Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGEMBANGAN DIAGNOSTIK LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENATALAKSANAAN DAN PENGENDALIAN DIFTERI

View through CrossRef
Difteri harus tetap diwaspadai karena merupakan penyakit re-emerging yang sewaktu-waktu bisa meningkat secara cepat dan berpotensi menyebabkan wabah. Dalam hal ini, laboratorium memiliki peran penting dalam penatalaksanaan dan pengendalian difteri. Pengembangan diagnostik laboratorium dengan metode konvensional sebagai gold standard pemeriksaan difteri dapat meningkatkan sensitifitas dan kecepatan hasil pemeriksaan. Pengembangan metode PCR dapat membantu dan melengkapi keterbatasan dari metode konvensional sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan pendamping. Penerapan hasil pengembangan diagnostik laboratorium dan penggabungan metode konvensional dengan PCR akan meningkatkan kecepatan, sensitifitas, dan visibilitas pemeriksaan laboratorium difteri. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan penatalaksanaan kasus dan pengendalian difteri, terutama dalam merespon secara cepat terjadinya wabah atau kejadian luar biasa (KLB) difteri di lapangan. Keberhasilan pengembangan diagnostik laboratorium difteri harus ditunjang dengan peran aktif semua pihak terkait, meliputi klinisi dan tenaga kesehatan lain, surveilans, laboratorium, dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Begitu juga dengan masyarakat umum, perlu menjalankan perilaku hidup sehat dan mengikuti program pemerintah, khususnya program imunisasi.
Penerbit BRIN
Title: PENGEMBANGAN DIAGNOSTIK LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENATALAKSANAAN DAN PENGENDALIAN DIFTERI
Description:
Difteri harus tetap diwaspadai karena merupakan penyakit re-emerging yang sewaktu-waktu bisa meningkat secara cepat dan berpotensi menyebabkan wabah.
Dalam hal ini, laboratorium memiliki peran penting dalam penatalaksanaan dan pengendalian difteri.
Pengembangan diagnostik laboratorium dengan metode konvensional sebagai gold standard pemeriksaan difteri dapat meningkatkan sensitifitas dan kecepatan hasil pemeriksaan.
Pengembangan metode PCR dapat membantu dan melengkapi keterbatasan dari metode konvensional sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan pendamping.
Penerapan hasil pengembangan diagnostik laboratorium dan penggabungan metode konvensional dengan PCR akan meningkatkan kecepatan, sensitifitas, dan visibilitas pemeriksaan laboratorium difteri.
Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan penatalaksanaan kasus dan pengendalian difteri, terutama dalam merespon secara cepat terjadinya wabah atau kejadian luar biasa (KLB) difteri di lapangan.
Keberhasilan pengembangan diagnostik laboratorium difteri harus ditunjang dengan peran aktif semua pihak terkait, meliputi klinisi dan tenaga kesehatan lain, surveilans, laboratorium, dan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Begitu juga dengan masyarakat umum, perlu menjalankan perilaku hidup sehat dan mengikuti program pemerintah, khususnya program imunisasi.

Related Results

PROFIL PENYAKIT DIFTERI, PENGETAHUAN, USIA, DAN RIWAYAT IMUNISASI PADA MASYARAKAT
PROFIL PENYAKIT DIFTERI, PENGETAHUAN, USIA, DAN RIWAYAT IMUNISASI PADA MASYARAKAT
ABSTRAKKasus difteri pada tahun 2018 kembali lagi ditemukan di Kabupaten Cianjur. Kejadian difteri tersebut dianggap suatu kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ditemukan sejumlah...
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI PADA ANAK USIA 5-7 TAHUN DI DESA BABELAN KOTA BEKASI
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI PADA ANAK USIA 5-7 TAHUN DI DESA BABELAN KOTA BEKASI
Pendahuluan: Difteri pada umumnya lebih banyak menyerang pada usia anak 5-7 tahun. Penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Conybacterium diptheria (Kementerian Kesehatan...
Gambaran Jenis Kelamin dan Usia Pasien Difteri di RSUD Dr. Slamet Garut Tahun 2022-2023
Gambaran Jenis Kelamin dan Usia Pasien Difteri di RSUD Dr. Slamet Garut Tahun 2022-2023
Abstract. Diphtheria remains a global health problem, especially in countries with low vaccination coverage. In addition to vaccination status, the distribution of diphtheria cases...
Penggunaan Media Digital Untuk Penanganan KLB DIFTERI
Penggunaan Media Digital Untuk Penanganan KLB DIFTERI
Beberapa pihak mensinyalir bahwa penyakit difteri kembali terjadi karena adanya penolakan sebagian kecil anggota masyarakat terhadap imunisasi dengan alasan keyakinan, ketidakperca...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Pelaksanaan Surveilans Difteri Berdasarkan Komponen Sistem Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
Gambaran Pelaksanaan Surveilans Difteri Berdasarkan Komponen Sistem Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacteria diphtheriae. Menurut data WHO pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan kedua di Dunia dengan jumlah kasus ...
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajem...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...

Back to Top