Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian

View through CrossRef
<p>Dissemination of innovation of research results/agricultural assessment is an important communication activity in the process. Problems of dissemination agricultural innovation with technology adoption department, aerial result and socio-economic development of farmers. The gap between ideal conditions and the conditions under construction is an interesting thing to look at. This paper is for the process and implementation of dissemination of agricultural innovation, strategy dissemination of agricultural innovation. This paper is a review of some relevant literature and research results. The strategy of dissemination of agricultural innovation can be divided into two, while at the central and regional levels with the understanding of user innovation and the needs or preferences of users of agricultural innovation. Sources of agricultural innovation at the central level derived from IAARD and as a user are BPPSDMP, technical directorate general, business actors (industry / business / private), and main actors (farmers). The dissemination channels that can be done are dominated through electronic media with extensive coverage and print media (books and journals), as well as some interpersonal media (meeting and meeting forums). The support of facilities and facilities becomes a decisive tool for the user's ability to access agricultural innovation. The source of agricultural innovation at the regional level is BPTP with village extensionists as intermediate users and farmers as end users. The role of extensionists and community leaders as motivators is still dominant at the farm level. Thus dissemination channels can be done through interpersonal media such as demonstration plots, technology titles, field meetings, or group meetings. At the level of the Region that is urgently needed.</p><p> </p><p>Abstrak</p><p>Diseminasi inovasi hasil penelitian dan pengkajian pertanian merupakan aktivitas komunikasi yang penting dalam mendorong terjadinya proses penyebaran dan penerapan teknologi dalam suatu sistem sosial pedesaan.  Permasalahan diseminasi inovasi pertanian umumnya terkait dengan kesenjangan adopsi teknologi, kesenjangan hasil dan kendala sosial-ekonomi petani.  Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi riil dalam implementasi diseminasi inovasi pertanian merupakan hal yang menarik untuk dicermati. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi proses dan implementasi diseminasi inovasi pertanian, dan merekomendasikan strategi diseminasi inovasi pertanian.  Tulisan ini merupakan hasil review dari beberapa literatur dan hasil penelitian yang relevan.  Strategi diseminasi inovasi pertanian dapat dipilah menjadi dua, yakni di tingkat pusat dan daerah dengan memperhatikan pengguna inovasi dan kebutuhan atau preferensi pengguna inovasi pertanian. Sumber inovasi pertanian di tingkat pusat berasal dari Badan Litbang Pertanian dan sebagai pengguna adalah BPPSDMP, direktorat jenderal teknis, pelaku usaha (industri/pengusaha/swasta), dan pelaku utama (petani).  Saluran diseminasi yang digunakan dapat didominasi melalui media elektronik dengan daya jangkau yang luas dan media cetak, serta sebagian berupa media interpersonal (forum pertemuan seperti rapat pimpinan maupun pameran).  Dukungan ketersediaan prasarana dan sarana berupa jaringan internet dan perangkatnya menjadi faktor penentu bagi kemampuan pengguna dalam mengakses inovasi pertanian.  Sumber inovasi pertanian di tingkat daerah adalah BPTP dengan Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pengguna antara dan petani sebagai pengguna akhir. Peran penyuluh dan tokoh masyarakat sebagai motivator masih dominan di tingkat petani. Dengan demikian, saluran diseminasi yang digunakan dapat didominasi melalui media interpersonal seperti demplot, gelar teknologi, temu lapang, ataupun pertemuan kelompok.  Di tingkat daerah dukungan kelembagaan petani yang dinamis sangat diperlukan. </p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Strategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan Pertanian
Description:
<p>Dissemination of innovation of research results/agricultural assessment is an important communication activity in the process.
Problems of dissemination agricultural innovation with technology adoption department, aerial result and socio-economic development of farmers.
The gap between ideal conditions and the conditions under construction is an interesting thing to look at.
This paper is for the process and implementation of dissemination of agricultural innovation, strategy dissemination of agricultural innovation.
This paper is a review of some relevant literature and research results.
The strategy of dissemination of agricultural innovation can be divided into two, while at the central and regional levels with the understanding of user innovation and the needs or preferences of users of agricultural innovation.
Sources of agricultural innovation at the central level derived from IAARD and as a user are BPPSDMP, technical directorate general, business actors (industry / business / private), and main actors (farmers).
The dissemination channels that can be done are dominated through electronic media with extensive coverage and print media (books and journals), as well as some interpersonal media (meeting and meeting forums).
The support of facilities and facilities becomes a decisive tool for the user's ability to access agricultural innovation.
The source of agricultural innovation at the regional level is BPTP with village extensionists as intermediate users and farmers as end users.
The role of extensionists and community leaders as motivators is still dominant at the farm level.
Thus dissemination channels can be done through interpersonal media such as demonstration plots, technology titles, field meetings, or group meetings.
At the level of the Region that is urgently needed.
</p><p> </p><p>Abstrak</p><p>Diseminasi inovasi hasil penelitian dan pengkajian pertanian merupakan aktivitas komunikasi yang penting dalam mendorong terjadinya proses penyebaran dan penerapan teknologi dalam suatu sistem sosial pedesaan.
  Permasalahan diseminasi inovasi pertanian umumnya terkait dengan kesenjangan adopsi teknologi, kesenjangan hasil dan kendala sosial-ekonomi petani.
  Kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi riil dalam implementasi diseminasi inovasi pertanian merupakan hal yang menarik untuk dicermati.
Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi proses dan implementasi diseminasi inovasi pertanian, dan merekomendasikan strategi diseminasi inovasi pertanian.
  Tulisan ini merupakan hasil review dari beberapa literatur dan hasil penelitian yang relevan.
  Strategi diseminasi inovasi pertanian dapat dipilah menjadi dua, yakni di tingkat pusat dan daerah dengan memperhatikan pengguna inovasi dan kebutuhan atau preferensi pengguna inovasi pertanian.
Sumber inovasi pertanian di tingkat pusat berasal dari Badan Litbang Pertanian dan sebagai pengguna adalah BPPSDMP, direktorat jenderal teknis, pelaku usaha (industri/pengusaha/swasta), dan pelaku utama (petani).
  Saluran diseminasi yang digunakan dapat didominasi melalui media elektronik dengan daya jangkau yang luas dan media cetak, serta sebagian berupa media interpersonal (forum pertemuan seperti rapat pimpinan maupun pameran).
  Dukungan ketersediaan prasarana dan sarana berupa jaringan internet dan perangkatnya menjadi faktor penentu bagi kemampuan pengguna dalam mengakses inovasi pertanian.
  Sumber inovasi pertanian di tingkat daerah adalah BPTP dengan Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pengguna antara dan petani sebagai pengguna akhir.
Peran penyuluh dan tokoh masyarakat sebagai motivator masih dominan di tingkat petani.
Dengan demikian, saluran diseminasi yang digunakan dapat didominasi melalui media interpersonal seperti demplot, gelar teknologi, temu lapang, ataupun pertemuan kelompok.
  Di tingkat daerah dukungan kelembagaan petani yang dinamis sangat diperlukan.
 </p>.

