Javascript must be enabled to continue!
Memahami Weltanschauung Al-Qur’an : Perspektif Pendekatan Kontemporer
View through CrossRef
<p><strong>Abstract</strong></p><p>The classical reading methods which are literal textual as an intellectual response from Muslims scholars to social-cultural dynamic which related to their life at that time. The urgency to understand the Qur’an in a holistic manner was needed in addressing the problems of life, in addition to the development of the qur’anic study necessitates the alignment between scientific research, interpretation of the Qur’an, universal benefit and the value of wisdom in the same breath with weltanschauung of al-Qur’an. Implementation of such commentary tradition in the context of local wisdom is not intended to limit the meaning of the Qur’an text, but rather on the dialectic between interpretation, cultural and readers that can not be separated. This article tries to convey Bugis-Makassar cultural values as an example of how to implement the relevant moral ideas in accordance with the teachings of the Qur’an.</p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: weltanschauung, the Qur’an, socio-cultural, values, beneficiaries</em></p><p> </p><p><strong>Abstrak<em>:</em> </strong></p><p>Metode pembacaan klasik yang bersifat literal-tekstual merupakan respon intelektual ulama terhadap dinamika sosio-kultural yang melingkupi mufasir dan masyarakatnya ketika itu. Urgensi memahami al-Qur’an secara holistik pun diperlukan dalam menyikapi persoalan hidup, di samping pengembangan studi al-Qur’an yang relevan meniscayakan adanya keselarasan antara riset ilmiah, penafsiran al-Qur’an, kemaslahatan universal serta nilai kearifan yang senafas dengan weltanschauung al-Qur’an. Imple-mentasi dalam konteks kearifan lokal bukan dimaksudkan untuk membatasi makna teks al-Qur’an melainkan lebih pada dialektika antara penafsiran, budaya dan pembaca yang tak terpisahkan. Artikel ini mengangkat nilai budaya Bugis-Makassar sebagai contoh bagaimana menerapkan ide moral yang relevan dengan ajaran al-Qur’an. <strong></strong></p><p><strong><em>Kata-kata Kunci</em></strong><em>: weltanschauung, al-Qur’an, sosiokultural, nilai, kemaslahatan </em></p>
Title: Memahami Weltanschauung Al-Qur’an : Perspektif Pendekatan Kontemporer
Description:
<p><strong>Abstract</strong></p><p>The classical reading methods which are literal textual as an intellectual response from Muslims scholars to social-cultural dynamic which related to their life at that time.
The urgency to understand the Qur’an in a holistic manner was needed in addressing the problems of life, in addition to the development of the qur’anic study necessitates the alignment between scientific research, interpretation of the Qur’an, universal benefit and the value of wisdom in the same breath with weltanschauung of al-Qur’an.
Implementation of such commentary tradition in the context of local wisdom is not intended to limit the meaning of the Qur’an text, but rather on the dialectic between interpretation, cultural and readers that can not be separated.
This article tries to convey Bugis-Makassar cultural values as an example of how to implement the relevant moral ideas in accordance with the teachings of the Qur’an.
</p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: weltanschauung, the Qur’an, socio-cultural, values, beneficiaries</em></p><p> </p><p><strong>Abstrak<em>:</em> </strong></p><p>Metode pembacaan klasik yang bersifat literal-tekstual merupakan respon intelektual ulama terhadap dinamika sosio-kultural yang melingkupi mufasir dan masyarakatnya ketika itu.
Urgensi memahami al-Qur’an secara holistik pun diperlukan dalam menyikapi persoalan hidup, di samping pengembangan studi al-Qur’an yang relevan meniscayakan adanya keselarasan antara riset ilmiah, penafsiran al-Qur’an, kemaslahatan universal serta nilai kearifan yang senafas dengan weltanschauung al-Qur’an.
Imple-mentasi dalam konteks kearifan lokal bukan dimaksudkan untuk membatasi makna teks al-Qur’an melainkan lebih pada dialektika antara penafsiran, budaya dan pembaca yang tak terpisahkan.
Artikel ini mengangkat nilai budaya Bugis-Makassar sebagai contoh bagaimana menerapkan ide moral yang relevan dengan ajaran al-Qur’an.
<strong></strong></p><p><strong><em>Kata-kata Kunci</em></strong><em>: weltanschauung, al-Qur’an, sosiokultural, nilai, kemaslahatan </em></p>.
Related Results
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
Tahfiz Al-Qur’an dalam Perspektif Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Ar-Raniry Periode 2013-2015
This study aims to find out how the views of students of the study program of al-Qur'an and Tafsir of the year among 2013-2015 on the subject of tahfiz al-Qur'an . This research is...
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Relevansi Filsafat Bahasa dalam Memahami Al-Qur’an
Filsafat bahasa adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat, struktur, dan fungsi bahasa. Dalam konteks pemahaman Al-Qur'an, filsafat bahasa memiliki relevansi yang signifikan. A...
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Pelatihan Baca Tulis Al-Qur'an di TK/TPA Masjid Nurul Ikhsan Dusun Idaman
Al-Qur’an adalah kitab suci ummat manusia merupakan sumber utama ajaran islam dan menjadi petunjuk kehidupan manusia karena isinya mencakup segala aspek ajaran agama yang disyariat...
Pelatihan Tahsin Tahfidz Qur’an Di Rumah Tahfidz Qur’an At-Taqwa Masjid At-Taqwa Nusa Mappala Gowa
Pelatihan Tahsin Tahfidz Qur’an Di Rumah Tahfidz Qur’an At-Taqwa Masjid At-Taqwa Nusa Mappala Gowa
The Qur'an is the last holy book for mankind and thereafter no more holy book will be revealed by Allah. Muslims should be proud of the holy book of the Qur'an because the Qur'an i...
Proses Komunikasi Instruksional Program Mentoring BTAQ
Proses Komunikasi Instruksional Program Mentoring BTAQ
Abstract. The human need for teaching or learning is fundamental. One form of basic teaching is understanding the Qur'an. To be able to understand the holy book of the Qur'an, of ...
Teori Pembelajaran Al Qur'an
Teori Pembelajaran Al Qur'an
This article discusses teaching and learning theories as widely discussed in the academic world, namely behavioristic, cognitivistic and constructivist learning theories, but here ...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...


