Javascript must be enabled to continue!
Tiga Tahap Formulasi Strategi Pembangunan Sektor Pertanian di Kabupaten Lebak
View through CrossRef
Strategi pengembagan sektor pertanian harus didasarkan pada indetifikasi komprehensif dari berbagai permasalahan dan keterlibatan berbagai kelompok kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi-strategi alternatif prioritas bagi pemerintah di Kabupaten Lebak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian berbasis data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada data kualitatif berupa wawancara dan data kuantitatif berupa kuesioner. Sumber informasi yang dilakukan penelusuran adalah pemerintah Kabupaten Lebak, petani, ahli pertanian dan ahli manajemen strategi. Dari data yang terkumpul dipilah sesuai tahapan dan kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, teridentifikasinya berbagai faktor internal dan eksternal dari hasil wawancara, kedua, posisi strategi pemerintah Kabupaten Lebak dalam upaya pembangunan pertanian berada pada posisi grow and build, dan ketiga, terdapat sembilan alternatif strategi prioritas bagi pengembangan sektor pertanian. Strategi yang menjadi alternatif utama adalah “aktif dalam menjemput informasi program bantuan atau kerjasama dari pemerintah pusat, provinsi, daerah atau lembaga lain”. Strategi tersebut sebagai peringkat prioritas pertama yang perlu diperhatikan dalam kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Lebak.
Politeknik Negeri Lampung
Title: Tiga Tahap Formulasi Strategi Pembangunan Sektor Pertanian di Kabupaten Lebak
Description:
Strategi pengembagan sektor pertanian harus didasarkan pada indetifikasi komprehensif dari berbagai permasalahan dan keterlibatan berbagai kelompok kepentingan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi-strategi alternatif prioritas bagi pemerintah di Kabupaten Lebak.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian berbasis data kualitatif dan kuantitatif.
Metode pengumpulan data yang digunakan pada data kualitatif berupa wawancara dan data kuantitatif berupa kuesioner.
Sumber informasi yang dilakukan penelusuran adalah pemerintah Kabupaten Lebak, petani, ahli pertanian dan ahli manajemen strategi.
Dari data yang terkumpul dipilah sesuai tahapan dan kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT dan QSPM.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, teridentifikasinya berbagai faktor internal dan eksternal dari hasil wawancara, kedua, posisi strategi pemerintah Kabupaten Lebak dalam upaya pembangunan pertanian berada pada posisi grow and build, dan ketiga, terdapat sembilan alternatif strategi prioritas bagi pengembangan sektor pertanian.
Strategi yang menjadi alternatif utama adalah “aktif dalam menjemput informasi program bantuan atau kerjasama dari pemerintah pusat, provinsi, daerah atau lembaga lain”.
Strategi tersebut sebagai peringkat prioritas pertama yang perlu diperhatikan dalam kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Lebak.
Related Results
STRATEGI PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN INVESTASI DI KABUPATEN LEBAK
STRATEGI PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN INVESTASI DI KABUPATEN LEBAK
ABSTRAK
Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dapat diwujudkan melalui pembangunan daerah. Akan tetapi, biaya pembangunan yang tidak sedikit sering menjadi penghamb...
ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2011-2016
ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2011-2016
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sektor manakah yang menjadi sektor unggulan di KabupatenSumbawa tahun 2011-2016, mengetahui struktur ekonomi (National Share, Proportiona...
P PERAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN NGADA
P PERAN SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN KABUPATEN NGADA
Salah satu sektor penyumbang nilai tambah terbesar dalam pembentukan PDRB adalah sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor handal dan sangat tahan terhadap kri...
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Perubahan Peran Perempuan pada Sektor Pertanian di Desa Tandawang
Sektor pertanian identik dengan kekuatan fisik laki-laki. Namun, dengan berjalannya waktu banyak perempuan yang bekerja di sektor pertanian. Padahal, perempuan mendapat stereotype ...
Arahan Pengembangan untuk Mengurangi Ketimpangan Wilayah antar Kabupaten/Kota di Provinsi Banten
Arahan Pengembangan untuk Mengurangi Ketimpangan Wilayah antar Kabupaten/Kota di Provinsi Banten
ABSTRAK
Ketimpangan ekonomi antar wilayah merupakan permasalahan yang cukup serius karena dapat diartikan sebagai kemiskinan dan ketimpangan. Indikasi ketimpangan antar daerah ter...
Analisis Penentuan Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Sumatera Barat
Analisis Penentuan Sektor Ekonomi Unggulan Provinsi Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali sektor ekonomi unggulan Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan kombinasi dan pembobotan dari beberapa alat analisis yaitu Tipologi K...
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN PENDEKATAN A’WOT
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN BANTUL DENGAN PENDEKATAN A’WOT
<p>Konversi lahan pertanian di Kabupaten Bantul tinggi, produktivitas dan luas panen tanaman pangan cenderung mengalami penurunan, sehingga perlu diidentifikasi strategi pemb...

