Javascript must be enabled to continue!
PERANCANGAN ART CENTER BUDAYA SASAK DENGAN PENDEKATAN GREEN ARSITEKTUR DI KOTA MATARAM
View through CrossRef
Abstrac: Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki budaya yang beraneka ragam, yang tersebar diberbagai pelosok daerah. Salah satu kebudayaan Indonesia yang di miliki oleh setiap daerah adalah Pengrajin seni dan budaya yang berasal dari Lombok Kota Mataram. Namun untuk peminat seni sendiri semakin menurun dari tahun ke tahun baik di Lombok maupun daerah lainnya khususnya yang ada di Nusa Tenggara Barat. Kurangnya pengetahuan Masyarakat akan seni dan budaya juga memicu berkurangnya peminat seni itu sendiri, jika hal ini terus terjadi maka lamakelamaan seni akan mengalami kepunahan. Perancangan Art Center merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Art Center dirancang sebagai sebuah tempat pembelajaran dan juga wisata yang dapat mewadahi semua kegiatan pengembangan seni mulai dari proses perencanaan, pembuatan karya, pemameran dan juga pemasaran. Untuk mendukung perancangan Art Center Budaya Sasak di kota Mataram, Kota Mataram diperlukan pendekatan arsitekturan yang dapat menarik perhatian dan memiliki kualitas bentukan seni yang tinggi. Pendekatan yang paling sesuai untuk hal tersebut adalah pendekatan Konsep Green Arsitektur pada ruang dengan kenyamanan pada penghawaan dan pencahayaan alami.
Kata Kunci: Art Center, Budaya Sasak, konsep Green Arsitektur
Abstrack: The Indonesian nation is a nation that has a diverse culture, which is spread in various corners of the region. One of the Indonesian cultures that is owned by each region is arts and culture craftsmen from the city of Mataram. However, art enthusiasts themselves are decreasing from year to year both in Lombok and in other cities. Lack of public knowledge of art and culture also triggers a decrease in the art enthusiasts themselves. If this continues to happen, over time art will become extinct. The design of the Art Center is one of the efforts to solve this problem. The Art Center is designed as a place of learning as well as tourism that can accommodate all art development activities starting from the process of planning, making works, exhibitions and also marketing. To support the design of the Sasak Culture Art Center in the city of Mataram, the City of Mataram required an architectural approach that could attract attention and have high quality art formations. The most appropriate approach for this is the Green Architecture Concept to space with comfort in ventilation and natural lingting.
Keywords: Art Center, Sasak Culture, Mataram, Kab. West Lombok
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: PERANCANGAN ART CENTER BUDAYA SASAK DENGAN PENDEKATAN GREEN ARSITEKTUR DI KOTA MATARAM
Description:
Abstrac: Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki budaya yang beraneka ragam, yang tersebar diberbagai pelosok daerah.
Salah satu kebudayaan Indonesia yang di miliki oleh setiap daerah adalah Pengrajin seni dan budaya yang berasal dari Lombok Kota Mataram.
Namun untuk peminat seni sendiri semakin menurun dari tahun ke tahun baik di Lombok maupun daerah lainnya khususnya yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Kurangnya pengetahuan Masyarakat akan seni dan budaya juga memicu berkurangnya peminat seni itu sendiri, jika hal ini terus terjadi maka lamakelamaan seni akan mengalami kepunahan.
Perancangan Art Center merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Art Center dirancang sebagai sebuah tempat pembelajaran dan juga wisata yang dapat mewadahi semua kegiatan pengembangan seni mulai dari proses perencanaan, pembuatan karya, pemameran dan juga pemasaran.
Untuk mendukung perancangan Art Center Budaya Sasak di kota Mataram, Kota Mataram diperlukan pendekatan arsitekturan yang dapat menarik perhatian dan memiliki kualitas bentukan seni yang tinggi.
Pendekatan yang paling sesuai untuk hal tersebut adalah pendekatan Konsep Green Arsitektur pada ruang dengan kenyamanan pada penghawaan dan pencahayaan alami.
Kata Kunci: Art Center, Budaya Sasak, konsep Green Arsitektur
Abstrack: The Indonesian nation is a nation that has a diverse culture, which is spread in various corners of the region.
One of the Indonesian cultures that is owned by each region is arts and culture craftsmen from the city of Mataram.
However, art enthusiasts themselves are decreasing from year to year both in Lombok and in other cities.
Lack of public knowledge of art and culture also triggers a decrease in the art enthusiasts themselves.
If this continues to happen, over time art will become extinct.
The design of the Art Center is one of the efforts to solve this problem.
The Art Center is designed as a place of learning as well as tourism that can accommodate all art development activities starting from the process of planning, making works, exhibitions and also marketing.
To support the design of the Sasak Culture Art Center in the city of Mataram, the City of Mataram required an architectural approach that could attract attention and have high quality art formations.
The most appropriate approach for this is the Green Architecture Concept to space with comfort in ventilation and natural lingting.
Keywords: Art Center, Sasak Culture, Mataram, Kab.
West Lombok.
Related Results
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK
Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
KOTA SEHAT SEBAGAI STRATEGI MENGAHADAPI COVID-19 BERDASARKAN STRUKTUR RUANG PERENCANAAN PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA MATARAM)
KOTA SEHAT SEBAGAI STRATEGI MENGAHADAPI COVID-19 BERDASARKAN STRUKTUR RUANG PERENCANAAN PERKOTAAN (STUDI KASUS: KOTA MATARAM)
Abstrak: Indonesia sedang menghadapi masalah yang cukup serius, seperti halnya salah satu kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kota Mataram yang juga sedang menghadapi penyeb...
PENDEKATAN LOKALITAS BALI PADA DESAIN ARSITEKTUR HOTEL POTATO HEAD STUDIOS DI SEMINYAK
PENDEKATAN LOKALITAS BALI PADA DESAIN ARSITEKTUR HOTEL POTATO HEAD STUDIOS DI SEMINYAK
Abstrak - Globalisasi adalah fenomena yang sulit dihindari dan efeknya juga terasa di bidang arsitektur. Semakin ke sini, semakin banyak karya arsitektur di Indonesia yang dibangun...
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku ...

