Javascript must be enabled to continue!
STUNTING MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS DAN BAHASA ANAK USIA 0-24 BULAN
View through CrossRef
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu faktor resiko yang akan mengganggu perkembangan anak. Perkembangan anak dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosialisasi pada anak usia 0-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di desa Sukaluyu dan Sri Kamulyan Kabupaten Karawang. Responden penelitian berjumlah 234 anak usia 0-24 bulan. Kriteria inklusi yang ditentukan adalah anak dalam kondisi sehat dan memiliki KMS/ buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi square dan koefisien kontigensi. Hasil penelitian menunjukkan 11,97% responden berada dalam kategori pendek dan 14,96% kategori sangat pendek. Perkembangan anak yang mengalami keterlambatan (delayed) antara lain: 32,48% motorik kasar, 7,26% motorik halus, 11,97% bahasa dan 8,97% sosialisasi. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara PB/ Usia dengan motorik kasar (p value 0,053; C 0,886; CI 95%), motorik halus (p value 0,001; C 0,258; CI 95%), bahasa (p value 0,049; C 0,906; CI 95%). Kondisi tinggi badan/ usia terbukti tidak berhubungan dengan perkembangan sosialisasi anak usia 0-24 bulan (p value 0,116; C 0,363; CI 95%). Monitoring dan edukasi kepada kader posyandu dan keluarga sangat penting agar stimulasi gizi dan perkembangan anak dapat dilakukan sedini mungkin.
ABSTRACT
Stunting is one of the risk factors that will interfere with child development. Child development can affect the quality of human resources in the future. The purpose of this study was to determine the relationship between stunting and the development of gross motor, fine motor, language, and socialization in children aged 0-24 months. This study used a cross-sectional design. The research was conducted in Sukaluyu and Sri Kamulyan villages, Karawang regency. The research respondents were 234 children aged 0-24 months. The specified inclusion criteria are children in good health and have KMS/KIA books. Data analysis was performed using the Chi-square test and contingency coefficient. The results showed that 11.97% of respondents were in a stunted category and 14.96% in a very stunted category. The development of children who experience delays includes 32.48% gross motor, 7.26% fine motor, 11.97% language, and 8.97% socialization. The results of the correlation test showed that there was a relationship between height/Age with gross motor skills (p-value 0.053; C 0.886; 95% CI), fine motor skills (p-value 0.001; C 0.258; 95% CI), language (p-value 0.049; C 0.906; 95% CI). The condition of height/age proved to be unrelated to the socialization development of children aged 0-24 months (p-value 0.116; C 0.363; 95% CI). Monitoring and education to posyandu cadres and families are very important so that nutrition stimulation and child development can be carried out as early as possible.
Title: STUNTING MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS DAN BAHASA ANAK USIA 0-24 BULAN
Description:
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu faktor resiko yang akan mengganggu perkembangan anak.
Perkembangan anak dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosialisasi pada anak usia 0-24 bulan.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.
Penelitian dilakukan di desa Sukaluyu dan Sri Kamulyan Kabupaten Karawang.
Responden penelitian berjumlah 234 anak usia 0-24 bulan.
Kriteria inklusi yang ditentukan adalah anak dalam kondisi sehat dan memiliki KMS/ buku KIA.
Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi square dan koefisien kontigensi.
Hasil penelitian menunjukkan 11,97% responden berada dalam kategori pendek dan 14,96% kategori sangat pendek.
Perkembangan anak yang mengalami keterlambatan (delayed) antara lain: 32,48% motorik kasar, 7,26% motorik halus, 11,97% bahasa dan 8,97% sosialisasi.
Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara PB/ Usia dengan motorik kasar (p value 0,053; C 0,886; CI 95%), motorik halus (p value 0,001; C 0,258; CI 95%), bahasa (p value 0,049; C 0,906; CI 95%).
Kondisi tinggi badan/ usia terbukti tidak berhubungan dengan perkembangan sosialisasi anak usia 0-24 bulan (p value 0,116; C 0,363; CI 95%).
Monitoring dan edukasi kepada kader posyandu dan keluarga sangat penting agar stimulasi gizi dan perkembangan anak dapat dilakukan sedini mungkin.
ABSTRACT
Stunting is one of the risk factors that will interfere with child development.
Child development can affect the quality of human resources in the future.
The purpose of this study was to determine the relationship between stunting and the development of gross motor, fine motor, language, and socialization in children aged 0-24 months.
This study used a cross-sectional design.
The research was conducted in Sukaluyu and Sri Kamulyan villages, Karawang regency.
The research respondents were 234 children aged 0-24 months.
The specified inclusion criteria are children in good health and have KMS/KIA books.
Data analysis was performed using the Chi-square test and contingency coefficient.
The results showed that 11.
97% of respondents were in a stunted category and 14.
96% in a very stunted category.
The development of children who experience delays includes 32.
48% gross motor, 7.
26% fine motor, 11.
97% language, and 8.
97% socialization.
The results of the correlation test showed that there was a relationship between height/Age with gross motor skills (p-value 0.
053; C 0.
886; 95% CI), fine motor skills (p-value 0.
001; C 0.
258; 95% CI), language (p-value 0.
049; C 0.
906; 95% CI).
The condition of height/age proved to be unrelated to the socialization development of children aged 0-24 months (p-value 0.
116; C 0.
363; 95% CI).
Monitoring and education to posyandu cadres and families are very important so that nutrition stimulation and child development can be carried out as early as possible.
.
Related Results
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mengguntingan dan Menempel. Motorik halus adalah salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangakan pada anak usia dini den...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Toddler
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Toddler
Pendahuluan: Perkembangan motorik kasar adalah perkembangan kemampuan anak anak yang melibatkan otot-otot besar dalam melakukan gerakan dan sikap tubuh. Banyak factor yang mempenga...
Tinjauan Sistematik Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-5 Tahun
Tinjauan Sistematik Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-5 Tahun
Perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-5 tahun merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang yang berpengaruh terhadap kualitas hidup anak. Salah satu faktor yang me...
Peningkatan Motorik Halus Melalui Media Kolase Berbahan Alam Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian
Peningkatan Motorik Halus Melalui Media Kolase Berbahan Alam Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian
Latar belakang dari penlitian ini adalah perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di TK Kamboja Perumnas Muara Bulian masih belum sepenuhnya berkembang. Hal ini terlihat dari...
Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala anugerah dan rahmat-Nya, sehingga Buku Ajar Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini untuk Tingkat Perguruan Tinggi ini dapa...
Pengaruh Bermain Kolase Dan Mozaik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Di RA Sutan Ali Malindo
Pengaruh Bermain Kolase Dan Mozaik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Di RA Sutan Ali Malindo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perkembangan motorik halus anak usia dini bermain kolase dan mozaik dan untuk mengetahui ada pengaruh bermain kolase dan mozaik t...
PENGARUH PEMBERIAN MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN
PENGARUH PEMBERIAN MICRONUTRIENT SPRINKLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK STUNTING USIA 12-36 BULAN
Latar belakang : Stunting disebabkan karena kurangnya asupan makronutien dan mikronutrien dalam jangka panjang. Stunting dapat meningkatkan risiko kesakitan, kematian, hambatan per...

