Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Editorial

View through CrossRef
Edisi kali ini ditandai dengan artikel menarik mengenaik cedera otak traumatik. Kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama cedera otak traumatik di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini berbeda dengan negara-negara maju yang menunjukkan bahwa peristiwa jatuh (fall) menduduki peringkat pertama penyebab cedera otak traumatik. Fakta tersebut juga didukung dengan penggunaan obat-obat antikoagulan, terutama oleh pasine lanjut usia. Berbeda halnya dengan di Indonesia, yang sebagian besar pasien cedera otak traumatik merupakan laki-laki usia produktif. Akibatnya, selain disabilitas yang bisa terjadi, terdapat dampak sosial ekonomi yang serius. Pasien tersebut menjadi kesulitan bekerja dan mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya. Secara definisi, segala jenis gangguan fungsional atau struktural di otak akibat proses trauma berupa energi dari luar tubuh termasuk dalam cedera otak traumatik. Hal ini menekankan bahwa terminologi cedera kepala sudah kurang tepat lagi digunakan dalam praktik sehari-hari karena fokus dari masalahnya adalah otak secara spesifik, bukan kepala. Dengan demikian, penilaian klinis pada pasien cedera otak traumatik tidak hanya sebatas abnormalitas pada radiologi, tetapi jauh yang lebih penting juga pada fungsi otaknya. Pada beberapa kasus, hasil CT scan tidak menunjukkan lesi struktural yang bermakna, tetapi pasiennya mengalami nyeri kepala kronik, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, atau gangguan mood. Hal lain yang menarik dari cedera otak traumatik adalah mekanisme trauma yang dialami oleh pasien dan hubungannya dengan gangguan yang didapat. Hal ini yang disebut sebagai biomekanisme penting untuk diketahui oleh para klinisi yang merawat pasien karena seringkali data anamnesis dari pasien atau orang lain tidak selalu akurat. Lebih jauh daripada itu, bisa jadi ada kepentingan tertentu dari dari pihak pasien atau lainnya untuk memanipulasi mekanisme trauma. Oleh sebab itu, dengan menguasai pengetahuan ini, dan didukung kemampuan klinis yang adekuat, klinisi bisa mengambil langkah bila terdapat ketidaksesuaian antara mekanisme trauma dengan cedera yang didapat.
Title: Editorial
Description:
Edisi kali ini ditandai dengan artikel menarik mengenaik cedera otak traumatik.
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama cedera otak traumatik di negara berkembang seperti Indonesia.
Hal ini berbeda dengan negara-negara maju yang menunjukkan bahwa peristiwa jatuh (fall) menduduki peringkat pertama penyebab cedera otak traumatik.
Fakta tersebut juga didukung dengan penggunaan obat-obat antikoagulan, terutama oleh pasine lanjut usia.
Berbeda halnya dengan di Indonesia, yang sebagian besar pasien cedera otak traumatik merupakan laki-laki usia produktif.
Akibatnya, selain disabilitas yang bisa terjadi, terdapat dampak sosial ekonomi yang serius.
Pasien tersebut menjadi kesulitan bekerja dan mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya.
Secara definisi, segala jenis gangguan fungsional atau struktural di otak akibat proses trauma berupa energi dari luar tubuh termasuk dalam cedera otak traumatik.
Hal ini menekankan bahwa terminologi cedera kepala sudah kurang tepat lagi digunakan dalam praktik sehari-hari karena fokus dari masalahnya adalah otak secara spesifik, bukan kepala.
Dengan demikian, penilaian klinis pada pasien cedera otak traumatik tidak hanya sebatas abnormalitas pada radiologi, tetapi jauh yang lebih penting juga pada fungsi otaknya.
Pada beberapa kasus, hasil CT scan tidak menunjukkan lesi struktural yang bermakna, tetapi pasiennya mengalami nyeri kepala kronik, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, atau gangguan mood.
Hal lain yang menarik dari cedera otak traumatik adalah mekanisme trauma yang dialami oleh pasien dan hubungannya dengan gangguan yang didapat.
Hal ini yang disebut sebagai biomekanisme penting untuk diketahui oleh para klinisi yang merawat pasien karena seringkali data anamnesis dari pasien atau orang lain tidak selalu akurat.
Lebih jauh daripada itu, bisa jadi ada kepentingan tertentu dari dari pihak pasien atau lainnya untuk memanipulasi mekanisme trauma.
Oleh sebab itu, dengan menguasai pengetahuan ini, dan didukung kemampuan klinis yang adekuat, klinisi bisa mengambil langkah bila terdapat ketidaksesuaian antara mekanisme trauma dengan cedera yang didapat.

Related Results

Melhoria do processo editorial da Revista Fitos
Melhoria do processo editorial da Revista Fitos
O Comitê de Política Editorial da Revista Fitos, baseado em estudos e avaliações realizadas sobre os gargalos no desenvolvimento do periódico, decidiu promover alguns ajustes com v...
Editor's welcome, PORTAL, Vol. 1, No. 1, January 2004
Editor's welcome, PORTAL, Vol. 1, No. 1, January 2004
Welcome to the inaugural issue of PORTAL On behalf of the Executive Editorial Committee of PORTAL Journal of Multidisciplinary International Studies, it is a great ple...
Permanencia y periodicidad
Permanencia y periodicidad
Una revista científica publicada por una sociedad de especialistas en salud brinda un aporte invaluable a la visibilización del conocimiento, porque regula y evalúa la producción c...
Editorial
Editorial
It is a pleasure to be able to introduce the first issue of BackStory. The idea behind this journal is to provide a medium for those interested in ‘looking back’ at New Zealand’s a...
THE JOURNAL «PAMIATKY UKRAINY» (1969–1985): ASPECTS OF EDITORIAL POLICY
THE JOURNAL «PAMIATKY UKRAINY» (1969–1985): ASPECTS OF EDITORIAL POLICY
The study is devoted to the examination of the motivational acti­vity of the editorial board of the journal Pamiatky Ukrainy during the years 1969–1985 as a component of editorial ...
Academic Journal Website Model
Academic Journal Website Model
Background: The tens of thousands of academic journal websites that are on the Internet today often do not have a clear organizational structure for their website. If most of them ...
Challenges faced in the peer review system in open access journals
Challenges faced in the peer review system in open access journals
The whole mechanism of academic journal’s peer review system process effectively depends on how editors manage the journal work. The handling of the peer review system will determi...
Editorial: Making Unstructured Abstracts More Concrete
Editorial: Making Unstructured Abstracts More Concrete
The objective of this editorial is two-fold. First, to place the importance of clear abstract writing in the context of booming academic submissions. The editorial highlights the h...

Back to Top