Javascript must be enabled to continue!
Analisis Efisiensi Deteksi Partikel Alfa Dengan Partikel Gamma Pada Perangkat Geiger Muller
View through CrossRef
Detektor Geiger Muller (GM) adalah alat penting dalam pengukuran radiasi, tetapi
efisiensinya dalam mendeteksi sinar alfa dibandingkan gamma masih belum sepenuhnya dipahami,
terutama terkait pengaruh ukuran dan bahan detektor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
deteksi sinar alfa terhadap sinar gamma pada tiga jenis detektor GM dengan spesifikasi berbeda. Sumber
radiasi Np-237 digunakan untuk menghasilkan sinar gamma, sementara sinar alfa berasal dari sumber
Am-241. Aluminium foil digunakan sebagai penghalang untuk memisahkan radiasi alfa dan gamma.
Tiga detektor GM dengan radius berbeda (Detektor 1: 1 8,70 mm, Detektor 2: 14,50 mm, Detektor 3:
23,15 mm) diuji untuk efisiensi deteksinya. Hasil menunjukkan efisiensi deteksi sinar alfa terhadap
gamma bervariasi, dengan Detektor 2 mencapai efisiensi tertinggi sebesar 3,87%, sementara Detektor
1 dan 3 hanya 0,75% dan 0,87%. Variasi ini disebabkan oleh kerapatan bahan detektor yang
memengaruhi interaksi radiasi dan ukuran permukaan detektor yang memengaruhi jumlah radiasi
terdeteksi. Detektor 2 yang lebih kecil memiliki optimasi efisiensi karena desain dan kerapatan yang
mendukung. Efisiensi deteksi sinar alfa terhadap gamma pada detektor GM dipengaruhi oleh kerapatan
bahan dan ukuran permukaan, dengan Detektor 2 menunjukkan efisiensi tertinggi sebesar 3,87%.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Analisis Efisiensi Deteksi Partikel Alfa Dengan Partikel Gamma Pada Perangkat Geiger Muller
Description:
Detektor Geiger Muller (GM) adalah alat penting dalam pengukuran radiasi, tetapi
efisiensinya dalam mendeteksi sinar alfa dibandingkan gamma masih belum sepenuhnya dipahami,
terutama terkait pengaruh ukuran dan bahan detektor.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi
deteksi sinar alfa terhadap sinar gamma pada tiga jenis detektor GM dengan spesifikasi berbeda.
Sumber
radiasi Np-237 digunakan untuk menghasilkan sinar gamma, sementara sinar alfa berasal dari sumber
Am-241.
Aluminium foil digunakan sebagai penghalang untuk memisahkan radiasi alfa dan gamma.
Tiga detektor GM dengan radius berbeda (Detektor 1: 1 8,70 mm, Detektor 2: 14,50 mm, Detektor 3:
23,15 mm) diuji untuk efisiensi deteksinya.
Hasil menunjukkan efisiensi deteksi sinar alfa terhadap
gamma bervariasi, dengan Detektor 2 mencapai efisiensi tertinggi sebesar 3,87%, sementara Detektor
1 dan 3 hanya 0,75% dan 0,87%.
Variasi ini disebabkan oleh kerapatan bahan detektor yang
memengaruhi interaksi radiasi dan ukuran permukaan detektor yang memengaruhi jumlah radiasi
terdeteksi.
Detektor 2 yang lebih kecil memiliki optimasi efisiensi karena desain dan kerapatan yang
mendukung.
Efisiensi deteksi sinar alfa terhadap gamma pada detektor GM dipengaruhi oleh kerapatan
bahan dan ukuran permukaan, dengan Detektor 2 menunjukkan efisiensi tertinggi sebesar 3,87%.
Related Results
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
<p>Νίκος Οικονομίδης</...
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">ΠΗΛΙΝΑ ΙΓ&Delta...
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
Telah dilakukan penentuan nilai tegangan operasional detektor isian gas Geiger Muller dengan perbedaan jari-jari windownya. Tegangan operasional didapatkan dengan melakukan pencaca...
Recurrent hepatitis C after liver transplantation: A nonrandomized trial of interferon alfa alone versus interferon alfa and ribavirin
Recurrent hepatitis C after liver transplantation: A nonrandomized trial of interferon alfa alone versus interferon alfa and ribavirin
Liver transplant recipients with recurrent hepatitis C virus (HCV) infection often have histological hepatitis, and in some patients, graft failure develops. The aim of this nonran...
STUDI ANALISIS EFISIENSI STEAM TURBINE GENERATOR PADA BAGIAN ASAM SULFAT DAN UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI IIIB PT PETROKIMIA GRESIK
STUDI ANALISIS EFISIENSI STEAM TURBINE GENERATOR PADA BAGIAN ASAM SULFAT DAN UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI IIIB PT PETROKIMIA GRESIK
Sejumlah energi penggerak peralatan proses sangat diperlukan dalam proses produksi di seluruh pabrik yang ada pada PT Petrokimia Gresik. Departemen Produksi IIIB memiliki unit util...
Functional comparison of Fc epsilon RI, Fc gamma RII, and Fc gamma RIII in mast cells
Functional comparison of Fc epsilon RI, Fc gamma RII, and Fc gamma RIII in mast cells
Abstract
The cellular responses initiated by cross-linking rodent Fc gamma RII-b1, Fc gamma RII-b2, Fc gamma RIII, and Fc epsilon RI in mast cells were compared. Ind...
Cross-linking of both Fc gamma RI and Fc gamma RII induces secretion of tumor necrosis factor by human monocytes, requiring high affinity Fc-Fc gamma R interactions. Functional activation of Fc gamma RII by treatment with proteases or neuraminidase.
Cross-linking of both Fc gamma RI and Fc gamma RII induces secretion of tumor necrosis factor by human monocytes, requiring high affinity Fc-Fc gamma R interactions. Functional activation of Fc gamma RII by treatment with proteases or neuraminidase.
Abstract
Cross-linking of Fc gamma R on human monocytes with human IgG has been shown to induce secretion of the inflammatory and immunoregulatory cytokine TNF. In t...
MATAKULIAH "PROJEK PERANGKAT LUNAK" UNTUK MENGATASI KESENJANGAN TEORI DAN PRAKTIK PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK
MATAKULIAH "PROJEK PERANGKAT LUNAK" UNTUK MENGATASI KESENJANGAN TEORI DAN PRAKTIK PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK
Kemajuan teknologi pada dekade kini menunjukkan bahwa pemanfaatan peralatan elektronika seperti personal komputer, pembangkit kontrol manufaktur, dan peralatan otomatisasi lainnya ...

