Javascript must be enabled to continue!
Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Pada Babi Bali
View through CrossRef
Penelitian pola pertumbuhan panjang bagian-bagian tubuh babi bali telah dilakukan di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor pada saat kelahiran sampai ukuran maksimal yang dapat dicapai, serta menentukan kapan pertumbuhan telah mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah babi bali pada usia 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, dan 26 minggu. Data dianalisis dengan model analisis regresi sigmoid, dengan menentukan panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor saat lahir, ukuran maksimumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor mengikuti pola sigmoid. Babi bali jantan dan betina pada saat lahir memiliki ukuran panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor yang sama, sedangkan untuk ukuran maksimum, panjang bagian-bagian kepala, leher, telinga, punggung dan ekor terdapat perbedaan antara babi bali jantan dan betina. Titik infleksi yang paling cepat dicapai adalah panjang ekor babi bali betina pada usia 2 minggu dan yang paling lambat adalah panjang punggung pada umur 8 minggu, sedangkan ukuran dewasa tercepat dicapai adalah panjang teliga babi jantan pada usia 15 minggu dan yang paling lambat adalah panjang ekor pada umur 45 minggu.
Jurnal Veteriner
Title: Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Pada Babi Bali
Description:
Penelitian pola pertumbuhan panjang bagian-bagian tubuh babi bali telah dilakukan di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor pada saat kelahiran sampai ukuran maksimal yang dapat dicapai, serta menentukan kapan pertumbuhan telah mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah babi bali pada usia 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, dan 26 minggu.
Data dianalisis dengan model analisis regresi sigmoid, dengan menentukan panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor saat lahir, ukuran maksimumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor mengikuti pola sigmoid.
Babi bali jantan dan betina pada saat lahir memiliki ukuran panjang kepala, leher, telinga, punggung dan ekor yang sama, sedangkan untuk ukuran maksimum, panjang bagian-bagian kepala, leher, telinga, punggung dan ekor terdapat perbedaan antara babi bali jantan dan betina.
Titik infleksi yang paling cepat dicapai adalah panjang ekor babi bali betina pada usia 2 minggu dan yang paling lambat adalah panjang punggung pada umur 8 minggu, sedangkan ukuran dewasa tercepat dicapai adalah panjang teliga babi jantan pada usia 15 minggu dan yang paling lambat adalah panjang ekor pada umur 45 minggu.
Related Results
Pola Pertumbuhan Dimensi Lingkar Tubuh Babi Bali
Pola Pertumbuhan Dimensi Lingkar Tubuh Babi Bali
Pola pertumbuhan dimensi lingkar tubuh babi bali dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada umur berapa masing masing ...
Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. dari Saluran Pernapasan Babi
Deteksi Bakteri Staphylococcus sp. dari Saluran Pernapasan Babi
Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi Staphylococcus sp. di saluran pernapasan babi. Sampel dibedakan berdasarkan jenis kelamin (babi jantan dan babi betina). Sebanyak 100 samp...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
KONSENTRASI ZPT AUKSIN DAN PANJANG ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN ALPUKAT (Persea americana L.)
KONSENTRASI ZPT AUKSIN DAN PANJANG ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN ALPUKAT (Persea americana L.)
Alpukat merupakan tanaman yang tumbuh di iklim tropis maupun sub-tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT auksin dan panjang entres terhadap pertu...
PENGELOLAAN DAN PROFITABILITAS USAHA PENANGKAPAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU BLEEKER,1853) DI SELAT BALI
PENGELOLAAN DAN PROFITABILITAS USAHA PENANGKAPAN LEMURU (SARDINELLA LEMURU BLEEKER,1853) DI SELAT BALI
Penangkapan lemuru (Sardinella lemuru Bleeker,1853) di Selat Bali telah dilakukan jauh sebelum diperkenalkannya purse seine dua kapal (slerek) yang mempunyai hasil tangkapan mengge...
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Pemetaan Kompetensi Kepala SD di Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penguasaan dimensi kompetensi kepala sekolah khususnya bagi Kepala Sekolah Dasar di Kota Makassar berdasarkan Standar Kompetensi Kepala Sek...
Gambaran Darah pada Babi yang Diinfeksi Streptococcus suis Secara Intranasal dan Intravena
Gambaran Darah pada Babi yang Diinfeksi Streptococcus suis Secara Intranasal dan Intravena
Penelitian dilakukan untuk mendeteksi perbedaan profil darah babi yang diinfeksi dengan isolat Streptococcus suis dari Bali dengan rute infeksi intravena dan intranasal. Penelitian...
Pemanfaatan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali Dalam Pembelajaran Menulis Aksara Bali
Pemanfaatan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali Dalam Pembelajaran Menulis Aksara Bali
Penelitian ini bertujuan membahas tentang (1) tata cara menggunakan Web Bennylin Nulisa Aksara Bali untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis aksara Bali (2) Web Bennylin Nu...

