Javascript must be enabled to continue!
Pengantar Manajemen Hospitality
View through CrossRef
Penulis merasa bahwa hospilatlity atau keramah-tamahanadalah kunci dalam memenangkan persaingan. Keramah-tamahan yang dimaksud bukan sekedar keramah-tamahan dalam arti bahasa, namun hospitality yang dimaksudmerupakan suatu pengetahuan dan seni dalam hal menjual jasa, melayani pelanggan dengan penuh rasa hormat dan rasa kemanusiaan. Melayani sepenuh hati adalah kunci/ motto usaha dalam memberikan perhatian kepada pelanggan, disamping juga memenuhi segala kebutuhan dasar mereka sebagai manusia, juga aktualisasi diri wisatawan selama berwisata. Hal ini harus mampu dipenuhi oleh pelaku usaha bidang hospitality sebagai tuan rumah serta penyedia jasa yang baik. Dengan kondisi demikian maka pelanggan atau wisatawan akan merasa puas, sehingga wisatawan semakin mencintai produk usaha/ jasa yang kita tawarkan, bahkan tidak jarang membuat rekomendasi produk kita kepada rekan-rekanya.Selain dimaknai sebagai konsep kata kerja, yaitu “sifat ramah tamah kepada tamu.” Hospitality secara umum juga sering dimaknai sebagai sebuah “bentuk usaha jasa pariwisata” (kata benda/objek) yang biasanya disebutkan secara lebih spesifik meliputi usaha akomodasi, usaha food and beverage(restoran), usaha atraksi dan rekreasi, usaha taman wisata, cinema, game/ casino dan lain sebagainya. Karena setiap usaha penyokong pariwisata sudah menjadi kewajiban untuk menerapkan hospitality (ramah-tamah) dalam setiap pelayananya, maka juga dapat disebut usaha hospitality.Bisnis di bidang hospitality bukan hanya tentang menjual kamar-kamar hotel kelas elit sebagai barang (benda mati), ataupun menjual makanan enak yang hanya memenuhi kebutuhan perut. Akan tetapi bisnis hospitality adalah bisnis yang membutuhkan jiwa atau ruh dalam sendi-sendi operasionalnya. Hospitality adalah mengenai bagaimana membuat produk mati menjadi hidup, sehingga langsung dapat menyentuh perasaan klien/ wisatawan sebagai manusia yang juga memiliki jiwa (ruh).Modul yang saya susun ini merupakan sarana pembelajaran mengenai mata kuliah manajemen akomodasi dan restoran, dimana usaha akomodasi dan restoran merupakan bentuk usaha hospitality atau hospitality industri. Akan tetapi konsep hospitality sebenarnya dapat diaplikasikan mahasiswa untuk model usaha lain dan itu tidak masalah. Saat ini hampir segala jenis usaha sudah hospitality oriented (berbasis keramah-tamahan) cobalah perhatikan bank, SPBU, Indomaret dan usaha-usaha lain yang semakin ramah dan humanis.
Title: Pengantar Manajemen Hospitality
Description:
Penulis merasa bahwa hospilatlity atau keramah-tamahanadalah kunci dalam memenangkan persaingan.
Keramah-tamahan yang dimaksud bukan sekedar keramah-tamahan dalam arti bahasa, namun hospitality yang dimaksudmerupakan suatu pengetahuan dan seni dalam hal menjual jasa, melayani pelanggan dengan penuh rasa hormat dan rasa kemanusiaan.
Melayani sepenuh hati adalah kunci/ motto usaha dalam memberikan perhatian kepada pelanggan, disamping juga memenuhi segala kebutuhan dasar mereka sebagai manusia, juga aktualisasi diri wisatawan selama berwisata.
Hal ini harus mampu dipenuhi oleh pelaku usaha bidang hospitality sebagai tuan rumah serta penyedia jasa yang baik.
Dengan kondisi demikian maka pelanggan atau wisatawan akan merasa puas, sehingga wisatawan semakin mencintai produk usaha/ jasa yang kita tawarkan, bahkan tidak jarang membuat rekomendasi produk kita kepada rekan-rekanya.
