Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Scoping Review: Rasio Monosit Limfosit sebagai Penunjang untuk Menegakkan Diagnosis pada Penderita Tuberkulosis

View through CrossRef
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Indonesia menempati urutan ketiga kasus TB terbanyak di dunia. Pemeriksaan bakteriologis menjadi standar untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis. Keterbatasan pemeriksaan kultur bakteri adalah membutuhkan waktu yang lama, sedangkan pemeriksaan TCM tidak selalu menunjukkan bakteri masih hidup. Pemeriksaan imunologis interferon-γ release assays (IGRA) memiliki harga mahal dan membutuhkan alat khusus. Pemeriksaan hematologi rutin mudah dilakukan sehingga memiliki potensi menunjang penegakan diagnosis TB berdasar atas parameter imunologis. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan literature review untuk mengidentifikasi potensi rasio monosit limfosit (MLR) sebagai penunjang diagnosis TB. Pencarian artikel dilakukan secara online dari database Pubmed, Springer Link, dan Science direct. Tahapan penyaringan artikel mengikuti alur PRISMA. Pada tahap akhir, artikel yang eligible dipilih berdasar atas kriteria patient, intervention, comparison, outcome, and study (PICOS), yaitu pasien TB, rasio monosit limfosit, diagnosis TB, dan original study. Hasil penelitian ini mendapatkan tujuh artikel dari jumlah awal 8.942 artikel yang ditemukan dari kata kunci. Dua dari tujuh artikel menyatakan MLR dapat menunjang diagnosis TB. Dua artikel menunjukkan monosit dan limfosit dapat menjadi penanda infeksi bakteri termasuk TB. Satu artikel menyatakan hubungan TB dengan penurunan produksi sitokin monosit dan limfosit. Dua artikel menyatakan MLR tidak ada hubungan dengan kasus TB. Terdapat satu artikel yang menyatakan batas nilai MLR 0,378 untuk menunjang diagnosis TB. Penelitian observasional tentang MLR untuk menunjang diagnosis TB di Indonesia masih perlu dilakukan terutama pengkajian batas nilai MLR. Scoping Review: Monocyte Lymphocyte Ratio as Support to Enforce on Patient TuberculosisTuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Indonesia is the third largest TB burdened country in the world. Bacteriological examination is the standard for diagnosing TB. Bacterial culture examination has limitation for its prolonged time, whereas rapid molecular assay is unable to detect viable bacteria. Interferon-γ release assays (IGRA) examination are expensive and require special equipment. Hematology examination is common and has potential to support TB diagnosis based on immunological parameters. The purpose of this study was to conduct a literature review to identify the potential for monocyte lymphocyte ratio (MLR) to support the diagnosis of TB. Search for articles was conducted online from Pubmed, Springer Link, and Science Direct databases. The steps of filtering articles are follow the PRISMA flow. In the final stage, eligible articles were selected based on patient, intervention, comparison, outcome, and study (PICOS) criteria, that is TB patient, monocyte lymphocyte ratio, TB diagnosis, and the original study. The results of this study obtained seven articles from 8,942 articles found from keywords. Two of the seven articles said that MLR could support the diagnosis of TB. Two articles showed that monocytes and lymphocytes could be markers of bacterial infection including TB. One article said the association of TB with decreased production of monocyte and lymphocyte cytokines. Two articles said that MLR had no relationship with TB cases. There is one article stats the MLR value limit is 0.378 to support the diagnosis of TB. Observational research on MLR to support the diagnosis of TB in Indonesia still needs to be done, especially the assessment of the limit of the MLR value.
Title: Scoping Review: Rasio Monosit Limfosit sebagai Penunjang untuk Menegakkan Diagnosis pada Penderita Tuberkulosis
Description:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
Indonesia menempati urutan ketiga kasus TB terbanyak di dunia.
Pemeriksaan bakteriologis menjadi standar untuk menegakkan diagnosis tuberkulosis.
Keterbatasan pemeriksaan kultur bakteri adalah membutuhkan waktu yang lama, sedangkan pemeriksaan TCM tidak selalu menunjukkan bakteri masih hidup.
Pemeriksaan imunologis interferon-γ release assays (IGRA) memiliki harga mahal dan membutuhkan alat khusus.
Pemeriksaan hematologi rutin mudah dilakukan sehingga memiliki potensi menunjang penegakan diagnosis TB berdasar atas parameter imunologis.
Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan literature review untuk mengidentifikasi potensi rasio monosit limfosit (MLR) sebagai penunjang diagnosis TB.
Pencarian artikel dilakukan secara online dari database Pubmed, Springer Link, dan Science direct.
Tahapan penyaringan artikel mengikuti alur PRISMA.
Pada tahap akhir, artikel yang eligible dipilih berdasar atas kriteria patient, intervention, comparison, outcome, and study (PICOS), yaitu pasien TB, rasio monosit limfosit, diagnosis TB, dan original study.
Hasil penelitian ini mendapatkan tujuh artikel dari jumlah awal 8.
942 artikel yang ditemukan dari kata kunci.
Dua dari tujuh artikel menyatakan MLR dapat menunjang diagnosis TB.
Dua artikel menunjukkan monosit dan limfosit dapat menjadi penanda infeksi bakteri termasuk TB.
Satu artikel menyatakan hubungan TB dengan penurunan produksi sitokin monosit dan limfosit.
Dua artikel menyatakan MLR tidak ada hubungan dengan kasus TB.
Terdapat satu artikel yang menyatakan batas nilai MLR 0,378 untuk menunjang diagnosis TB.
Penelitian observasional tentang MLR untuk menunjang diagnosis TB di Indonesia masih perlu dilakukan terutama pengkajian batas nilai MLR.
 Scoping Review: Monocyte Lymphocyte Ratio as Support to Enforce on Patient TuberculosisTuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis.
Indonesia is the third largest TB burdened country in the world.
Bacteriological examination is the standard for diagnosing TB.
Bacterial culture examination has limitation for its prolonged time, whereas rapid molecular assay is unable to detect viable bacteria.
Interferon-γ release assays (IGRA) examination are expensive and require special equipment.
Hematology examination is common and has potential to support TB diagnosis based on immunological parameters.
The purpose of this study was to conduct a literature review to identify the potential for monocyte lymphocyte ratio (MLR) to support the diagnosis of TB.
Search for articles was conducted online from Pubmed, Springer Link, and Science Direct databases.
The steps of filtering articles are follow the PRISMA flow.
In the final stage, eligible articles were selected based on patient, intervention, comparison, outcome, and study (PICOS) criteria, that is TB patient, monocyte lymphocyte ratio, TB diagnosis, and the original study.
The results of this study obtained seven articles from 8,942 articles found from keywords.
Two of the seven articles said that MLR could support the diagnosis of TB.
Two articles showed that monocytes and lymphocytes could be markers of bacterial infection including TB.
One article said the association of TB with decreased production of monocyte and lymphocyte cytokines.
Two articles said that MLR had no relationship with TB cases.
There is one article stats the MLR value limit is 0.
378 to support the diagnosis of TB.
Observational research on MLR to support the diagnosis of TB in Indonesia still needs to be done, especially the assessment of the limit of the MLR value.

