Javascript must be enabled to continue!
RELASI INTELEKTUALITAS DAN SPIRITUALITAS DALAM BERAPOLOGETIKA: SUATU TINJAUAN INJILI
View through CrossRef
Artikel ini menyoroti pendapat yang menyatakan bahwa kegiatan berapologetika adalah kegiatan yang hanya mengasah intelektual tetapi tidak berdampak terhadap spiritualitas atau kerohanian seseorang. Akibatnya argumentasi yang disampaikan bahwa kegiatan apologetika yang saat ini marak di media sosial hanya berujung pada debat kusir atau saling serang dan saling merendahkan satu sama lain. Seringkali yang menonjol adalah egoisme sektarian bukan kasih untuk memenangkan jiwa kepada Kristus. Metode yang digunakan adalah pendekatan literature research, kemudian menganalisis dengan pendekatan analitis komparatif dalam mengkaji kegiatan berapologetika yang berkaitan dengan intelektualitas dan spiritualitas. Kajian artikel ini mengungkapkan bahwa Apologetika memiliki kaitannya yang erat dengan pengembangan intelektualitas dan spiritualitas seseorang. Adanya kegagalan oleh sebagian apologet untuk menunjukkan kedewasaan spiritualitasnya dalam perdebatan, tidak lantas menjadi ukuran final bahwa apologetika tidak membawa orang semakin dekat dengan Tuhan. Kesimpulan yang ditemukan adalah adanya korelasi yang kuat bagi perkembangan intelektualitas dan spiritualitas ketika seseorang berapologetika. Hal ini disebabkan karena apologetika mendorong seseorang mendalami Kitab Suci dan belajar untuk memahami, membahasakan, dan melakukannya.
Journal Vox Dei, Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta
Title: RELASI INTELEKTUALITAS DAN SPIRITUALITAS DALAM BERAPOLOGETIKA: SUATU TINJAUAN INJILI
Description:
Artikel ini menyoroti pendapat yang menyatakan bahwa kegiatan berapologetika adalah kegiatan yang hanya mengasah intelektual tetapi tidak berdampak terhadap spiritualitas atau kerohanian seseorang.
Akibatnya argumentasi yang disampaikan bahwa kegiatan apologetika yang saat ini marak di media sosial hanya berujung pada debat kusir atau saling serang dan saling merendahkan satu sama lain.
Seringkali yang menonjol adalah egoisme sektarian bukan kasih untuk memenangkan jiwa kepada Kristus.
Metode yang digunakan adalah pendekatan literature research, kemudian menganalisis dengan pendekatan analitis komparatif dalam mengkaji kegiatan berapologetika yang berkaitan dengan intelektualitas dan spiritualitas.
Kajian artikel ini mengungkapkan bahwa Apologetika memiliki kaitannya yang erat dengan pengembangan intelektualitas dan spiritualitas seseorang.
Adanya kegagalan oleh sebagian apologet untuk menunjukkan kedewasaan spiritualitasnya dalam perdebatan, tidak lantas menjadi ukuran final bahwa apologetika tidak membawa orang semakin dekat dengan Tuhan.
Kesimpulan yang ditemukan adalah adanya korelasi yang kuat bagi perkembangan intelektualitas dan spiritualitas ketika seseorang berapologetika.
Hal ini disebabkan karena apologetika mendorong seseorang mendalami Kitab Suci dan belajar untuk memahami, membahasakan, dan melakukannya.
Related Results
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Panggilan Orang Percaya dalam Berapologetika
Panggilan Orang Percaya dalam Berapologetika
The calling of faith as a believer has a lot of emphasis on being a witness for many people, so that through life's testimony many people become attracted to and believe in the Sav...
KEBANGKITAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT MODERN
KEBANGKITAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT MODERN
Menurut August Comte, semakin modern sebuah masyarakat maka agama seharusnya semakin ditinggalkan. Namun realitas justru sebaliknya, dalam kompleksitas kehidupan modern, masyarakat...
ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA: REFLEKSI BAGI PEMBAHARUAN GEREJA INJILI
ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA: REFLEKSI BAGI PEMBAHARUAN GEREJA INJILI
tulisan ini bertujuan untuk membahas prinsip ecclesia reformata semper reformanda yang merupakan buah kelanjutan reformasi. Melalui studi literatur penelitian ini akan melihat lata...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
STRUKTUR SOSIAL ORANG ARU DALAM PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU
STRUKTUR SOSIAL ORANG ARU DALAM PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU
Struktur sosial merupakan hubungan timbal balik antara posisi sosial dan peranan-peranan sosial, yang mengacu pada suatu solidaritas sosial dan keteraturan perilaku sosial, relasi ...
STATUS SOSIAL DAN RELASI KELUARGA PADA SELF-ESTEEM REMAJA
STATUS SOSIAL DAN RELASI KELUARGA PADA SELF-ESTEEM REMAJA
Abstrak
Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam menghadapi rasa kekhawatiran tugas perkembangan dan masa depannya. Self-esteem merupakan salah satu aspek yang penting da...

