Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Metode Fabrikasi terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Cordyline Australis
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode fabrikasi terhadap kekuatan tarik komposit epoxy yang diperkuat serat Cordyline australis tanpa perlakuan kimia. Dua metode fabrikasi yang dibandingkan adalah hand lay-up tertutup dan vakum chamber. Variasi fraksi berat serat yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 5%. Pengujian tarik dilakukan sesuai standar ASTM D638, dan karakterisasi morfologi dilakukan melalui analisis mikrografi permukaan dan patahan. Hasil menunjukkan bahwa metode hand lay-up menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan metode vakum pada semua variasi fraksi serat. Kekuatan tarik maksimum dicapai pada fraksi 2% untuk metode hand lay-up sebesar 26,91 MPa, sedangkan pada metode vakum hanya mencapai 21,11 MPa. Pada fraksi 5%, metode vakum mengalami penurunan tajam kekuatan tarik menjadi 12,34 MPa, menunjukkan ketidakefektifan metode tersebut pada fraksi serat tinggi tanpa perlakuan. Mikrografi menunjukkan bahwa metode vakum cenderung menghasilkan void dan area miskin resin di sekitar serat. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode fabrikasi memiliki pengaruh signifikan terhadap performa mekanik komposit, dan bahwa metode hand lay-up lebih sesuai untuk aplikasi komposit berbasis serat alam tanpa perlakuan tambahan.
Universitas Pendidikan Ganesha
Title: Pengaruh Metode Fabrikasi terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Cordyline Australis
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode fabrikasi terhadap kekuatan tarik komposit epoxy yang diperkuat serat Cordyline australis tanpa perlakuan kimia.
Dua metode fabrikasi yang dibandingkan adalah hand lay-up tertutup dan vakum chamber.
Variasi fraksi berat serat yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 5%.
Pengujian tarik dilakukan sesuai standar ASTM D638, dan karakterisasi morfologi dilakukan melalui analisis mikrografi permukaan dan patahan.
Hasil menunjukkan bahwa metode hand lay-up menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi secara konsisten dibandingkan metode vakum pada semua variasi fraksi serat.
Kekuatan tarik maksimum dicapai pada fraksi 2% untuk metode hand lay-up sebesar 26,91 MPa, sedangkan pada metode vakum hanya mencapai 21,11 MPa.
Pada fraksi 5%, metode vakum mengalami penurunan tajam kekuatan tarik menjadi 12,34 MPa, menunjukkan ketidakefektifan metode tersebut pada fraksi serat tinggi tanpa perlakuan.
Mikrografi menunjukkan bahwa metode vakum cenderung menghasilkan void dan area miskin resin di sekitar serat.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode fabrikasi memiliki pengaruh signifikan terhadap performa mekanik komposit, dan bahwa metode hand lay-up lebih sesuai untuk aplikasi komposit berbasis serat alam tanpa perlakuan tambahan.
Related Results
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Komposit didesain untuk menjadi material alternatif pengganti logam. Unsur utama dari komposit adalah serat dan matriks, serat adalah sumber dari kekuatan dan kekakuan pada komposi...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Serat hayati merupakan bahan yang saat ini sedang banyak dikembangkan sebagai penguat material komposit bermatriks polimer. Penggunaan serat hayati sebagai penguat pada suatu kompo...
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT ALAM BERBAHAN PELEPAH LONTAR
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT ALAM BERBAHAN PELEPAH LONTAR
Serat alam banyak dikembangkan sebagai material komposit, Keunggulan serat dimanfaatkan sebagai reinforcement komposit, antara lain adalah ringan, kuat, ramah lingkungan, dan ekono...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...
Pengaruh Arah Serat Terhadap Kekuatan Lentur Komposit Hybrid Serat Daun Nanas dan Lidah Mertua
Pengaruh Arah Serat Terhadap Kekuatan Lentur Komposit Hybrid Serat Daun Nanas dan Lidah Mertua
Material komposit berpenguat serat alam merupakan alternatif ramah lingkungan dalam pengembangan material struktur ringan. Serat alam daun nanas (PALF) dan serat lidah mertua (Sans...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
Kemajuan dalam bidang industri sudah sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu bidang yang mengalami perkembangan itu adalah bahan Komposit sebagai bahan material. Ha...

