Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KAJIAN PERSEPSI TERHADAP RUANG ARSITEKTUR MELALUI MEDIA FOTOGRAFI STUDI KASUS: KAMPUNG KOREA BANDUNG

View through CrossRef
Abstrak- Arsitektur, dianggap sebagai salah satu instrumen utama untuk menghubungkan seorang individu  dengan dimensi ruang dan waktu. Namun, seriring dengan berkembangnya budaya dan teknologi, seorang  individu tidak harus berada di sebuah ruang untuk dapat merasakan ruangnya, melainkan hanya dengan melihat  gambar atau foto dari ruang tersebut. Dengan menggunakan media fotografi arsitektur, seorang arsitek dapat  mengkomunikasikan ide, konsep, dan fungsi melalui komunikasi visual kepada masyarakat umum. Namun,  bentukan gambar sebagai media komunikasi nonverbal yang tidak memiliki deskripsi khusus dan terarah seperti  halnya bentuk komunikasi verbal/tulisan, tentu akan memiliki proses penerimaan yang berbeda pada tiap individu.  Objek visual yang terbentuk sedemikian rupa akan mengarahkan persepsi yang kemudian memiliki hasil  penerimaan berbeda pada setiap individu karena proses pembentukan persepsi sangat bergantung pada  pengetahuan atau memori yang dimiliki oleh setiap orang. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan apakah fotografi  arsitektur dapat mengkomunikasikan informasi yang efektif dan bersifat sama antara pengamat ruang langsung  dan pengamat ruang melalui media fotografi. Berdasarkan isu dan teori yang digunakan adalah teori yang mempengaruhi persepsi dan teori elemen ruang  luar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian mix-method, yaitu gabungan antara penelitian kuantitatif  dan kualitatif. Karena proses dan makna (perspektif subjek) menjadi poin utama dalam penelitian namun harus  dimasukkan variabel-variabel yang sesuai sehingga data dapat diambil seoptimal mungkin. Setelah melakukan  penelitian, penulis kemudian memanfaatkan teori yang ada sebagai penjelas dan mencocokan teori dengan data  kemudian menganalisis data dan membuat kesimpulan akhir. Kesimpulan yang kemudian didapat dari penelitian ini adalah penjelasan bahwa seperti apa persepsi yang  dirasakan oleh responden pengamat langsung dan pengamat tidak langsung terhadap ruang-ruang di Kampung  Korea Bandung. Dari hasil data tersebut, faktor pembentuk persepsi dan emosi akan diidentifikasikan, hasil  dominan kemudian dari persepsi dominan pada objek seperti persepsi ‘buatan’, ‘sangat terang’, dan ‘bersih’ akan  dianalisa hubungannya dengan faktor pembentuk serta perbandingan persepsi pengaamat langsung dan pengamat  tidak langsung. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh faktor elemen  fisik ruang terhadap pembentukan persepsi yang dapat digunakan dalam proses pembuatan desain arsitektur atau  fotografi arsitektur.
Title: KAJIAN PERSEPSI TERHADAP RUANG ARSITEKTUR MELALUI MEDIA FOTOGRAFI STUDI KASUS: KAMPUNG KOREA BANDUNG
Description:
Abstrak- Arsitektur, dianggap sebagai salah satu instrumen utama untuk menghubungkan seorang individu  dengan dimensi ruang dan waktu.
Namun, seriring dengan berkembangnya budaya dan teknologi, seorang  individu tidak harus berada di sebuah ruang untuk dapat merasakan ruangnya, melainkan hanya dengan melihat  gambar atau foto dari ruang tersebut.
Dengan menggunakan media fotografi arsitektur, seorang arsitek dapat  mengkomunikasikan ide, konsep, dan fungsi melalui komunikasi visual kepada masyarakat umum.
Namun,  bentukan gambar sebagai media komunikasi nonverbal yang tidak memiliki deskripsi khusus dan terarah seperti  halnya bentuk komunikasi verbal/tulisan, tentu akan memiliki proses penerimaan yang berbeda pada tiap individu.
  Objek visual yang terbentuk sedemikian rupa akan mengarahkan persepsi yang kemudian memiliki hasil  penerimaan berbeda pada setiap individu karena proses pembentukan persepsi sangat bergantung pada  pengetahuan atau memori yang dimiliki oleh setiap orang.
Oleh sebab itu, muncul pertanyaan apakah fotografi  arsitektur dapat mengkomunikasikan informasi yang efektif dan bersifat sama antara pengamat ruang langsung  dan pengamat ruang melalui media fotografi.
 Berdasarkan isu dan teori yang digunakan adalah teori yang mempengaruhi persepsi dan teori elemen ruang  luar.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian mix-method, yaitu gabungan antara penelitian kuantitatif  dan kualitatif.
Karena proses dan makna (perspektif subjek) menjadi poin utama dalam penelitian namun harus  dimasukkan variabel-variabel yang sesuai sehingga data dapat diambil seoptimal mungkin.
Setelah melakukan  penelitian, penulis kemudian memanfaatkan teori yang ada sebagai penjelas dan mencocokan teori dengan data  kemudian menganalisis data dan membuat kesimpulan akhir.
 Kesimpulan yang kemudian didapat dari penelitian ini adalah penjelasan bahwa seperti apa persepsi yang  dirasakan oleh responden pengamat langsung dan pengamat tidak langsung terhadap ruang-ruang di Kampung  Korea Bandung.
Dari hasil data tersebut, faktor pembentuk persepsi dan emosi akan diidentifikasikan, hasil  dominan kemudian dari persepsi dominan pada objek seperti persepsi ‘buatan’, ‘sangat terang’, dan ‘bersih’ akan  dianalisa hubungannya dengan faktor pembentuk serta perbandingan persepsi pengaamat langsung dan pengamat  tidak langsung.
Hasil penelitian dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh faktor elemen  fisik ruang terhadap pembentukan persepsi yang dapat digunakan dalam proses pembuatan desain arsitektur atau  fotografi arsitektur.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Keberlanjutan Kampung Lama Berbasis Potensi Kearifan Lokal di Kota Semarang
Keberlanjutan Kampung Lama Berbasis Potensi Kearifan Lokal di Kota Semarang
The old kampung is an embryo of urban development which has historical and cultural values, as well as the identity. However, the old kampung is threatened physically and noThe old...
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, whi...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...

Back to Top