Related Results

Penyuluhan Pertanian: Pendekatan, Metode dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan
Penyuluhan Pertanian: Pendekatan, Metode dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan
Latar belakang: Penyuluhan pertanian memainkan peran krusial dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung swasembada pangan melalui transfer pengetahuan, pemberdayaan, dan ado...
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui konsep pembangunan pertanian berkelanjutan dan peran penyuluh pertanian dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adal...
Dukungan Perpustakaan Digital dalam Invensi dan Inovasi Pertanian
Dukungan Perpustakaan Digital dalam Invensi dan Inovasi Pertanian
Invensi dan inovasi merupakan dua hal yang berbeda namun saling berkaitan. Invensi memberikan hasil penelitian, sedangkan inovasi merupakan hilirisasi hasil penelitian yang berakhi...
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Peran Teknologi Pertanian Cerdas (Smart Farming) untuk Generasi Pertanian Indonesia
Smart Farming atau pertanian digital adalah solusi pintar di sektor pertanian yang memanfaatkan sistem jaringan berbasis Internet of Things (IoT) untuk melakukan pemantauan dan pen...
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN PENDEKATAN A’WOT
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN PENDEKATAN A’WOT
<p>Konversi lahan pertanian di Kabupaten Bantul tinggi, produktivitas dan luas panen tanaman pangan cenderung mengalami penurunan, sehingga perlu diidentifikasi strategi pemb...
Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan di Kota Makassar
Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan di Kota Makassar
Pengembangan potensi dan inovasi pertanian perkotaan yang dikelola oleh KWT Anggrek merupakan suatu subyek penelitian yang sangat sesuai untuk diteliti mengenai potensi dan inovasi...
Efektivitas Program Partisipatif Kelompok Perempuan dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat
Efektivitas Program Partisipatif Kelompok Perempuan dalam Meningkatkan Swadaya Masyarakat
Di era otonomi daerah, yang diawali dengan UU RI No. 22 Tahun 1999, yang diamandemen dengan UU RI No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintah lokal, telah memberikan kesempatan bagi otono...
STRATEGI MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MODERN BERBASIS DIGITAL
STRATEGI MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MODERN BERBASIS DIGITAL
Latar Belakang : Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, terutama dalam sektor ekonomi. Pembangunan ekonomi modern berbasis...

Back to Top