Javascript must be enabled to continue!
IQRA’ SEBAGAI BENTUK LITERASI DALAM ISLAM
View through CrossRef
Ketika pertama kali al-Qur’an diturunkan, kata pertama yang diwahyukan Allah melalui Malaikat Jibril untuk dilafalkan oleh baginda Nabi Muhammad saw adalah kata Iqra’. Kata Iqra’ biasa diterjemahkan dengan “bacalah”. Pengertian ini sesuai dengan kata Qara’a itu sendiri yang pada awalnya memang mempunyai arti “menghimpun”. Al Qur'an sering menggunakan kata Qara'a dalam berbagai ayatnya. Ketika menerima kalimat tersebut Nabi Muhammad saw gemetar dan mengatakan tidak bisa membaca. Walaupun demikian dengan turunnya ayat ini menunjukkan betapa pemuliaan dan penilaian yang tertinggi kepada kepandaian membaca sekaligus menulis berbagai ilmu pengetahuan. Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! dan Tuhan engkau itu Maha Mulia. Dia yang mengajarkan dengan qalam. Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak ketahui. Ayat-ayat ini menunjukkan Allah SWT mengajarkan kepada manusia berbagai ilmu, dibuka-Nya berbagai rahasia, diserahkan-Nya berbagai kunci untuk membuka perbendaharaan ilmu Allah, yaitu dengan qalam atau pena. Disamping lidah membaca, Allahpun mentakdirkan pula bahwa ilmu pengetahuan itu dapat dicatat. Nabi Muhammad saw adalah orang yang tidak pandai membaca dan menulis, akan tetapi beliau mengerti betapa pentingnya literasi. Literasi disini adalah kemampuan membaca dan menulis. Termasuk kemampuan berbicara, menghitung dan memecahkan masalah yang dihadapi.
LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang - Research Department in Indonesia University
Title: IQRA’ SEBAGAI BENTUK LITERASI DALAM ISLAM
Description:
Ketika pertama kali al-Qur’an diturunkan, kata pertama yang diwahyukan Allah melalui Malaikat Jibril untuk dilafalkan oleh baginda Nabi Muhammad saw adalah kata Iqra’.
Kata Iqra’ biasa diterjemahkan dengan “bacalah”.
Pengertian ini sesuai dengan kata Qara’a itu sendiri yang pada awalnya memang mempunyai arti “menghimpun”.
Al Qur'an sering menggunakan kata Qara'a dalam berbagai ayatnya.
Ketika menerima kalimat tersebut Nabi Muhammad saw gemetar dan mengatakan tidak bisa membaca.
Walaupun demikian dengan turunnya ayat ini menunjukkan betapa pemuliaan dan penilaian yang tertinggi kepada kepandaian membaca sekaligus menulis berbagai ilmu pengetahuan.
Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta.
Menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah! dan Tuhan engkau itu Maha Mulia.
Dia yang mengajarkan dengan qalam.
Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak ketahui.
Ayat-ayat ini menunjukkan Allah SWT mengajarkan kepada manusia berbagai ilmu, dibuka-Nya berbagai rahasia, diserahkan-Nya berbagai kunci untuk membuka perbendaharaan ilmu Allah, yaitu dengan qalam atau pena.
Disamping lidah membaca, Allahpun mentakdirkan pula bahwa ilmu pengetahuan itu dapat dicatat.
Nabi Muhammad saw adalah orang yang tidak pandai membaca dan menulis, akan tetapi beliau mengerti betapa pentingnya literasi.
Literasi disini adalah kemampuan membaca dan menulis.
Termasuk kemampuan berbicara, menghitung dan memecahkan masalah yang dihadapi.
Related Results
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Pentingnya kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran matematika
Untuk menyelesaikan suatu masalah dalam matematika diperlukan literasi matematika. Literasi matematika merupakan kapasitas untuk memformulasikan, menafsirkan dan menjabarkan matema...
Penguatan Literasi Beragama Bagi Peserta Didik Di Madrasah
Penguatan Literasi Beragama Bagi Peserta Didik Di Madrasah
Dewasa ini pergaulan peserta didik di madrasah bukan hanya ada pada dunia nyata, tetapi pula pada dunia maya. Dengan kekuatan dunia maya ini dapat menggerakan banyak orang ke arah ...
KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
Kompetensi literasi adalah kompetensi penting yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa. kompetensi literasi sangat dibutuhkan dalam rangka menguasai berbagai capaian pembelajaran....
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Hubungan Kecerdasan Logika Dengan Literasi Numerasi Berbasis Gender
Hubungan Kecerdasan Logika Dengan Literasi Numerasi Berbasis Gender
Indonesia's low numeracy literacy skills have become a significant concern, particularly with the PISA results indicating low rankings in numeracy competencies. Numeracy literacy, ...

