Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN

View through CrossRef
Abstrak Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu. Beberapa wilayah Indonesia masih berusaha mencapai status gizi normal dimana salah satunya Sulawesi Tenggara memiliki persentase kasus gizi kurang pada Balita mencapai 5,89%. Kendari adalah salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki persentase gizi kurang yang cukup tinggi sebanyak 907 kasus, pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua ditemukan kasus gizi kurang sebanyak 58 kasus. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 133 Balita, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendapatan orang tua (p= 0,019), asupan energi (p= 0,012) dan asupan protein (p= 0,034) dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022 dimana nilai p value (p0,05). Kata kunci: Status Gizi Balita, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein. Abstract A normal nutritional status can be attained by matching nutritional intake with personal needs. Nutritional status is a health indicator. Southeast Sulawesi is one of the regions of Indonesia that is still working to achieve normal nutritional status; there, the incidence of malnutrition among children under the age of five is at 5.89%. With 907 cases, Kendari is one of the regions/cities with a relatively high percentage of malnutrition, The UPTD Benu-Benua Health Center’s operational area has 58 malnutrition cases in 2021. This study's methodology is a quantitative one that combines observational analysis with a cross-sectional approach and sampling. 133 toddlers were included in a basic random sample, and the Chi-Square test was used for statistical analysis. The findings revealed a connection between parental income (p=0.019), calorie consumption (p=0.012), and protein intake (p=0.034) and the nutritional condition of toddlers between the ages of 12 and 59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022. Due to the value (p> 0.05), there is no correlation between a mother's knowledge and the nutritional state of children aged 12-59 months in the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022 (p = 0.725). Keywords: Toddler Nutritional Status, Mother's Knowledge, Parents' Income, Energy Intake, Protein Intake.
Title: FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN
Description:
Abstrak Status gizi merupakan salah satu indikator kesehatan, dimana status gizi yang normal dapat dicapai dengan menyeimbangkan dari asupan gizi dengan kebutuhan individu.
Beberapa wilayah Indonesia masih berusaha mencapai status gizi normal dimana salah satunya Sulawesi Tenggara memiliki persentase kasus gizi kurang pada Balita mencapai 5,89%.
Kendari adalah salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki persentase gizi kurang yang cukup tinggi sebanyak 907 kasus, pada tahun 2021 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua ditemukan kasus gizi kurang sebanyak 58 kasus.
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022.
Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang berjumlah 133 Balita, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendapatan orang tua (p= 0,019), asupan energi (p= 0,012) dan asupan protein (p= 0,034) dengan status gizi Balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2022 dimana nilai p value (p0,05).
Kata kunci: Status Gizi Balita, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein.
Abstract A normal nutritional status can be attained by matching nutritional intake with personal needs.
Nutritional status is a health indicator.
Southeast Sulawesi is one of the regions of Indonesia that is still working to achieve normal nutritional status; there, the incidence of malnutrition among children under the age of five is at 5.
89%.
With 907 cases, Kendari is one of the regions/cities with a relatively high percentage of malnutrition, The UPTD Benu-Benua Health Center’s operational area has 58 malnutrition cases in 2021.
This study's methodology is a quantitative one that combines observational analysis with a cross-sectional approach and sampling.
133 toddlers were included in a basic random sample, and the Chi-Square test was used for statistical analysis.
The findings revealed a connection between parental income (p=0.
019), calorie consumption (p=0.
012), and protein intake (p=0.
034) and the nutritional condition of toddlers between the ages of 12 and 59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022.
Due to the value (p> 0.
05), there is no correlation between a mother's knowledge and the nutritional state of children aged 12-59 months in the Benu-Benua Health Center UPTD Kendari city in 2022 (p = 0.
725).
Keywords: Toddler Nutritional Status, Mother's Knowledge, Parents' Income, Energy Intake, Protein Intake.

Related Results

Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Program Pendampingan Keluarga Balita Gizi Kurang di Wilayah Puskesmas Karanganyar Kota Semarang
Gizi kurang pada balita masih menjadi permasalahan utama di wilayah Puskesmas Karanganyar, Kota Semarang. Hasil penelusuran data sekunder bulan November 2019 menunjukkan 119 balita...
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PEMATANG SIDAMANIK
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PEMATANG SIDAMANIK
Kejadian stunting pada balita merupakan masalah yang dialami hampir di setiap dengan kejadian stunting di Dunia tahun 2021 sebesar 32,6% sementara prevalensi stunting di Indonesia ...
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-5 TAHUN DI DESA SIDANG GUNUNG TIGA KECAMATAN RAWAJITU UTARA KABUPATEN MESUJI
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-5 TAHUN DI DESA SIDANG GUNUNG TIGA KECAMATAN RAWAJITU UTARA KABUPATEN MESUJI
Anak balita merupakan salah satu kelompok usia yang mendapatkan prioritas utama oleh pemerintah dalam hal upaya perbaikan gizi karena kelompok anak pada usia tersebut masih sangat ...
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...

Back to Top