor III, terlapor IV, terlapor V, terlapor VI, terl...
Tinjauan Yuridis Tentang Proses Penyelesaian Perkara Perceraian
Tinjauan Yuridis Tentang Proses Penyelesaian Perkara Perceraian
Marriage or Marriage is a very strong contract (misaqon ghalidzan) to justify a sexual relationship between a man and a woman for the sake of realizing a happy family life, which i...
The Dynamics of Divorce in Indonesian Muslim Families
The Dynamics of Divorce in Indonesian Muslim Families
The development of divorce cases from year to year is very dynamic. Divorce occurs not only because of problems in the family but also because divorce is attached to the husband an...
Autonomy on Trial
Autonomy on Trial
Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash Abstract This paper critically examines how US bioethics and health law conceptualize patient autonomy, contrasting the rights-based, individualist...
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Breast Carcinoma within Fibroadenoma: A Systematic Review
Abstract Introduction Fibroadenoma is the most common benign breast lesion; however, it carries a potential risk of malignant transformation. This systematic review provides an ove...

Back to Top