Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Makna Falsafah Budaya Tallu Lolona

View through CrossRef
Kebudayaan merupakan hakikat hidup manusia. Karena itu manusia sering disebut makhluk berbudaya karena berbudaya adalah tugas dari Allah. Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan bisa berpikir harus menjadi pemeran utama di dalam lingkungan dimana ia harus hidup untuk bertanggungjawab menjaga dan memelihara ciptaan yang lain.Hal itulah merupakan salah satu makna dari Falsafah tallu lolona.Falsafah tallu lolona Tallu Lolona dipahami oleh masyarakat Toraja dengan istilah tiga pucuk kehidupan, yaitu:  lolo tau (manusia), lolo tananan (tumbuhan), dan lolo patuoan (hewan). Dari falsafah ini sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Toraja bahkan di dalam falsafah tallu lolona tersebut tergambar nilai-nilai Injil yang yang dihidupi oleh masyarakat Toraja seperti kedamaian, persaudaraan, dsb. Uraian dalam tulisan ini berfokus pada makna falsafah kebudayaan Tallu Lolona dari perspektif iman Kristen. Dengan metode penelitian studi pustaka dan pengamatan sepintas pada hasil bahwa falsafah tallu lolona memiliki makna yang sangat diharga dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Toraja termasuk orang Kristen karena falsafah tallu lolona merupakan sebuah falsafah yang memiliki tujuan dan memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Toraja. Dalam falsafah budaya Tallu Lolona tersebut dipahami bahwa ketiga pucuk kehidupan harus ditata dalam suatu relasi yang harmonis yang berpusat pada tiga relasi, yakni relasi harmoni antara manusia dengan Puang Matua, relasi harmoni antara manusia dengan manusia, dan relasi harmoni antara manusia dengan lingkungan. Jadi, Tallu Lolona adalah filosofi orang Toraja dalam memandang pentingnya menjaga relasi yang baik diantara makhluk hidup yang ada.
Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja
Title: Makna Falsafah Budaya Tallu Lolona
Description:
Kebudayaan merupakan hakikat hidup manusia.
Karena itu manusia sering disebut makhluk berbudaya karena berbudaya adalah tugas dari Allah.
Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan bisa berpikir harus menjadi pemeran utama di dalam lingkungan dimana ia harus hidup untuk bertanggungjawab menjaga dan memelihara ciptaan yang lain.
Hal itulah merupakan salah satu makna dari Falsafah tallu lolona.
Falsafah tallu lolona Tallu Lolona dipahami oleh masyarakat Toraja dengan istilah tiga pucuk kehidupan, yaitu:  lolo tau (manusia), lolo tananan (tumbuhan), dan lolo patuoan (hewan).
Dari falsafah ini sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Toraja bahkan di dalam falsafah tallu lolona tersebut tergambar nilai-nilai Injil yang yang dihidupi oleh masyarakat Toraja seperti kedamaian, persaudaraan, dsb.
Uraian dalam tulisan ini berfokus pada makna falsafah kebudayaan Tallu Lolona dari perspektif iman Kristen.
Dengan metode penelitian studi pustaka dan pengamatan sepintas pada hasil bahwa falsafah tallu lolona memiliki makna yang sangat diharga dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Toraja termasuk orang Kristen karena falsafah tallu lolona merupakan sebuah falsafah yang memiliki tujuan dan memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Toraja.
Dalam falsafah budaya Tallu Lolona tersebut dipahami bahwa ketiga pucuk kehidupan harus ditata dalam suatu relasi yang harmonis yang berpusat pada tiga relasi, yakni relasi harmoni antara manusia dengan Puang Matua, relasi harmoni antara manusia dengan manusia, dan relasi harmoni antara manusia dengan lingkungan.
Jadi, Tallu Lolona adalah filosofi orang Toraja dalam memandang pentingnya menjaga relasi yang baik diantara makhluk hidup yang ada.

Related Results

KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA” KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF <em>HANA</em> (HIDUNG) PADA CERPEN “HANA” KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
AbstrakPenelitian ini tentang makna denotatif dan konotatif hana (hidung) dalam cerpen “Hana” karya Akutagawa Ryunosukae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna hidung ya...
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Ancaman Budaya Populer terhadap Pelestarian Budaya Maena di Desa Lologolu Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak perkembangan budaya populer, khususnya yang bersumber dari budaya barat, terhadap pelestarian budaya maena di Desa Lologolu. Fokusnya...
Analisis Perubahan Makna Kata dalam Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna
Analisis Perubahan Makna Kata dalam Novel Sisi Tergelap Surga Karya Brian Khrisna
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan makna kata yang terdapat pada novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Pada penelitian ini peneliti mengguna...
Kristus dalam Berbagai Budaya
Kristus dalam Berbagai Budaya
Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga b...
Keselarian Makna dalam Terjemahan Sajak Baha Zain
Keselarian Makna dalam Terjemahan Sajak Baha Zain
Abstrak: Keselarian makna dalam sesebuah terjemahan bahasa sumber kepada bahasa sasaran tentu sahaja diperlukan bagi memindahkan mesej yang asli/sebenar kepada pembaca sasaran. Wal...
PERLUASAN MAKNA KATA “VIRAL” DALAM TEKS BERBASIS KORPUS LCC INDONESIA 2023 DI CQPWEB
PERLUASAN MAKNA KATA “VIRAL” DALAM TEKS BERBASIS KORPUS LCC INDONESIA 2023 DI CQPWEB
Perkembangan ilmu dan teknologi diiringi oleh perkembangan bahasa yang ditunjukkan dengan munculya istilah baru atau konsep perubahan makna pada kata yang sudah ada sebelumnya. Sal...
PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD
PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD
Keragaman budaya Indonesia menjadi modal potensial yang dapat digunakan dalam pembelajaran BIPA. Penyusunan bahan ajar BIPA juga seyogyanya memertimbangkan unsur-unsur budaya Indon...

Back to Top