Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi Ammonium nitrat dan sukrosa yang optimal untuk menghasilkan umbi mikro yang besar dengan waktu pembentukan umbi yang lebih cepat dan berat basah umbi mikro tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Januari  hingga April 2019 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Taraf faktor N yaitu 825 mg/L, 1650 mg/L dan 2475 mg/L, sedangkan taraf faktor S yaitu 60 g/L, 75 g/L dan 90 g/L dengan perlakuan kombinasi N1S1, N1S2, N1S3, N2S1, N2S2, N2S3, N3S1, N3S2, N3S3. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan kemudian diuji lebih lanjut dengan menggunakan DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter kedinian umbi dan jumlah umbi yaitu 825 mg/L, sedangkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter tinggi tanaman, diameter umbi dan bobot umbi adalah 1650 mg/L. Konsentrasi sukrosa terbaik untuk kedinian umbi mikro yaitu 75 g/L. Interaksi nitrogen dan sukrosa yang terbaik untuk parameter kedinian umbi mikro adalah perlakuan 825 mg/L NH4NO3 dan 75 g/L sukrosa.
Title: Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi Ammonium nitrat dan sukrosa yang optimal untuk menghasilkan umbi mikro yang besar dengan waktu pembentukan umbi yang lebih cepat dan berat basah umbi mikro tinggi.
Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Januari  hingga April 2019 di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Politeknik Negeri Jember.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, 9 perlakuan dan 3 ulangan.
Taraf faktor N yaitu 825 mg/L, 1650 mg/L dan 2475 mg/L, sedangkan taraf faktor S yaitu 60 g/L, 75 g/L dan 90 g/L dengan perlakuan kombinasi N1S1, N1S2, N1S3, N2S1, N2S2, N2S3, N3S1, N3S2, N3S3.
Data dianalisis menggunakan ANOVA dan kemudian diuji lebih lanjut dengan menggunakan DMRT 5%.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter kedinian umbi dan jumlah umbi yaitu 825 mg/L, sedangkan konsentrasi NH4NO3 terbaik untuk parameter tinggi tanaman, diameter umbi dan bobot umbi adalah 1650 mg/L.
Konsentrasi sukrosa terbaik untuk kedinian umbi mikro yaitu 75 g/L.
Interaksi nitrogen dan sukrosa yang terbaik untuk parameter kedinian umbi mikro adalah perlakuan 825 mg/L NH4NO3 dan 75 g/L sukrosa.

Related Results

Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Dermatofitosis adalah infeksi pada epidermis kulit, rambut dan kuku disebabkan oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang tersebar di seluruh dunia yaitu Trichophy...

Back to Top