Javascript must be enabled to continue!
Studi Literatur: Potensi Orthosiphon aristatus terhadap Kondisi Urolitiasis dan Hipertensi
View through CrossRef
Abstract. The cat's whiskers plant (Orthosiphon aristatus) has been widely known in traditional medicine as a diuretic and anti-inflammatory agent. This study aimed to examine the potential of active compounds in Orthosiphon aristatus that play a role in the prevention and treatment of urolithiasis and hypertension. The results of the study using literature review methods indicate that the main bioactive compounds such as sinensetin, eupatorin, rosmarinic acid, and caffeic acid contribute to various pharmacological mechanisms. These mechanisms include increased diuresis, inhibition of uric acid-forming enzymes (xanthine oxidase and adenosine deaminase), decreased expression of renal uric acid transporters (URAT1 and GLUT9), and vasorelaxant effects through increased nitric oxide and inhibition of the Acetylcholin Esterase (ACE) enzyme. In addition, the antioxidant and anti-inflammatory activities of these compounds also provide protection to kidney tissue and the vascular system. Thus, Orthosiphon aristatus or the cat's whiskers plant has the potential to be an effective adjuvant therapy in the prevention and treatment of urolithiasis and hypertension.
Abstrak. Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) telah dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai agen diuretik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa aktif dalam Orthosiphon aristatus yang berperan dalam pencegahan dan pengobatan urolitiasis serta hipertensi. Hasil kajian melalui metode studi literatur menunjukkan bahwa senyawa bioaktif utama seperti sinensetin, eupatorin, rosmarinic acid, dan caffeic acid berkontribusi terhadap berbagai mekanisme farmakologis. Mekanisme tersebut mencakup peningkatan diuresis, penghambatan enzim pembentuk asam urat (xanthine oxidase dan adenosine deaminase), penurunan ekspresi transporter asam urat ginjal (URAT1 dan GLUT9), serta efek vasorelaksan melalui peningkatan nitrat oksida dan penghambatan enzim Acetylcholin Esterase (ACE). Selain itu, aktivitas antioksidan dan antiinflamasi senyawa ini turut memberikan perlindungan terhadap jaringan ginjal dan sistem vaskular. Dengan demikian, Orthosiphon aristatus atau tanaman kumis kucing berpotensi sebagai terapi adjuvan yang efektif dalam pencegahan dan pengobatan urolitiasis dan hipertensi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Literatur: Potensi Orthosiphon aristatus terhadap Kondisi Urolitiasis dan Hipertensi
Description:
Abstract.
The cat's whiskers plant (Orthosiphon aristatus) has been widely known in traditional medicine as a diuretic and anti-inflammatory agent.
This study aimed to examine the potential of active compounds in Orthosiphon aristatus that play a role in the prevention and treatment of urolithiasis and hypertension.
The results of the study using literature review methods indicate that the main bioactive compounds such as sinensetin, eupatorin, rosmarinic acid, and caffeic acid contribute to various pharmacological mechanisms.
These mechanisms include increased diuresis, inhibition of uric acid-forming enzymes (xanthine oxidase and adenosine deaminase), decreased expression of renal uric acid transporters (URAT1 and GLUT9), and vasorelaxant effects through increased nitric oxide and inhibition of the Acetylcholin Esterase (ACE) enzyme.
In addition, the antioxidant and anti-inflammatory activities of these compounds also provide protection to kidney tissue and the vascular system.
Thus, Orthosiphon aristatus or the cat's whiskers plant has the potential to be an effective adjuvant therapy in the prevention and treatment of urolithiasis and hypertension.
Abstrak.
Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) telah dikenal luas dalam pengobatan tradisional sebagai agen diuretik dan antiinflamasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa aktif dalam Orthosiphon aristatus yang berperan dalam pencegahan dan pengobatan urolitiasis serta hipertensi.
Hasil kajian melalui metode studi literatur menunjukkan bahwa senyawa bioaktif utama seperti sinensetin, eupatorin, rosmarinic acid, dan caffeic acid berkontribusi terhadap berbagai mekanisme farmakologis.
Mekanisme tersebut mencakup peningkatan diuresis, penghambatan enzim pembentuk asam urat (xanthine oxidase dan adenosine deaminase), penurunan ekspresi transporter asam urat ginjal (URAT1 dan GLUT9), serta efek vasorelaksan melalui peningkatan nitrat oksida dan penghambatan enzim Acetylcholin Esterase (ACE).
Selain itu, aktivitas antioksidan dan antiinflamasi senyawa ini turut memberikan perlindungan terhadap jaringan ginjal dan sistem vaskular.
Dengan demikian, Orthosiphon aristatus atau tanaman kumis kucing berpotensi sebagai terapi adjuvan yang efektif dalam pencegahan dan pengobatan urolitiasis dan hipertensi.
Related Results
TOKSISITAS KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus) SEBAGAI ANTI HIPERTENSI
TOKSISITAS KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus) SEBAGAI ANTI HIPERTENSI
Latar belakang: Orthosiphon stamineus merupakan salah satu obat bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan pada hipertensi melalui aktivitas vasodilatasi, diuretik dan menuru...
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Hipertensi Melalui Peer Group Support
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahun dan dikenal dengan penyakit silent killer. Penyakit ini menyerang semua tingkat usia namun yang ...
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting. Prevalensi hipertensi nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 35,8% dengan proporsi kasus hipertensi yang te...
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Latar belakang. Hipertensi pada anak masih mendapat perhatian yang serius karena dapat menimbulkan cacat menetap dan berakibat kematian. Prevalensi hipertensi anak tidak diketahui ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Implementasi Pemanfaatan Buah-Buahan Lokal Tinggi Kalium dan Antioksidan sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular Hipertensi di Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Studi pendahuluan tentang permasalahan yang ada di Desa Wonojati yaitu belum optimaln...
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Penatalaksanaan Hipertensi
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Penatalaksanaan Hipertensi
Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2023 sebesar 30,8% mengalami penurunan dari tahun 2018 yaitu 34,1% akan tetapi masih terdapat kesenjangan antara penderita yang terdiagnosi...

