Javascript must be enabled to continue!
PEMBELAJARAN DEBAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT
View through CrossRef
Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan disekolah, pelajaran ini penting karena merupakan alat untuk memahami mata pelajaran lainya. Ada empat aspek atau kompetensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu: (1) Mendengar, adalah mendengar, memahami, memberikan tanggapan, terhadap gagasan, pendapat, kritikan, dan perasaan orang lain dalam bentuk wacana lisan, (2) berbicara, adalah menyampaikan secara lisan suatu suatu gagasan, pendapat, kritikan, dan pesarasan kepada orang lain secara efektif dan efisien.seseuai dengan konteks dan tujuan pembicaraan, (3) membaca, merupakan membaca dan memahami berbagai jenis wacana, baiak secara keseluruhan baiak secara tersurat maupun tersirat untuk berbagai tujuan, dan (4) menulis secara efektif dan efisien berbagai jenis karangan dengan konteks tertentu. Berbicara merupakan aktivitas kedua setelah seseorang mendengarkan. Berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan (Tarigang, 2008:14). Berbicara merupakan kemapuan seseorang dalam mmenyampaikan sesuatu secara lisan dengan artikulasi atau pengucapan secara efektif dan efisian agar dapa tersampaikan dengan baik. Hariyadi dan Zamzami (1996/1997: mengatakan berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab didalamnya terjadi pesan dari satu sumber ke sumber lainya. Berbicara merupakan interaksi timbal balik yang antara penutur dengan mitra tutur. Untuk medukung kemapuan berbicara seorang pembicara harus mengetahui faktor-faktor apa yang yang dapta menunjang kemampuanya. Faktor tersebut meliputi faktor kebahasan dan nonkebahasaan, faktor kebahasan meliputi: (1) ketetapan ucapan, (2) penempatan tekanan nada, (3) pilihan kata dan (4) ketetapan sasaran pembicaraan. Sementara itu, faktor nonkebahasaan meliputi: (1) sikp pembicara, (2) pandangan mata, (3) keterbukaan, (4) gerak-gerik dan mimik yang tepat, (5) kenyaringan suara, (6) kelancaran, dan (7) penguasaan topik. Faktor kebahasaan atau verbal meliputi penggunaan bahasa yang digunakan oleh pembicaran serta maksud yang dibicarakan. Seanjutnya faktor non kebahasaan atau nonverbal meliputi bagaimana sikap pembicara dalam menanggapi suatu persoalan. Faktor nonkebahasaan merupakan pikiran yang diwujudwan melalui gerakan tubuh. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam belajar adalah berkomunikasi. Komunikasi adalah hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam hal ini keterampilan komunikasi sangat diperlukan khusunya dalam kegiatan belajar. Seperti dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat materi Debat dimana siswa dituntut untuk memiliki keterampikan komunikasi yang baik, karena dalam praktik debat keterampilan komunikasi atau berbicara sangat diperlukan. Prayitno (1997:4) mengemukakan kefektifan belajar bisa dicapai pada dasarnya ditentukan oleh empat unsur pokok yaitu pengembangan sikap yang positif terhadap proses belajar, menjalani proses belajar, dan menyelenggarakan pasca proses belajar. Keaktifan seorang siswa dapat dinilai salah satunya dengan melihat apakah ia aktif bertanya atau menjawab pertanyaan didalam kelas. Sehingga pembelajaran debat ini diharapkan siswa dapat aktif berkomunikasi atau berbicara karena dalam debat siswa diminta untuk menyampaikan dan mempertahankan argumenya. Melalui model Pembeljaran Debat diharapkan peserta didik dapa aktif menyampaikan argumenya, sekaligus meningkatkan keterampilan peseta didik dalam berbicara. Debat siswa dapat memecahkan masalah melalui arguemen, opini, serta fakta sehingga orang dapat mempercayainya.
Title: PEMBELAJARAN DEBAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT
Description:
Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan disekolah, pelajaran ini penting karena merupakan alat untuk memahami mata pelajaran lainya.
Ada empat aspek atau kompetensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu: (1) Mendengar, adalah mendengar, memahami, memberikan tanggapan, terhadap gagasan, pendapat, kritikan, dan perasaan orang lain dalam bentuk wacana lisan, (2) berbicara, adalah menyampaikan secara lisan suatu suatu gagasan, pendapat, kritikan, dan pesarasan kepada orang lain secara efektif dan efisien.
seseuai dengan konteks dan tujuan pembicaraan, (3) membaca, merupakan membaca dan memahami berbagai jenis wacana, baiak secara keseluruhan baiak secara tersurat maupun tersirat untuk berbagai tujuan, dan (4) menulis secara efektif dan efisien berbagai jenis karangan dengan konteks tertentu.
