Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gereja dan Hak Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kualitatif tentang Sekolah Minggu di Jemaat GKE Galilea Palangka Raya

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji pemahaman dan peran gereja dalam melayani penyandang disabilitas, dengan fokus pada pelayanan Sekolah Hari Minggu Anak Berkebutuhan Khusus (SHM ABK) di Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Galilea Palangka Raya. Sekolah Minggu merupakan pelayanan yang lazim di GKE, namun pelayanan khusus bagi ABK masih tergolong baru. Dalam perspektif Samuel Kabue dan Arne Fritzson, gereja seharusnya menjadi ruang bagi semua orang, sementara Rob van Kessel menegaskan bahwa gereja yang vital melibatkan seluruh warga jemaat tanpa terkecuali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara untuk menggali pemahaman jemaat serta peran gereja terhadap pelayanan SHM ABK. Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat, yang tercermin dalam liturgi dan pelayanan ibadah. Ambiguitas ini menyebabkan pelayanan terhadap ABK berjalan tidak maksimal, sekaligus mengindikasikan kelemahan pada pelayanan gereja lainnya. Penelitian ini menekankan bahwa gereja adalah ruang persekutuan bagi semua, sehingga keterlibatan penuh seluruh warga jemaat, termasuk ABK, sangat penting bagi vitalitas pelayanan.
Title: Gereja dan Hak Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Kualitatif tentang Sekolah Minggu di Jemaat GKE Galilea Palangka Raya
Description:
Penelitian ini mengkaji pemahaman dan peran gereja dalam melayani penyandang disabilitas, dengan fokus pada pelayanan Sekolah Hari Minggu Anak Berkebutuhan Khusus (SHM ABK) di Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Galilea Palangka Raya.
Sekolah Minggu merupakan pelayanan yang lazim di GKE, namun pelayanan khusus bagi ABK masih tergolong baru.
Dalam perspektif Samuel Kabue dan Arne Fritzson, gereja seharusnya menjadi ruang bagi semua orang, sementara Rob van Kessel menegaskan bahwa gereja yang vital melibatkan seluruh warga jemaat tanpa terkecuali.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara untuk menggali pemahaman jemaat serta peran gereja terhadap pelayanan SHM ABK.
Data dianalisis dengan mengaitkan teori para ahli dan temuan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya ambiguitas teologis yang dipahami warga jemaat, yang tercermin dalam liturgi dan pelayanan ibadah.
Ambiguitas ini menyebabkan pelayanan terhadap ABK berjalan tidak maksimal, sekaligus mengindikasikan kelemahan pada pelayanan gereja lainnya.
Penelitian ini menekankan bahwa gereja adalah ruang persekutuan bagi semua, sehingga keterlibatan penuh seluruh warga jemaat, termasuk ABK, sangat penting bagi vitalitas pelayanan.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Kompetensi pedagogik guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak sekolah minggu dan implikasinya bagi Gereja Sungai Yordan Rajawali
Kompetensi pedagogik guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak sekolah minggu dan implikasinya bagi Gereja Sungai Yordan Rajawali
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kompetensi pedagogik guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak sekolah minggu serta pengembangan pelayanan sekolah ming...
PENDAMPINGAN PENILAIAN ASET TETAP PADA GKE YERUSALEM PALANGKA RAYA
PENDAMPINGAN PENILAIAN ASET TETAP PADA GKE YERUSALEM PALANGKA RAYA
Abstract: Community service activities carried out by a team of lecturers from the Faculty of Economics and Business, University of Palangka Raya are community service activities a...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
 A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
TRAINING APLIKASI ADMINISTRASI GEREJA KATOLIK
TRAINING APLIKASI ADMINISTRASI GEREJA KATOLIK
Gereja Katolik bukan hanya tempat ibadah, gereja menjadi sarana untuk mengabdi kepada Tuhan yang diwujudkan dalam kegiatan pelayanan gereja. Sasaran kegiatan PKM tahun 2020 adalah ...
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...
Pembinaan Jiwa Nasionalisme Anak-Anak Sekolah Minggu GPdI Imanuel Kagungan Rahayu Melalui Bercerita dan Lomba Kebangsaan
Pembinaan Jiwa Nasionalisme Anak-Anak Sekolah Minggu GPdI Imanuel Kagungan Rahayu Melalui Bercerita dan Lomba Kebangsaan
Melihat kurangnya wawasan kebangsaan yang dimiliki anak-anak sekolah minggu di Gereja Pantekosta di Indonesia Imanuel Kagungan Rahayu, maka dianggap perlu untuk melakukan pembinaan...
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Pemberdayaan Jemaat dan Pertumbuhan Gereja
Abstract: A healthy church is a church that experiences full growth both in quantity (quantity and distribution) and quality (spirituality that reflects the example of Christ). In ...

Back to Top