Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LITERASI KIMIA MAHASISWA PGSD DAN GURU IPA SEKOLAH DASAR PADA TEMA UDARA

View through CrossRef
<p>This study aims to determine the chemical literacy of primary school teachers and students on the theme PGSD air. The method used is descriptive method, the research subjects totaling 61 people, 41 people came from PGSD students and 20 people from elementary school teachers. The instrument used is a matter of chemistry literacy tests are 40 multiple -choice questions that include reason or other information to strengthen the answers given, questionnaires, and interviews. Data processing techniques performed included determination of the limits of chemical literacy achievement, scoring each question,<br />changing the score values, grouping study subjects based on the values obtained, and the analysis and conclusions. From the research data showed that only 26 people (63.41 %) students who have achieved literacy PGSD chemistry, whereas only 10 elementary school teachers (50 %) who had reached chemical literacy. Literacy chemical that has not reached most of the research subject primarily determine the chemical formula of constituent gases of air and to write the equation.</p><p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi kimia guru SD dan mahasiswa PGSD pada tema udara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan subyek penelitian berjumlah 61 orang, 41 orang berasal dari mahasiswa PGSD serta 20 orang dari guru SD. Instrumen yang digunakan berupa soal tes literasi kimia berjumlah 40 soal berbentuk pilihan berganda yang dilengkapi alasan atau keterangan lainnya untuk memperkuat jawaban yang diberikan, angket, serta wawancara. Teknik pengolahan data yang dilakukan meliputi penentuan batas ketercapaian literasi kimia, pemberian skor<br />setiap soal, pengubahan skor menjadi nilai, pengelompokkan subyek penelitian  berdasarkan nilai yang diperoleh, serta analisis dan kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa hanya 26 orang (63,41%) mahasiswa PGSD yang telah mencapai literasi kimia, sedangkan guru SD hanya 10 orang (50%) yang sudah mencapai literasi kimia. Literasi kimia yang belum tercapai kebanyakan subyek penelitian terutama menentukan rumus kimia gas penyusun udara serta menuliskan persamaan reaksi.</p>
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang
Title: LITERASI KIMIA MAHASISWA PGSD DAN GURU IPA SEKOLAH DASAR PADA TEMA UDARA
Description:
<p>This study aims to determine the chemical literacy of primary school teachers and students on the theme PGSD air.
The method used is descriptive method, the research subjects totaling 61 people, 41 people came from PGSD students and 20 people from elementary school teachers.
The instrument used is a matter of chemistry literacy tests are 40 multiple -choice questions that include reason or other information to strengthen the answers given, questionnaires, and interviews.
Data processing techniques performed included determination of the limits of chemical literacy achievement, scoring each question,<br />changing the score values, grouping study subjects based on the values obtained, and the analysis and conclusions.
From the research data showed that only 26 people (63.
41 %) students who have achieved literacy PGSD chemistry, whereas only 10 elementary school teachers (50 %) who had reached chemical literacy.
Literacy chemical that has not reached most of the research subject primarily determine the chemical formula of constituent gases of air and to write the equation.
</p><p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi kimia guru SD dan mahasiswa PGSD pada tema udara.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan subyek penelitian berjumlah 61 orang, 41 orang berasal dari mahasiswa PGSD serta 20 orang dari guru SD.
Instrumen yang digunakan berupa soal tes literasi kimia berjumlah 40 soal berbentuk pilihan berganda yang dilengkapi alasan atau keterangan lainnya untuk memperkuat jawaban yang diberikan, angket, serta wawancara.
Teknik pengolahan data yang dilakukan meliputi penentuan batas ketercapaian literasi kimia, pemberian skor<br />setiap soal, pengubahan skor menjadi nilai, pengelompokkan subyek penelitian  berdasarkan nilai yang diperoleh, serta analisis dan kesimpulan.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa hanya 26 orang (63,41%) mahasiswa PGSD yang telah mencapai literasi kimia, sedangkan guru SD hanya 10 orang (50%) yang sudah mencapai literasi kimia.
Literasi kimia yang belum tercapai kebanyakan subyek penelitian terutama menentukan rumus kimia gas penyusun udara serta menuliskan persamaan reaksi.
</p>.

Related Results

KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
Kompetensi literasi adalah kompetensi penting yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa. kompetensi literasi sangat dibutuhkan dalam rangka menguasai berbagai capaian pembelajaran....
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
Latar Belakang : Kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicar...
TINGKAT KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS KUNINGAN
TINGKAT KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS KUNINGAN
Kesalahan individu dalam mengambil keputusan dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupannya karena resiko yang muncul setelahnya. Begitupun yang dialami oleh mahasisw...
Persepsi Guru terhadap Peran UKS dalam Mendukung Kesehatan Anak di Sekolah Dasar Islam Ar-Raafi
Persepsi Guru terhadap Peran UKS dalam Mendukung Kesehatan Anak di Sekolah Dasar Islam Ar-Raafi
Pemahaman mendalam akan peran guru dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan kesehatan di sekolah menjadi krusial dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan Program UKS. D...
PEMBERDAYAAN MAHASISWA UNTUK PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL TERKAIT COVID-19
PEMBERDAYAAN MAHASISWA UNTUK PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL TERKAIT COVID-19
Literasi kesehatan dan literasi kesehatan digital memegang peranan penting dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat. Mahasiswa, sebagai kalangan terdidik, diharapkan me...
IDENTIFIKASI MULTIPLE INTELLIGENCE MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD STKIP NU INDRAMAYU
IDENTIFIKASI MULTIPLE INTELLIGENCE MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD STKIP NU INDRAMAYU
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Multiple Intelligence mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP NU Indramayu. Multiple Intelligence merupakan sala...
Mengukur Kemampuan Literasi dan Pemahaman Mahasiswa dalam Penggunaan Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan
Mengukur Kemampuan Literasi dan Pemahaman Mahasiswa dalam Penggunaan Aplikasi Berbasis Kecerdasan Buatan
Pada era Revolusi Industri 4.0, penggunaan teknologi semakin meluas dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu teknologi yang semakin berkembang a...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...

Back to Top