Javascript must be enabled to continue!
Makanan Sebagai Representasi Tradisi Sosial dan Budaya : Kajian Gastrosemiotik Dalam Cerita Rakyat Kuliner
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai elemen cerita, tetapi juga sebagai penanda sosial dan budaya yang mengandung makna mendalam. Makanan, budaya, dan identitas yang digambarkan dalam karya sastra mencerminkan dinamika sosial dan budaya dalam masyarakat. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan fokus pada studi literatur, dengan sumber data dari tiga cerita kuliner dalam Buku Digital (BUDI) terbitan Kemendikbud karya guru-guru di Indonesia, yaitu Nyadran: Belajar Toleransi dari Tradisi , Nasi Berkat , dan Tradisi Kupatan . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ketiga tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar makanan tradisional, melainkan representasi kompleks dari tradisi sosial dan budaya masyarakat. Dalam perspektif gastronomi, makanan ini menjadi “teks budaya” yang menggambarkan nilai-nilai solidaritas, spiritualitas, dan kearifan lokal. Dengan pendekatan semiotik Peirce, makanan ini berfungsi sebagai tanda yang memperkuat identitas budaya, membangun hubungan sosial, dan kesadaran menumbuhkan sosial serta spiritual. Melalui upacara ritual seperti Nyadran, syukuran, dan kupatan Lebaran, makanan mempererat hubungan antar individu dan masyarakat serta simbol rasa terima kasih dan penghargaan terhadap sesama.
Institut Agama Islam Negeri Madura
Title: Makanan Sebagai Representasi Tradisi Sosial dan Budaya : Kajian Gastrosemiotik Dalam Cerita Rakyat Kuliner
Description:
Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai elemen cerita, tetapi juga sebagai penanda sosial dan budaya yang mengandung makna mendalam.
Makanan, budaya, dan identitas yang digambarkan dalam karya sastra mencerminkan dinamika sosial dan budaya dalam masyarakat.
Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan fokus pada studi literatur, dengan sumber data dari tiga cerita kuliner dalam Buku Digital (BUDI) terbitan Kemendikbud karya guru-guru di Indonesia, yaitu Nyadran: Belajar Toleransi dari Tradisi , Nasi Berkat , dan Tradisi Kupatan .
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ketiga tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar makanan tradisional, melainkan representasi kompleks dari tradisi sosial dan budaya masyarakat.
Dalam perspektif gastronomi, makanan ini menjadi “teks budaya” yang menggambarkan nilai-nilai solidaritas, spiritualitas, dan kearifan lokal.
Dengan pendekatan semiotik Peirce, makanan ini berfungsi sebagai tanda yang memperkuat identitas budaya, membangun hubungan sosial, dan kesadaran menumbuhkan sosial serta spiritual.
Melalui upacara ritual seperti Nyadran, syukuran, dan kupatan Lebaran, makanan mempererat hubungan antar individu dan masyarakat serta simbol rasa terima kasih dan penghargaan terhadap sesama.
.
Related Results
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Intertextual Study in Comparative Literature: Folklore of Oedipus and Folklore of Sangkuriang
Intertextual Study in Comparative Literature: Folklore of Oedipus and Folklore of Sangkuriang
The purpose of this research is to identify intertextual study in comparative literature of Oedipus folklore and Sangkuriang folklore. The intertextual study of comparative literat...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Abstrak
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi berbagai bentuk cerita rakyat masyarakat Timor yang penuh dengan nilai kearifan lokal dan muatan p...
Pengaruh Mitologi dan Cerita Rakyat dalam Mempromosikan Pariwisata Budaya Sumbawa
Pengaruh Mitologi dan Cerita Rakyat dalam Mempromosikan Pariwisata Budaya Sumbawa
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mitologi dan cerita rakyat dalam mempromosikan pariwisata budaya di Sumbawa. Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi elemen budaya...
PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BAWANG MERAH BAWANG PUTIH dan BAMEI LIANGMEI
PERBANDINGAN CERITA RAKYAT BAWANG MERAH BAWANG PUTIH dan BAMEI LIANGMEI
Cerita rakyat merupakan cerita dari masa lampau, yang diturunkan secara lisan, dan menjadi ciri khas setiap bangsa dengan budaya yang dimiliki masing-masing bangsa. Seiring berkemb...
Unsur Spiritual Dalam Cerita Lisan Melayu
Unsur Spiritual Dalam Cerita Lisan Melayu
Masyarakat Melayu merupakan masyarakat yang mempunyai kepelbagaian corak budaya dan tatacara dalam struktur sosial. Kepelbagaian budaya menyebabkan tercetusnya pertukaran idea dan ...