Berbicara merupakan aktivitas kedua setelah seseorang mendengarkan.
Berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta perasaan (Tarigang, 2008:14).
Berbicara merupakan kemapuan seseorang dalam mmenyampaikan sesuatu secara lisan dengan artikulasi atau pengucapan secara efektif dan efisian agar dapa tersampaikan dengan baik.
Hariyadi dan Zamzami (1996/1997: mengatakan berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab didalamnya terjadi pesan dari satu sumber ke sumber lainya.
Berbicara merupakan interaksi timbal balik yang antara penutur dengan mitra tutur.
Untuk medukung kemapuan berbicara seorang pembicara harus mengetahui faktor-faktor apa yang yang dapta menunjang kemampuanya.
Faktor tersebut meliputi faktor kebahasan dan nonkebahasaan, faktor kebahasan meliputi: (1) ketetapan ucapan, (2) penempatan tekanan nada, (3) pilihan kata dan (4) ketetapan sasaran pembicaraan.
Sementara itu, faktor nonkebahasaan meliputi: (1) sikp pembicara, (2) pandangan mata, (3) keterbukaan, (4) gerak-gerik dan mimik yang tepat, (5) kenyaringan suara, (6) kelancaran, dan (7) penguasaan topik.
Faktor kebahasaan atau verbal meliputi penggunaan bahasa yang digunakan oleh pembicaran serta maksud yang dibicarakan.
Seanjutnya faktor non kebahasaan atau nonverbal meliputi bagaimana sikap pembicara dalam menanggapi suatu persoalan.
Faktor nonkebahasaan merupakan pikiran yang diwujudwan melalui gerakan tubuh.
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam belajar adalah berkomunikasi.
Komunikasi adalah hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok.
Dalam hal ini keterampilan komunikasi sangat diperlukan khusunya dalam kegiatan belajar.
Seperti dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat materi Debat dimana siswa dituntut untuk memiliki keterampikan komunikasi yang baik, karena dalam praktik debat keterampilan komunikasi atau berbicara sangat diperlukan.
Prayitno (1997:4) mengemukakan kefektifan belajar bisa dicapai pada dasarnya ditentukan oleh empat unsur pokok yaitu pengembangan sikap yang positif terhadap proses belajar, menjalani proses belajar, dan menyelenggarakan pasca proses belajar.
Keaktifan seorang siswa dapat dinilai salah satunya dengan melihat apakah ia aktif bertanya atau menjawab pertanyaan didalam kelas.
Sehingga pembelajaran debat ini diharapkan siswa dapat aktif berkomunikasi atau berbicara karena dalam debat siswa diminta untuk menyampaikan dan mempertahankan argumenya.
Melalui model Pembeljaran Debat diharapkan peserta didik dapa aktif menyampaikan argumenya, sekaligus meningkatkan keterampilan peseta didik dalam berbicara.
Debat siswa dapat memecahkan masalah melalui arguemen, opini, serta fakta sehingga orang dapat mempercayainya.
Related Results
PEMBELAJARAN DEBAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT
PEMBELAJARAN DEBAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNKAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT
Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan disekolah, pelajaran ini penting karena merupakan alat untuk memahami mata pelajaran lainya. Ada empat a...
Pembelajaran Debat Meningkatkan Kemampuan Berbicara Peserta Didik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Debat
Pembelajaran Debat Meningkatkan Kemampuan Berbicara Peserta Didik Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Debat
Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diajarkan disekolah, pelajaran ini penting karena merupakan alat untuk memahami mata pelajaran lainya. Ada empat a...
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN STEM TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS VA TEMA 6 SUBTEMA 1 DI SDN KALICARI 02 SEMARANG
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN STEM TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS VA TEMA 6 SUBTEMA 1 DI SDN KALICARI 02 SEMARANG
Intan Mustika Dewi. NPM : 19120300. “Keefektifan Model Pembelajaran STEM Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Tematik Kelas VA Tema 6 Subtema 1 di SDN Kalicari 02...
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan pengaruh kelekatan guru dan peserta didik terhadap motivasi menghafal al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran BTQ di MTs Madani Alaudd...
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE BERBANTUAN MEDIA PAPAN CACAH GORI TERHADAP PRESTASIBELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE BERBANTUAN MEDIA PAPAN CACAH GORI TERHADAP PRESTASIBELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
Prestasi belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 7 Pemalang sebagian masih ada yang belum mencapai nilai KKM. Berkaitan hal ini perlu adanya variasi dalam pembelajara...
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem pendidikan formal. Pendidikan non-formal dapat dilakukan secara berjenjang ataupun tidak berjenjang. Dan peser...
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SD
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SD
Artikel jurnal ini membahas tentang Efektivitas Model PBL (Problem-Based Learning) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemampuan berpikir kritis menjadi k...

