Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY

View through CrossRef
Latar Belakang: Bawang bombay (Allium cepa L.) memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung komponen sulfur dalam bentuk thiosulfinates yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antibakteri minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode difusi Kirby-bauer menggunakan media agar Mueller Hinton Agar (MHA). Kertas cakram steril ditetesi dengan 10 µL minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.) menggunakan mikro pipet konsentrasi 40%, 20%, 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625% 0,3125% dan 0,156% dan kontrol negatif. Konsentrasi tersebut di bagi dalam 2 cawan petri, dalam satu cawan terdapat 5 sampel. Kedua media diinkubasi pada suhu 37 ? selama 24 jam. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh pada konsentrasi 40% (M1), 20% (M2), 10% (M3), 5% (M4), 2,5% (M5), 1,25% (M6), 0,625 (M7), 0,3125% (M8) dan 0,156% (M9) memberikan daya hambat dengan diameter rata-rata 11,18 mm, 10,2 mm, 8,97 mm, 8,46 mm, 7,68 mm, 7,48 mm, 7,24 mm, 6,88 mm dan 0 mm. Kesimpulan: Dari penelitian disimpulkan bahwa minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan KHM minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu konsentrasi 0,3125% (M8) dengan diameter rata-rata 6,88 mm.
Title: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY
Description:
Latar Belakang: Bawang bombay (Allium cepa L.
) memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung komponen sulfur dalam bentuk thiosulfinates yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri.
Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas antibakteri minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.
) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM).
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode difusi Kirby-bauer menggunakan media agar Mueller Hinton Agar (MHA).
Kertas cakram steril ditetesi dengan 10 µL minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.
) menggunakan mikro pipet konsentrasi 40%, 20%, 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625% 0,3125% dan 0,156% dan kontrol negatif.
Konsentrasi tersebut di bagi dalam 2 cawan petri, dalam satu cawan terdapat 5 sampel.
Kedua media diinkubasi pada suhu 37 ? selama 24 jam.
Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh pada konsentrasi 40% (M1), 20% (M2), 10% (M3), 5% (M4), 2,5% (M5), 1,25% (M6), 0,625 (M7), 0,3125% (M8) dan 0,156% (M9) memberikan daya hambat dengan diameter rata-rata 11,18 mm, 10,2 mm, 8,97 mm, 8,46 mm, 7,68 mm, 7,48 mm, 7,24 mm, 6,88 mm dan 0 mm.
Kesimpulan: Dari penelitian disimpulkan bahwa minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.
) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan KHM minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.
) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu konsentrasi 0,3125% (M8) dengan diameter rata-rata 6,88 mm.

Related Results

Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus
Resistensi antibiotika yang meningkat dapat dihambat dengan cara menggunakan antibiotik secara rasional dan mengembangkan sediaan bahan alam yang ada sebagai alternatif pengobatan....
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
Pala merupakan rempah dengan berbagai macam manfaat yang digunakan oleh masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi. Biji pala mengandung berbagai macam senyawa, salah satunya adalah fe...
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Minyak Atsiri Kulit Jeruk (Citrus Sinensis) (L.) Osbeck
Formulasi Sediaan Sabun Padat Transparan Minyak Atsiri Kulit Jeruk (Citrus Sinensis) (L.) Osbeck
Kulit jeruk merupakan bahan alam yang banyak dibuang walaupun banyak khasiat yang terkandung didalamnya. Minyak atsirik kulit jeruk mempunyai khasiat untuk kulit seperti membersihk...
OPTIMASI PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI BUNGA KAMBOJA TERHADAP LILIN AROMATERAPI DARI LILIN SARANG LEBAH
OPTIMASI PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI BUNGA KAMBOJA TERHADAP LILIN AROMATERAPI DARI LILIN SARANG LEBAH
Aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan menggunakan aroma harum yang terdapat pada minyak atsiri. Minyak atsiri dapat dipadukan dengan lilin sebagai media re...
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
MEDFARM : JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
Jahe (Zingiber Officinale) merupakan merupakan salah satu komoditas pertanian yang menempati posisi penting dalam perekonomian masyarakat indonesia, sebagai rempah-rempah yang dipe...
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis
Aterosklerosis merupakan penyakit inflamasi kronis pada dinding arteri yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan disfungsi endotel di dinding arteri sehingga menyebabkan penyempita...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...

Back to Top