Javascript must be enabled to continue!
Music Composition “Tresna Sih Rupaka” | Komposisi Musik “Tresna Sih Rupaka”
View through CrossRef
Tresna berarti rasa cinta atau sayang, Sih yang berarti bermakna lebih, dan Rupaka yang berarti kedua orang tua. Tresna Sih Rupaka merupakan sebuah konsep penggambaran tentang kasih sayang yang tulus dari orang tua terhadap anaknya. Memberikan kasih sayang tiada henti, memberikan tuntunan kepada anaknya untuk bekal menjadi anak yang suputra. Konsep tersebut di implementasikan menjadi sebuah karya Tabuh Kreasi dengan menggunakan gamelan Semar Pegulingan sebagai Saih Pitu, alasan menggunakan gamelan semar pagulingan saih pitu agar bisa memainkan patet sesuai dengan suasana dan nuansa yang ingin dicapai. Proses kreativitas yang digunakan pada tahap penciptaan karya ini menggunakan metode yang ditulis oleh I Wayan Diana Putra yang disebutkan oleh Senen dari tahap penciptaan I Wayan Beratha yang berpegang teguh pada tiga proses yaitu, Nguping (peniruan), Menahin (memperbaiki), dan Ngelesin (menghaluskan). Pada penggarapannya karya ini tidak lagi menggunakan struktur tri angga melainkan menggunakan bagian, yang di setiap bagian menggambarkan kasih sayang orang tua.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Music Composition “Tresna Sih Rupaka” | Komposisi Musik “Tresna Sih Rupaka”
Description:
Tresna berarti rasa cinta atau sayang, Sih yang berarti bermakna lebih, dan Rupaka yang berarti kedua orang tua.
Tresna Sih Rupaka merupakan sebuah konsep penggambaran tentang kasih sayang yang tulus dari orang tua terhadap anaknya.
Memberikan kasih sayang tiada henti, memberikan tuntunan kepada anaknya untuk bekal menjadi anak yang suputra.
Konsep tersebut di implementasikan menjadi sebuah karya Tabuh Kreasi dengan menggunakan gamelan Semar Pegulingan sebagai Saih Pitu, alasan menggunakan gamelan semar pagulingan saih pitu agar bisa memainkan patet sesuai dengan suasana dan nuansa yang ingin dicapai.
Proses kreativitas yang digunakan pada tahap penciptaan karya ini menggunakan metode yang ditulis oleh I Wayan Diana Putra yang disebutkan oleh Senen dari tahap penciptaan I Wayan Beratha yang berpegang teguh pada tiga proses yaitu, Nguping (peniruan), Menahin (memperbaiki), dan Ngelesin (menghaluskan).
Pada penggarapannya karya ini tidak lagi menggunakan struktur tri angga melainkan menggunakan bagian, yang di setiap bagian menggambarkan kasih sayang orang tua.
Related Results
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
Andung-Andung Ni Sordam
Andung-Andung Ni Sordam
Komposisi musik Andung-andung Ni Sordam merupakan komposisi yang terinspirasi dari instrumen musik tradisional dan kesenian tradisional Batak Simalungun yaitu Sordam dan Andung-and...
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
This study aims to identify and examine the existence and role of women in the bronze musical tradition: becanang in Bener Meriah. The extent of the role of men in Aceh, including ...
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
Musik tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman kuno hingga sekarang baik itu sebagai identitas diri, identitas kelompok sosial, termasuk juga dalam beragama Hindu, meng...
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang me...
Musik Klasik dalam Paradigma Kontemporer: Penyelidikan tentang Apresiasi dan Pendengar
Musik Klasik dalam Paradigma Kontemporer: Penyelidikan tentang Apresiasi dan Pendengar
Penelitian ini bertujuan untuk melacak pergeseran apresiasi musik klasik pada konteks era kontemporer, selain itu juga menganalisis persentase pendengar musik klasik dalam menghada...