Related Results

PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
PEMETAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS DI KOTA PAREPARE
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peme...
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) TBK MELALUI ANALISIS RASIO KEUANGAN TAHUN
Abstrak Mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah hal yang penting yang perlu dilakukan manajemen perusahaan. Buat melaksanakan penilaian fundamental terhadap performa peru...
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUM BULOG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada Perusahaan yang dinilai dengan analisis rasio keuangan pada perusahaan Perum BULOG. dari tahun 2019 hingga tahun 202...
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PROFIT GROWTH PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR 5
ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dalam memprediksi profit growth secara empiris, yang berfokus pada perusahaan manufaktur di Sektor 5 ...
Studi Kasus Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak di Kota Parepare
Studi Kasus Determinan Kejadian Tuberkulosis pada Anak di Kota Parepare
Latar belakang: Tuberkulosis pada anak-anak dan remaja sering kali diabaikan oleh tenaga kesehatan serta sulitnya didiagnosis dan diobati. Gejala tuberkulosis pada anak umunya berb...
Nilai Limfosit dan Monosit Sapi Bali yang Dipelihara Berbasis Organik
Nilai Limfosit dan Monosit Sapi Bali yang Dipelihara Berbasis Organik
Sapi bali dipelihara dengan berbagai cara yakni sistem intensif, semi intensif (simantri), konvensional dan pemeliharaan berbasis organik. Berbasis organik artinya sapi bali diberi...
Diferensial Sel Darah Putih Agranulosit Sapi Bali Dengan Pemeliharaan Berbasis Organik
Diferensial Sel Darah Putih Agranulosit Sapi Bali Dengan Pemeliharaan Berbasis Organik
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui diferensial sel limfosit dan monosit sapi bali dengan pemeliharaan berbasis organik.  Sampel darah dari 10 ekor sapi bali...
Analisis Kinerja Keuangan PT Indosat Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19
Analisis Kinerja Keuangan PT Indosat Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19
Wabah pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia, yang menyebabkan munculnya efek negatif terhadap perekonomian. Meski demikian, pandem...

Back to Top