Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS DATA TRANSAKSI PENJUALAN BARANG MENGGUNAKAN TEKNIK K-MEANS CLUSTERING

View through CrossRef
PT. Swiss Padma Jaya Cirebon menghadapi tantangan dalam memahami pola pembelian pelanggan yang semakin kompleks, terutama dengan pertumbuhan volume data transaksi yang besar dan beragam. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif serta mengoptimalkan manajemen stok dan alokasi sumber daya. Dalam konteks ini, analisis data menjadi sangat penting untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai perilaku pelanggan dan tren penjualan produk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan model clustering pada data transaksi penjualan di PT. Swiss Padma Jaya Cirebon menggunakan algoritma K-Means. Dataset yang digunakan terdiri dari berbagai atribut penting, termasuk Cust. Code, Customer Name, Shipment, Salesman, Product Code, Product Name, Sales Order No, Sales Order Date, Qty SO, Brutto SO, DPP SO, Invoice No, BRAND, dan CATEGORY2. Melalui clustering ini, diharapkan dapat diidentifikasi pola pembelian pelanggan serta produk yang sering terjual, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data transaksi penjualan, pembersihan data (data cleaning) untuk memastikan kualitas data, dan penerapan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data berdasarkan pola pembelian dan kategori produk. Evaluasi model dilakukan dengan menggunakan indeks evaluasi seperti Davies-Bouldin Index untuk memastikan kualitas cluster yang terbentuk. Proses pengujian melibatkan berbagai inisialisasi dan variasi jumlah cluster untuk mendapatkan hasil optimal. Hasil penelitian menunjukkan algoritma K-Means berhasil membentuk sepuluh klaster dengan distribusi item yang beragam. Klaster terbesar mencakup 4.884 item, sementara beberapa klaster lainnya berisi lebih sedikit data. Evaluasi model menghasilkan nilai DBI sebesar 0,011, menunjukkan klaster yang sangat baik, dengan pemisahan antar-klaster yang optimal dan kesamaan dalam klaster. Penambahan atribut seperti frekuensi transaksi dan lokasi penjualan diidentifikasi dapat meningkatkan akurasi model. Hasil clustering ini mengungkap pola transaksi, seperti produk musiman dan pelanggan yang rutin membeli merek tertentu, yang dapat mendukung strategi pemasaran yang lebih terfokus dan efisien. Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma K-Means adalah alat yang efektif untuk analisis data transaksi penjualan di perusahaan
Title: ANALISIS DATA TRANSAKSI PENJUALAN BARANG MENGGUNAKAN TEKNIK K-MEANS CLUSTERING
Description:
PT.
Swiss Padma Jaya Cirebon menghadapi tantangan dalam memahami pola pembelian pelanggan yang semakin kompleks, terutama dengan pertumbuhan volume data transaksi yang besar dan beragam.
Hal ini menyulitkan perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif serta mengoptimalkan manajemen stok dan alokasi sumber daya.
Dalam konteks ini, analisis data menjadi sangat penting untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai perilaku pelanggan dan tren penjualan produk.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan model clustering pada data transaksi penjualan di PT.
Swiss Padma Jaya Cirebon menggunakan algoritma K-Means.
Dataset yang digunakan terdiri dari berbagai atribut penting, termasuk Cust.
Code, Customer Name, Shipment, Salesman, Product Code, Product Name, Sales Order No, Sales Order Date, Qty SO, Brutto SO, DPP SO, Invoice No, BRAND, dan CATEGORY2.
Melalui clustering ini, diharapkan dapat diidentifikasi pola pembelian pelanggan serta produk yang sering terjual, sehingga perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data transaksi penjualan, pembersihan data (data cleaning) untuk memastikan kualitas data, dan penerapan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data berdasarkan pola pembelian dan kategori produk.
Evaluasi model dilakukan dengan menggunakan indeks evaluasi seperti Davies-Bouldin Index untuk memastikan kualitas cluster yang terbentuk.
Proses pengujian melibatkan berbagai inisialisasi dan variasi jumlah cluster untuk mendapatkan hasil optimal.
Hasil penelitian menunjukkan algoritma K-Means berhasil membentuk sepuluh klaster dengan distribusi item yang beragam.
Klaster terbesar mencakup 4.
884 item, sementara beberapa klaster lainnya berisi lebih sedikit data.
Evaluasi model menghasilkan nilai DBI sebesar 0,011, menunjukkan klaster yang sangat baik, dengan pemisahan antar-klaster yang optimal dan kesamaan dalam klaster.
Penambahan atribut seperti frekuensi transaksi dan lokasi penjualan diidentifikasi dapat meningkatkan akurasi model.
Hasil clustering ini mengungkap pola transaksi, seperti produk musiman dan pelanggan yang rutin membeli merek tertentu, yang dapat mendukung strategi pemasaran yang lebih terfokus dan efisien.
Penelitian ini membuktikan bahwa algoritma K-Means adalah alat yang efektif untuk analisis data transaksi penjualan di perusahaan.

Related Results

PENERAPAN METODE PROTOTYPE PADA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN MEDIATAMA SOLUSINDO JAMBI
PENERAPAN METODE PROTOTYPE PADA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN MEDIATAMA SOLUSINDO JAMBI
Riwayat Artikel :Diterima : tanggal artikel diterimaDisetujui : tanggal artikel disetujuiMediatama Solusindo merupakan suatu usaha penjualan yang fokus bergerak di bidang penjualan...
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
PENGARUH PENATAUSAHAAN DAN PENERTIBAN BARANG MILIK DAERAH TERHADAP PENGAMANAN BARANG MILIK DAERAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatausahaan dan penertiban barang milik daerah terhadap pengamanan barang milik daerah secara parsial dan simultan di Pemerinta...
APLIKASI PENGHITUNG BERAT BARANG BERBASIS WEB DENGAN METODE NAÏVE BAYES
APLIKASI PENGHITUNG BERAT BARANG BERBASIS WEB DENGAN METODE NAÏVE BAYES
Transaksi jual beli barang loak merupakan proses yang sering kita temukan di lingkungan masyarakat. Akan tetapi transaksi tersebut masih menggunakan metode tradisional yaitu pembel...
Implementasi Sistem Persediaan Pada Optik Jasa Pusat
Implementasi Sistem Persediaan Pada Optik Jasa Pusat
Laporan stok barang adalah laporan yang dibuat untuk mengetahui jumlah stok atau persediaan produk. Kegiatan stok barang di gudang merupakan kegiatan yang menghitung jumlah barang ...
Sistem Informasi Persediaan Barang pada Toko Surez Bogor
Sistem Informasi Persediaan Barang pada Toko Surez Bogor
Abstract— Inventory system at Surez Store is not computerized yet, which is saving the documentations in the archives that mixed and not tidy, so that damaged, loss, and so often...
The Kernel Rough K-Means Algorithm
The Kernel Rough K-Means Algorithm
Background: Clustering is one of the most important data mining methods. The k-means (c-means ) and its derivative methods are the hotspot in the field of clustering research in re...
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KASIR KOPERASI
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KASIR KOPERASI
ABSTRAKKoperasi adalah badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial dan budaya.sistem transaksi penjualan yan...
Analisis dan Perancangan Sistem Penjualan pada Toko Ripani Berbasis Web
Analisis dan Perancangan Sistem Penjualan pada Toko Ripani Berbasis Web
Sistem penjualan online memiliki kegunaan untuk memudahkan penggunanya dalam melakukan sebuah pekerjaan agar lebih efisien. Pada penelitian ini toko ATK (alat tulis kantor) masih m...

Back to Top