Selain dimaknai sebagai konsep kata kerja, yaitu “sifat ramah tamah kepada tamu.
” Hospitality secara umum juga sering dimaknai sebagai sebuah “bentuk usaha jasa pariwisata” (kata benda/objek) yang biasanya disebutkan secara lebih spesifik meliputi usaha akomodasi, usaha food and beverage(restoran), usaha atraksi dan rekreasi, usaha taman wisata, cinema, game/ casino dan lain sebagainya.
Karena setiap usaha penyokong pariwisata sudah menjadi kewajiban untuk menerapkan hospitality (ramah-tamah) dalam setiap pelayananya, maka juga dapat disebut usaha hospitality.
Bisnis di bidang hospitality bukan hanya tentang menjual kamar-kamar hotel kelas elit sebagai barang (benda mati), ataupun menjual makanan enak yang hanya memenuhi kebutuhan perut.
Akan tetapi bisnis hospitality adalah bisnis yang membutuhkan jiwa atau ruh dalam sendi-sendi operasionalnya.
Hospitality adalah mengenai bagaimana membuat produk mati menjadi hidup, sehingga langsung dapat menyentuh perasaan klien/ wisatawan sebagai manusia yang juga memiliki jiwa (ruh).
Modul yang saya susun ini merupakan sarana pembelajaran mengenai mata kuliah manajemen akomodasi dan restoran, dimana usaha akomodasi dan restoran merupakan bentuk usaha hospitality atau hospitality industri.
Akan tetapi konsep hospitality sebenarnya dapat diaplikasikan mahasiswa untuk model usaha lain dan itu tidak masalah.
Saat ini hampir segala jenis usaha sudah hospitality oriented (berbasis keramah-tamahan) cobalah perhatikan bank, SPBU, Indomaret dan usaha-usaha lain yang semakin ramah dan humanis.
Related Results
What makes a hospitality professional?
What makes a hospitality professional?
Despite the many efforts to propose effective career development solutions and career satisfaction in the hospitality industry, issues of staff retention and rising turnover contin...
An executive chef’s insights into hospitality in New Zealand: Brent Martin
An executive chef’s insights into hospitality in New Zealand: Brent Martin
2020 was one of the most challenging years to date for the New Zealand hospitality industry. As part of a wider study, a series of interviews were conducted to gain insights into w...
Industry perspective A human resource manager’s insights into hospitality in New Zealand: Lizzy Coughlan
Industry perspective A human resource manager’s insights into hospitality in New Zealand: Lizzy Coughlan
The last two years have been incredibly challenging for the domestic and international hospitality industry. To gain insights from New Zealand hospitality professionals who are als...
Hospitality education in New Zealand prisons
Hospitality education in New Zealand prisons
New Zealand has one of the highest imprisonment rates per capita when compared to the rest of the developed world. People who offend in New Zealand have a 43% chance of reoffending...
Hospitality, professionalism and meaningful work
Hospitality, professionalism and meaningful work
What does it mean to be a professional? What sort of values, knowledge and relationships do we consider essential to become a professional? How does thinking about what professiona...
IMPLEMENTASI HOSPITALITAS DALAM KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI ERA DIGITAL
IMPLEMENTASI HOSPITALITAS DALAM KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI ERA DIGITAL
This paper describes hospitality in transformational leadership that excels in this digital era. When connected using global leadership in this digital era, the hospitality of a cu...
HOSPITALITY, ITS SIGNS AND SYMBOLS IN THE ANCIENT TRADITION
HOSPITALITY, ITS SIGNS AND SYMBOLS IN THE ANCIENT TRADITION
The article is devoted to the study of hospitality as an important cultural and social institution in the ancient world. No other society, except for the ancient Greek one, has off...
BLOCKCHAIN IN HOSPITALITY AND TOURISM INDUSTRY WAY FORWARD
BLOCKCHAIN IN HOSPITALITY AND TOURISM INDUSTRY WAY FORWARD
The paper discusses the scope and impact of blockchain technology-BCT adoption in travel and tourism. Based on a review of literature and the few adoptions of Block chain technolog...

