Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menguji kembali hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu, yaitu: Hermina dan Edy Suprianto (2014), Rida, dkk. (2016), Usman Harun (2016), Salman Al-Parisi (2017), Rima Cahya Suwarno dan Ahmad Mifdlol Muthohar (2018), Hamdani, dkk.(2018), Muhammad Syakhrun, dkk. (2019), dan Yolanda Fitri Zulvia (2020) yang menyatakan bahwa FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM dan DPK berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada kinerja keuangan bank umum syariah di Indonesia. Populasi penelitian adalah 14 BUS dan dengan teknik purposive sampling terpilihlah 12 BUS sebagai sampel penelitian posisi 2015-2020. Data bersumber dari data sekunder yang diambil dari laporan keuangan (annual report) masing-masing BUS. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa FDR dengan nilai signifikan (0,355) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, BOPO dengan nilai signifikan (0,000) berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, CAR dengan nilai signifikan (0,005) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NPF dengan nilai signifikan (0,102) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NOM dengan nilai signifikan (0,392) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, DPK dengan nilai signifikan (0,029) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah. Secara simultan FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM, DPK dengan nilai signifikan sebesar (0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, dengan R Square sebesar 0,753 yang artinya 75,3% adanya pengaruh yang dapat dijelaskan dari variabel independen sedangkan 24,7% dijelaskan dari faktor lain yang tidak diteliti.
STIBA Arraayah Sukabumi
Title: Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia
Description:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menguji kembali hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu, yaitu: Hermina dan Edy Suprianto (2014), Rida, dkk.
(2016), Usman Harun (2016), Salman Al-Parisi (2017), Rima Cahya Suwarno dan Ahmad Mifdlol Muthohar (2018), Hamdani, dkk.
(2018), Muhammad Syakhrun, dkk.
(2019), dan Yolanda Fitri Zulvia (2020) yang menyatakan bahwa FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM dan DPK berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada kinerja keuangan bank umum syariah di Indonesia.
Populasi penelitian adalah 14 BUS dan dengan teknik purposive sampling terpilihlah 12 BUS sebagai sampel penelitian posisi 2015-2020.
Data bersumber dari data sekunder yang diambil dari laporan keuangan (annual report) masing-masing BUS.
Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa FDR dengan nilai signifikan (0,355) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, BOPO dengan nilai signifikan (0,000) berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, CAR dengan nilai signifikan (0,005) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NPF dengan nilai signifikan (0,102) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NOM dengan nilai signifikan (0,392) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, DPK dengan nilai signifikan (0,029) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah.
Secara simultan FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM, DPK dengan nilai signifikan sebesar (0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, dengan R Square sebesar 0,753 yang artinya 75,3% adanya pengaruh yang dapat dijelaskan dari variabel independen sedangkan 24,7% dijelaskan dari faktor lain yang tidak diteliti.

Related Results

Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
Determinants of Islamic Banking Profitability: A Comparative Analysis of Indonesia and Malaysia
ABSTRACT Islamic banking in Indonesia and Malaysia experienced differences in asset growth and market share, potentially causing dissimilarity in profitability performance. This st...
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
STATUS HUKUM NASABAH BNI SYARIAH SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA
Abstrak Penelitian ini membahas tentang bagaimana status hukum nasabah BNI Syariah Makassar setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Kelahiran Bank Syariah Indonesia, pengga...
CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
CORPORATE SOCIAL PERFORMANCE (CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA
Abstrak:Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank kon­vensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa...
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
The Business Cycle as a Moderator of Financing for Financing Risk of Islamic Commercial Banks in Indonesia
ABSTRACT Islamic banking is undoubtedly faced with several potential financing risks, with the three largest financing contracts (Mudharaba, Musharaka, and Murabaha) that reduce th...
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
A Twitter Sentimen Analysis on Islamic Banking Using Drone Emprit Academic (DEA): Evidence from Indonesia
ABSTRACT The research aimed to identify and collect issues discussed regarding Islamic banking from user activity, sentimen, and content on Twitter. This study used a qualitative a...

Back to Top