Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA

View through CrossRef
Ungkapan ”persekutuan Roh” dalam Filipi 2:1 bisa berarti persekutuan dengan Roh yang dimungkinkan oleh Roh Kudus sendiri. Gagasan Perjanjian Baru tentang persekutuan ini sering kali tidak dipahami secara benar, akibatnya kabur, ada orang yang terlalu menekankan persekutuan vertikal (kepada Allah) saja dan kurang menekankan segi persekutuan horizontalnya (sesama), demikian sebaliknya, sehingga tidak heran kalau sewaktu-waktu timbul kesenjangan. Padahal keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Kuduanya sama-sama penting dalam pengertian koinonia yang benar. Abineno menambahkan bahwa: Persekutuan itu mengandung realitas yaitu partisipasi dalam Roh Kudus dan persekutuan seorang akan yang lain. Oleh sebab itu bila dikatakan bahwa kita mendapat realitas Roh Kudus melalui Firmannya, maka kita juga mendapat bagian dalam persekutuan dengan sesama anggota jemaat lainnya.[1] Dengan demikian tidak ada tempat untuk hidup secara individual. Persekutuan Kristen diciptakan oleh Roh Kudus, itu berarti bahwa seluruh anggota berpusat pada Roh Kudus yang adalah merupakan gambaran gereja yang benar. Anggota persekutuan adalah orang-orang yang telah dipanggil untuk hidup dalam kasih karunia dengan penuh ketaatan. Harus diakui bahwa ada banyak perdebatan yang menyangkut persekutuan Roh ini, namun yang jelas bahwa dimensi vertikal tetap merupakan dasar untuk gagasan koinonia. Koinonia dalam gereja haruslah dimulai dengan persekutuan dengan Roh Kudus. The phrase "fellowship of the Spirit" in Philippians 2: 1 can mean fellowship with the Spirit made possible by the Holy Spirit himself. The New Testament idea about community is often not understood correctly, the consequences are blurred, there are people who overemphasize vertical alliance (to God) and do not emphasize the horizontal community (others), and vice versa, so it is not surprising that at any time the gap arises. Though both can not be separated from one another. The hilt is equally important in the correct understanding of Koinonia. Abineno added that: Fellowship contains reality, namely participation in the Holy Spirit and fellowship of one another. Therefore if we say that we get the reality of the Holy Spirit through his Word, then we also get a part in fellowship with other fellow church members. Thus there is no place to live individually. Christian fellowship is created by the Holy Spirit, it means that all members are centered on the Holy Spirit which is a true picture of the church. Fellowship members are people who have been called to live gracefully in obedience. It must be admitted that there are many debates concerning the fellowship of the Spirit, but it is clear that the vertical dimension remains the basis for the Koinonia idea. The Koinonia in the church must begin with fellowship with the Holy Spirit.
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, STT Ebenhaezer Tanjung Enim
Title: PERANAN KAUM AWAM DALAM PELAYANAN GEREJA
Description:
Ungkapan ”persekutuan Roh” dalam Filipi 2:1 bisa berarti persekutuan dengan Roh yang dimungkinkan oleh Roh Kudus sendiri.
Gagasan Perjanjian Baru tentang persekutuan ini sering kali tidak dipahami secara benar, akibatnya kabur, ada orang yang terlalu menekankan persekutuan vertikal (kepada Allah) saja dan kurang menekankan segi persekutuan horizontalnya (sesama), demikian sebaliknya, sehingga tidak heran kalau sewaktu-waktu timbul kesenjangan.
Padahal keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.
Kuduanya sama-sama penting dalam pengertian koinonia yang benar.
Abineno menambahkan bahwa: Persekutuan itu mengandung realitas yaitu partisipasi dalam Roh Kudus dan persekutuan seorang akan yang lain.
Oleh sebab itu bila dikatakan bahwa kita mendapat realitas Roh Kudus melalui Firmannya, maka kita juga mendapat bagian dalam persekutuan dengan sesama anggota jemaat lainnya.
[1] Dengan demikian tidak ada tempat untuk hidup secara individual.
Persekutuan Kristen diciptakan oleh Roh Kudus, itu berarti bahwa seluruh anggota berpusat pada Roh Kudus yang adalah merupakan gambaran gereja yang benar.
Anggota persekutuan adalah orang-orang yang telah dipanggil untuk hidup dalam kasih karunia dengan penuh ketaatan.
Harus diakui bahwa ada banyak perdebatan yang menyangkut persekutuan Roh ini, namun yang jelas bahwa dimensi vertikal tetap merupakan dasar untuk gagasan koinonia.
Koinonia dalam gereja haruslah dimulai dengan persekutuan dengan Roh Kudus.
The phrase "fellowship of the Spirit" in Philippians 2: 1 can mean fellowship with the Spirit made possible by the Holy Spirit himself.
The New Testament idea about community is often not understood correctly, the consequences are blurred, there are people who overemphasize vertical alliance (to God) and do not emphasize the horizontal community (others), and vice versa, so it is not surprising that at any time the gap arises.
Though both can not be separated from one another.
The hilt is equally important in the correct understanding of Koinonia.
Abineno added that: Fellowship contains reality, namely participation in the Holy Spirit and fellowship of one another.
Therefore if we say that we get the reality of the Holy Spirit through his Word, then we also get a part in fellowship with other fellow church members.
Thus there is no place to live individually.
Christian fellowship is created by the Holy Spirit, it means that all members are centered on the Holy Spirit which is a true picture of the church.
Fellowship members are people who have been called to live gracefully in obedience.
It must be admitted that there are many debates concerning the fellowship of the Spirit, but it is clear that the vertical dimension remains the basis for the Koinonia idea.
The Koinonia in the church must begin with fellowship with the Holy Spirit.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menjalankan tugas utamanya terhadap penginjilan. Tugas penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dipertajamkan langsun...
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Tujuan tulisan ini ialah untuk menggali kekayaan kazanah teologi Katolik tentang Gereja secara khusus yang akan digali dalam tulisan ini tentang Gereja musafir. Kata Musafir mau me...
AWAM POLITIS DAN TUGAS KRITIS-PROFETIS
AWAM POLITIS DAN TUGAS KRITIS-PROFETIS
Fokus tulisan ini menjelaskan tentang awam politis dan tugas kritis-profetis. Politik merupakan bidang yang fundamental dalam kehidupan bernegara. Politik merupakan kunci sukses pe...
REVITALISASI ATMA REKSA: Wujud Integrasi Solidaritas Rasul Awam
REVITALISASI ATMA REKSA: Wujud Integrasi Solidaritas Rasul Awam
Solidaritas adalah suatu sikap yang dapat dimiliki oleh setiap manusia yang didalamnya saling berkaitan dengan sebuah ungkapan perasaan seseorang atas rasa senasib dan sepenanggung...
PELAYANAN PUBLIK E-KTP DI DESA TIRONGKOTUA KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA
PELAYANAN PUBLIK E-KTP DI DESA TIRONGKOTUA KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui sikap masyarakat terhadap pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik, (2) Untuk mengetahui hambatan  pemerin...
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Kajian Peran Gereja Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara
Peranan gereja sangat menolong anggota jemaat untuk menghadapi masalah hidup termasuk masalah kenakalan remaja. Kajian Peran Gereja Di GKII Long Peso Kalimantan Utara. Tujuan dari ...

Back to Top