Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan antara Indeks Prestasi Kumulatif dan Nilai OSCE Komprehensif Mahasiswa

View through CrossRef
Pendidikan kedokteran senantiasa berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Dengan berkembangnya teori piramida Miller, sejak pertengahan abad ke-20 Objective Structured Clinical Examinatian (OSCE) menjadi standar penilaian untuk mengukur peningkatan keterampilan klinis dalam pelatihan medis. OSCE merupakan metode evaluasi untuk menilai keterampilan klinis dalam tahap sarjana kedokteran secara terstruktur, yang menguji beberapa aspek, yaitu aspek pengetahuan, psikomotor, dan sikap. Kemampuan penalaran klinis merupakan salah satu indikator yang dapat dilihat dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Aspek kognitif mencakup semua ilmu yang diperoleh melalui kuliah, kegiatan belajar mandiri, dan diskusi kelompok. Aspek ini diuji dengan Multiple Choice Question (MCQ) pada ujian di akhir blok. Masih belum diketahui apakah nilai OSCE dapat mencerminkan kemampuan penalaran klinis mahasiswa, karena hanya sedikit penelitian yang menjelaskan keefektifan OSCE untuk mengevaluasi kemampuan penalaran klinis mahasiswa kedokteran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IPK dan nilai OSCE komprehensif pada 105 mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar Mahasiswa mempunyai IPK > 3.50 dan nilai OSCE 80.00 - 100.00. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan kuat antara IPK dengan nilai OSCE Komprehensif dengan koefiseien korelasi 0.796.  
Title: Hubungan antara Indeks Prestasi Kumulatif dan Nilai OSCE Komprehensif Mahasiswa
Description:
Pendidikan kedokteran senantiasa berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
Dengan berkembangnya teori piramida Miller, sejak pertengahan abad ke-20 Objective Structured Clinical Examinatian (OSCE) menjadi standar penilaian untuk mengukur peningkatan keterampilan klinis dalam pelatihan medis.
OSCE merupakan metode evaluasi untuk menilai keterampilan klinis dalam tahap sarjana kedokteran secara terstruktur, yang menguji beberapa aspek, yaitu aspek pengetahuan, psikomotor, dan sikap.
Kemampuan penalaran klinis merupakan salah satu indikator yang dapat dilihat dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Aspek kognitif mencakup semua ilmu yang diperoleh melalui kuliah, kegiatan belajar mandiri, dan diskusi kelompok.
Aspek ini diuji dengan Multiple Choice Question (MCQ) pada ujian di akhir blok.
Masih belum diketahui apakah nilai OSCE dapat mencerminkan kemampuan penalaran klinis mahasiswa, karena hanya sedikit penelitian yang menjelaskan keefektifan OSCE untuk mengevaluasi kemampuan penalaran klinis mahasiswa kedokteran.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara IPK dan nilai OSCE komprehensif pada 105 mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar Mahasiswa mempunyai IPK > 3.
50 dan nilai OSCE 80.
00 - 100.
00.
Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan kuat antara IPK dengan nilai OSCE Komprehensif dengan koefiseien korelasi 0.
796.
 .

Related Results

Analisis Gaya Belajar Online Mahasiswa Pendidikan Teknik Universitas Negeri Makassar di Era Digital
Analisis Gaya Belajar Online Mahasiswa Pendidikan Teknik Universitas Negeri Makassar di Era Digital
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar human dynamics terhadap hasil mata pelajaran teori; hubungan antara gaya belajar human dynamics terhadap hasi...
Analisis Gaya Belajar Online Mahasiswa Pendidikan Teknik Universitas Negeri Makassar di Era Digital
Analisis Gaya Belajar Online Mahasiswa Pendidikan Teknik Universitas Negeri Makassar di Era Digital
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar human dynamics terhadap hasil mata pelajaran teori; hubungan antara gaya belajar human dynamics terhadap hasi...
Evolution of Objective Structured Clinical Examination- Actual to Virtual
Evolution of Objective Structured Clinical Examination- Actual to Virtual
Objective Structured Clinical/Practical Examination (OSCE/OSPE) has come a long way since its inception by Harden RM in 1975. Literature offers many studies and reviews about its a...
Nursing Students’ Perception and Attitude toward Objective Structured Clinical Examination (OSCE) in Oman
Nursing Students’ Perception and Attitude toward Objective Structured Clinical Examination (OSCE) in Oman
Objective: To explore undergraduate nursing students’ perception and attitude toward the OSCE. Methods: This cross-sectional descriptive study was conducted between April-May 2020,...
OSCEs in Japanese postgraduate clinical training Hiroshima experience 2000—2009
OSCEs in Japanese postgraduate clinical training Hiroshima experience 2000—2009
AbstractBackground:  Hiroshima University Hospital used the Objective Structured Clinical Examination (OSCE) as a formative and summative assessment tool to evaluate trainees’ comp...
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kesadaran Gender
Persepsi Mahasiswa Terhadap Kesadaran Gender
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis: 1) persepsi mahasiswa terhadap kesadaran gender; 2) hubungan antara sosialisasi primer (jenis kelamin, agama, suku bangsa, ...

Back to Top