Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan

View through CrossRef
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasarkan keterangan petugas penjaga bendungan, untuk mencegah bencana banjir, ketinggian air di bendungan harus selalu dipantau dan dicatat selama 24 jam. Jika ketinggian air di bendungan melebihi batas maksimal ketinggian air yang ditentukan, maka kondisi tersebut dapat memicu terjadinya bencana banjir. Jika hal tersebut terjadi, maka petugas harus segera menyebarkan informasi potensi terjadinya bencana banjir kepada warga dengan cara dari mulut ke mulut. Hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu penjaga bendungan dan masyarakat sekitar Bendungan Sampean Baru dalam mengetahui ketinggian air pada bendungan serta mengetahui sejak dini akan terjadinya bencana banjir di wilayah sekitar bendungan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi survey lokasi dan koordinasi, Desain danĀ  pembuatan alat, Instalasi alat di lokasi mitra serta Sosialisasi dan pelatihan. Pada penelitian ini, telah dihasilkan sebuah alat yang dikenal dengan nama Early Warning System bencana banjir. Alat ini memiliki akurasi mencapai 97,33%. Selain itu alat ini mampu memberikan peringatan kepada penjaga bendungan maupun masyarakat sekitar jika permukaan air di dalam bendungan melebihi batas ketinggian yang telah ditentukan dengan menggunakan sebuah sirine.
Title: Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Description:
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.
Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM.
Berdasarkan keterangan petugas penjaga bendungan, untuk mencegah bencana banjir, ketinggian air di bendungan harus selalu dipantau dan dicatat selama 24 jam.
Jika ketinggian air di bendungan melebihi batas maksimal ketinggian air yang ditentukan, maka kondisi tersebut dapat memicu terjadinya bencana banjir.
Jika hal tersebut terjadi, maka petugas harus segera menyebarkan informasi potensi terjadinya bencana banjir kepada warga dengan cara dari mulut ke mulut.
Hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan kurang efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu penjaga bendungan dan masyarakat sekitar Bendungan Sampean Baru dalam mengetahui ketinggian air pada bendungan serta mengetahui sejak dini akan terjadinya bencana banjir di wilayah sekitar bendungan.
Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi survey lokasi dan koordinasi, Desain danĀ  pembuatan alat, Instalasi alat di lokasi mitra serta Sosialisasi dan pelatihan.
Pada penelitian ini, telah dihasilkan sebuah alat yang dikenal dengan nama Early Warning System bencana banjir.
Alat ini memiliki akurasi mencapai 97,33%.
Selain itu alat ini mampu memberikan peringatan kepada penjaga bendungan maupun masyarakat sekitar jika permukaan air di dalam bendungan melebihi batas ketinggian yang telah ditentukan dengan menggunakan sebuah sirine.

Related Results

Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
<p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>Bendungan Matenggeng yang rencana akan dibangun di S...
IMPLEMENTASI ADEBA (ALAT DETEKSI BANJIR) SEBAGAI UPAYA DINI SIAGA BENCANA
IMPLEMENTASI ADEBA (ALAT DETEKSI BANJIR) SEBAGAI UPAYA DINI SIAGA BENCANA
Praktik Baik ini bertujuan untuk (1) Merencanakan pemrograman, (2)Mengimplementasikan ADEBA (Alat Deteksi Banjir) pada Kompetensi Dasar Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler...
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Kajian Penelusuran Banjir Batang Tambuo
Batang Tambuo adalah sebuah sungai yang mengalir melewati di Kecamatan Aur Birugo, Kota Bukittinggi. Daerah Aliran Sungai Batang (DAS) Tambuo ini sering kali mengalami banjir. Musi...
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
PERAN LOCAL LEADER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN JATINANGOR
Jatinangor merupakan salah satu kawasan yang rawan terjadinya bencana banjir . Wilayah ini merupakan kawasan pendidikan dan permukiman padat yang kini berkembang pesat, beda sepert...
Penerapan Deteksi Bencana Banjir Menggunakan Metode Machine Learning
Penerapan Deteksi Bencana Banjir Menggunakan Metode Machine Learning
Bencana alam dapat di definisikan sebagai sebuah kejadian yang tidak terduga terjadi nya, hal tersebut sering terjadi di Indonesia terutama bencana banjir yang terjadi dalam kurun ...
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Pembangunan bendungan Temef terdiri dari beberapa tahapan yaitu, persiapan pembangunan, perencanaan pembangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengisian awal waduk. Bangunan&#x...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE HSS NAKAYASU PADA BENDUNGAN BENER KABUPARTEN PURWOREJO
Bendungan merupakan sebuah struktur atau bangunan yang memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai pengendali banjir. Oleh karena itu, dalam perencanaan bendungan diper...

Back to Top