Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Melacur Sebagai Eksistensi Tokoh ‘Saya’ dalam Cerpen “Istri yang Tidak Pulang” Karya Djenar Maesa Ayu

View through CrossRef
Cerpen “Istri yang Tidak Pulang” karya Djenar Maesa Ayu, yang diterbitkan pada tahun 2005, menggambarkan narasi perlawanan terhadap konstruksi sosial yang mengekang perempuan, khususnya dalam hal kebebasan tubuh, seksualitas, dan institusi pernikahan. Tokoh utama, yang disebut dengan “Saya”, melakukan perlawanan terhadap wacana dominan yang menganggap perceraian dan aktivitas seksual perempuan sebagai hal yang tabu. Dengan memilih untuk meninggalkan suaminya dan menjadi pekerja seks komersial, tokoh “Saya” berupaya merebut kembali kendali atas tubuh dan subjektivitasnya sebagai perempuan. Tindakan ini dibaca sebagai bentuk pencarian eksistensi diri, di mana tokoh perempuan tidak lagi menjadi objek yang didiamkan oleh masyarakat, melainkan menjadi subjek yang sadar dan otonom atas pilihan-pilihan hidupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pembacaan teks secara mendalam dan studi pustaka. Teori eksistensialisme Simone de Beauvoir menjadi alat analisis utama dalam menelaah bagaimana tokoh “Saya” menegosiasikan identitas dan tubuhnya dalam struktur sosial patriarkal. Konsep Liyan (the Other) dan mauvaise foi (itikad buruk) menjadi landasan penting dalam menjelaskan bagaimana tokoh perempuan melawan posisi subordinatnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini merepresentasikan tokoh perempuan yang berusaha menegaskan eksistensinya melalui tubuhnya sendiri, meskipun ia harus bergulat dengan stigma sosial dan rasa bersalah yang dilekatkan kepadanya. Pilihan menjadi pelacur bukan dilihat sebagai degradasi moral, melainkan sebagai bentuk resistensi dan ekspresi kebebasan eksistensial. Dengan demikian, cerita ini membuka ruang baru dalam pembacaan sastra perempuan Indonesia, terutama dalam konteks kritik terhadap norma sosial dan penegasan tubuh perempuan sebagai medan perjuangan identitas
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
Title: Melacur Sebagai Eksistensi Tokoh ‘Saya’ dalam Cerpen “Istri yang Tidak Pulang” Karya Djenar Maesa Ayu
Description:
Cerpen “Istri yang Tidak Pulang” karya Djenar Maesa Ayu, yang diterbitkan pada tahun 2005, menggambarkan narasi perlawanan terhadap konstruksi sosial yang mengekang perempuan, khususnya dalam hal kebebasan tubuh, seksualitas, dan institusi pernikahan.
Tokoh utama, yang disebut dengan “Saya”, melakukan perlawanan terhadap wacana dominan yang menganggap perceraian dan aktivitas seksual perempuan sebagai hal yang tabu.
Dengan memilih untuk meninggalkan suaminya dan menjadi pekerja seks komersial, tokoh “Saya” berupaya merebut kembali kendali atas tubuh dan subjektivitasnya sebagai perempuan.
Tindakan ini dibaca sebagai bentuk pencarian eksistensi diri, di mana tokoh perempuan tidak lagi menjadi objek yang didiamkan oleh masyarakat, melainkan menjadi subjek yang sadar dan otonom atas pilihan-pilihan hidupnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pembacaan teks secara mendalam dan studi pustaka.
Teori eksistensialisme Simone de Beauvoir menjadi alat analisis utama dalam menelaah bagaimana tokoh “Saya” menegosiasikan identitas dan tubuhnya dalam struktur sosial patriarkal.
Konsep Liyan (the Other) dan mauvaise foi (itikad buruk) menjadi landasan penting dalam menjelaskan bagaimana tokoh perempuan melawan posisi subordinatnya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini merepresentasikan tokoh perempuan yang berusaha menegaskan eksistensinya melalui tubuhnya sendiri, meskipun ia harus bergulat dengan stigma sosial dan rasa bersalah yang dilekatkan kepadanya.
Pilihan menjadi pelacur bukan dilihat sebagai degradasi moral, melainkan sebagai bentuk resistensi dan ekspresi kebebasan eksistensial.
Dengan demikian, cerita ini membuka ruang baru dalam pembacaan sastra perempuan Indonesia, terutama dalam konteks kritik terhadap norma sosial dan penegasan tubuh perempuan sebagai medan perjuangan identitas.

Related Results

Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
METAFORA METAFORA PADA KUMPULAN CERITA PENDEK SAIA KARYA DJENAR MAESA AYU
METAFORA METAFORA PADA KUMPULAN CERITA PENDEK SAIA KARYA DJENAR MAESA AYU
Metafora adalah pemakaian kata-kata bukan arti yang sebenarnya (kiasan) melainkan sebagailukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan. Metafora tidak lagi menggunakan katasepert...
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SOGI KARYA FAIKA BURHAN
Abstract : Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh dalam novel “Sogi karya Faika Burhan?”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Sog...
CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
CITRA WANITA DALAM KUMPULAN CERPEN SUMI DAN GAMBARNYA KARYA RATNA INDRASWARI IBRAHIM
ABSTRACT The purpose of the analysis of the image of women focused on the main female characters in the short story collection Sumi and Gambarnya by Ratna Indraswari Ibrahim is to ...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA WANITA DALAM CERPEN MENDIANG KARYA S.N. RATMANA
Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama wanita dalam cerpen Mendiang karya S.N. Ratmana. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh utama wanita...

Back to Top