Javascript must be enabled to continue!
Wari, a Karawitan Composition | Wari, Sebuah Komposisi Karawitan
View through CrossRef
Karya komposisi karawitan tabuh kreasi yang berjudul “Wari” ini merupakan karya komposisi baru atau karya komposisi karawitan kreasi yang menawarkan gagasan baru, bersifat kekinian, dan mengutamakan originalitas. Penata berimajinasi dengan merangkai sebuah komposisi secara sistematis yang sumber inspirasinya dari persamaan diberbagai jenis ornamentasi yang terdapat pada ubit-ubitan gangsa pemade, gangsa kantilan, instrumen reong dengan instrumen yang lainnya. Penata ingin karya kreasi ini dapat memberikan kesan dan suasana baru, maka untuk mewujudkan hal tersebut, penata ingin mengkemas beberapa jalinan melodi serta jalinan ubit-ubitan atau kotekan. Semua itu di kemas dengan berpijak dari sesuatu yang sederhana ke hal yang baru.Disini letak kebaruannya sampai batas maksimal kemampuan penata mengkemas karya kreasi menjadi sesuatu yang baru. Pada karya komposisi “Wari” ini strukturnya mempergunakan perbagian seperti bagian I, bagian II, bagian III .Pemilihan seperangkat gamelan tersebut yakni dalam media ungkap gamelan gong kebyar penata membuat karya yang mampu merefleksikan ide dari bentuk olahannya/motif garapnya dari instrumen gangsa pemade, gangsa kantilan yang dibuatkan kotekan atau ubit-ubitan sedangkan pada melodi seperti penyacah, jublag, dan jegog juga dibuatkan melodi dengan porsi yang sama seperti halnya pada instrumen gangsa pemade, gangsa kantilan. Serta mengolah unsur-unsur musik seperti dinamika (aes-uncab) dan temponya.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Wari, a Karawitan Composition | Wari, Sebuah Komposisi Karawitan
Description:
Karya komposisi karawitan tabuh kreasi yang berjudul “Wari” ini merupakan karya komposisi baru atau karya komposisi karawitan kreasi yang menawarkan gagasan baru, bersifat kekinian, dan mengutamakan originalitas.
Penata berimajinasi dengan merangkai sebuah komposisi secara sistematis yang sumber inspirasinya dari persamaan diberbagai jenis ornamentasi yang terdapat pada ubit-ubitan gangsa pemade, gangsa kantilan, instrumen reong dengan instrumen yang lainnya.
Penata ingin karya kreasi ini dapat memberikan kesan dan suasana baru, maka untuk mewujudkan hal tersebut, penata ingin mengkemas beberapa jalinan melodi serta jalinan ubit-ubitan atau kotekan.
Semua itu di kemas dengan berpijak dari sesuatu yang sederhana ke hal yang baru.
Disini letak kebaruannya sampai batas maksimal kemampuan penata mengkemas karya kreasi menjadi sesuatu yang baru.
Pada karya komposisi “Wari” ini strukturnya mempergunakan perbagian seperti bagian I, bagian II, bagian III .
Pemilihan seperangkat gamelan tersebut yakni dalam media ungkap gamelan gong kebyar penata membuat karya yang mampu merefleksikan ide dari bentuk olahannya/motif garapnya dari instrumen gangsa pemade, gangsa kantilan yang dibuatkan kotekan atau ubit-ubitan sedangkan pada melodi seperti penyacah, jublag, dan jegog juga dibuatkan melodi dengan porsi yang sama seperti halnya pada instrumen gangsa pemade, gangsa kantilan.
Serta mengolah unsur-unsur musik seperti dinamika (aes-uncab) dan temponya.
Related Results
Stable isotope analysis of a pre‐Hispanic Andean community: Reconstructing pre‐Wari and Wari era diets in the hinterland of the Wari empire, Peru
Stable isotope analysis of a pre‐Hispanic Andean community: Reconstructing pre‐Wari and Wari era diets in the hinterland of the Wari empire, Peru
AbstractObjectivesStable carbon and nitrogen isotope analysis is used to reconstruct diet among a pre‐Hispanic population from the Peruvian Andes to evaluate whether local foodways...
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Traditional arts education, such as Karawitan, plays an important role in building cultural identity and social skills among students amidst the forces of globalization. Karawitan,...
Genetic continuity after the collapse of the Wari empire: Mitochondrial DNA profiles from Wari and post‐Wari populations in the ancient Andes
Genetic continuity after the collapse of the Wari empire: Mitochondrial DNA profiles from Wari and post‐Wari populations in the ancient Andes
AbstractThe Wari empire flourished in the central, highland Peruvian Andes from AD 600–1000, and although the events that led to its demise are unknown, archaeological evidence ind...
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Music Composition “Ngulat-Gedig” | Komposisi Karawitan “Ngulet-Gedig”
Ngulat-Gedig merupakan karya seni karawitan baru yang bermakna jalinan nada saling-silang dan saling melengkapi untuk mendapatkan disain yang kuat dan indah. Komposisi karawitan ba...
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
Kelompok karawitan Margo Laras merupakan kelompok karawitan yang terkenal di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Profesionalitas kelompok karawitan Margo Laras Pati terbangun oleh banya...
Method of Creation And Creative Process of Composition “Temuku Aya” | Metode Penciptaan dan Proses Kreativitas Komposisi “Temuku Aya”
Method of Creation And Creative Process of Composition “Temuku Aya” | Metode Penciptaan dan Proses Kreativitas Komposisi “Temuku Aya”
Temuku Aya merupakan sebuah komposisi karawitan yang mengangkat objek visual temuku sebagai gagasan ide dalam komposisi ini. Komposisi karawitan ini merupakan komposisi inovatif de...
Moche-Wari Textiles from Huaca del Sol, Moche influence in the Middle Horizon
Moche-Wari Textiles from Huaca del Sol, Moche influence in the Middle Horizon
Moche-Wari Textiles from Huaca del Sol, Moche influence in the Middle Horizon
Authors
Amy Oakland, California State University - East Bay
Follow
Date of this Version
2024
Docume...
Religious Ritual and Wari State Expansion
Religious Ritual and Wari State Expansion
The role of ritual and religion in the expansion of archaic states is often overlooked in favor of militaristic or economic explanations. In chapter 6, Williams and Nash explore re...

