Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten gowa

View through CrossRef
Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten gowaThe Community Revenue In Silvopasture Components and Agrisilvikulture Parangloe Districles Gowa RegencyMuthmainnah1, Irma Sribianti2  1. Staf Pengajar Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Makassar   Email : muthmainnah.zainuddin@unismuh.ac.id2.  Staf Pengajar Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Makassar ABSTRACT. This study aims to (1) identify the types of income from the components of silvopasture and agrisilvikulture (2) to know the income of farmers from the components of silvopasture and agrisilvikulture. This study was conducted for 3 months from April to July 2016. The respondent sample is a member of the community who earn income from the components of silvopasture and agrisilvikulture. Sampling technique conducted in this research is census method that is 20 head of family from population to be sample. The results showed that the farmers who apply the silvopasture component combine the plant component of forestry in the form of white teak with an average income of Rp. 3.310.773 / year and livestock components in the form of cattle Rp. 2.307.727 / year. The agrisilvikulture component is a forestry component of teak white with an average income of Rp. 2,155,889 / year combined with agricultural crops such as rice with an average income of Rp. 1.372.500 / year, corn of Rp. 4.232.000 / year, cassava Rp. 4.347.500 / year, long beans of Rp. 627,500 / year, cucumber of Rp. 505.000 / year and pare of Rp. 530,000 / year. Silvopasture component revenue is Rp 61,803,500 / year with an average of Rp.5.618.500 / year or 47.08%. While the results from agrisilvikultur with a value of Rp 56.834.000 / year with an average of Rp 6.314.889 / year or 52.92%. This shows that the audiovisual income is higher than that of silvopasture.Keywords: Revenue; Silvopasture; AgrisilvikultureABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis pendapatan dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture (2) mengetahui pendapatan petani dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan April sampai Juli 2016. Sampel responden merupakan anggota masyarakat yang memperoleh pendapatan dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu 20 kepala keluarga dari populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menerapkan komponen silvopasture mengkombinasi antara tanaman komponen kehutanan berupa jati putih dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 3.310.773/tahun dan komponen peternakan berupa sapi sebesar Rp. 2.307.727/tahun. Komponen agrisilvikulture berupa komponen kehutanan yaitu jati putih dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.155.889/tahun yang dipadukan dengan tanaman pertanian seperti padi dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.372.500/tahun, jagung sebesar Rp. 4.232.000/tahun, ubi kayu Rp. 4.347.500/tahun, kacang panjang sebesar Rp. 627.500/tahun, mentimun sebesar Rp. 505.000/tahun dan pare sebesar Rp. 530.000/tahun.  Pendapatan komponen silvopasture sebesar Rp 61.803.500/tahun dengan rata-rata Rp.5.618.500/tahun atau 47,08%. Sedangkan hasil dari agrisilvikultur dengan nilai Rp 56.834.000/tahun dengan rata-rata Rp 6.314.889 /tahun atau 52,92%  . Ini menunjukkan bahwa pendapatan agrisilvikultur lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan dari silvopasture.Kata kunci: Pendapatan; Silvopastur; Agrisilvikultur
Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin (Forestry Faculty, Hassannuddin Univ)
Title: Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten gowa
Description:
Pendapatan Masyarakat pada Komponen Silvopasture dan Agrisilvikultur Kecamatan Parangloe Kabupaten gowaThe Community Revenue In Silvopasture Components and Agrisilvikulture Parangloe Districles Gowa RegencyMuthmainnah1, Irma Sribianti2  1.
Staf Pengajar Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Makassar   Email : muthmainnah.
zainuddin@unismuh.
ac.
id2.
 Staf Pengajar Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Makassar ABSTRACT.
This study aims to (1) identify the types of income from the components of silvopasture and agrisilvikulture (2) to know the income of farmers from the components of silvopasture and agrisilvikulture.
This study was conducted for 3 months from April to July 2016.
The respondent sample is a member of the community who earn income from the components of silvopasture and agrisilvikulture.
Sampling technique conducted in this research is census method that is 20 head of family from population to be sample.
The results showed that the farmers who apply the silvopasture component combine the plant component of forestry in the form of white teak with an average income of Rp.
3.
310.
773 / year and livestock components in the form of cattle Rp.
2.
307.
727 / year.
The agrisilvikulture component is a forestry component of teak white with an average income of Rp.
2,155,889 / year combined with agricultural crops such as rice with an average income of Rp.
1.
372.
500 / year, corn of Rp.
4.
232.
000 / year, cassava Rp.
4.
347.
500 / year, long beans of Rp.
627,500 / year, cucumber of Rp.
505.
000 / year and pare of Rp.
530,000 / year.
Silvopasture component revenue is Rp 61,803,500 / year with an average of Rp.
5.
618.
500 / year or 47.
08%.
While the results from agrisilvikultur with a value of Rp 56.
834.
000 / year with an average of Rp 6.
314.
889 / year or 52.
92%.
This shows that the audiovisual income is higher than that of silvopasture.
Keywords: Revenue; Silvopasture; AgrisilvikultureABSTRAK.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis pendapatan dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture (2) mengetahui pendapatan petani dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan April sampai Juli 2016.
Sampel responden merupakan anggota masyarakat yang memperoleh pendapatan dari komponen silvopasture dan agrisilvikulture.
Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu 20 kepala keluarga dari populasi dijadikan sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menerapkan komponen silvopasture mengkombinasi antara tanaman komponen kehutanan berupa jati putih dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp.
3.
310.
773/tahun dan komponen peternakan berupa sapi sebesar Rp.
2.
307.
727/tahun.
Komponen agrisilvikulture berupa komponen kehutanan yaitu jati putih dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp.
2.
155.
889/tahun yang dipadukan dengan tanaman pertanian seperti padi dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp.
1.
372.
500/tahun, jagung sebesar Rp.
4.
232.
000/tahun, ubi kayu Rp.
4.
347.
500/tahun, kacang panjang sebesar Rp.
627.
500/tahun, mentimun sebesar Rp.
505.
000/tahun dan pare sebesar Rp.
530.
000/tahun.
  Pendapatan komponen silvopasture sebesar Rp 61.
803.
500/tahun dengan rata-rata Rp.
5.
618.
500/tahun atau 47,08%.
Sedangkan hasil dari agrisilvikultur dengan nilai Rp 56.
834.
000/tahun dengan rata-rata Rp 6.
314.
889 /tahun atau 52,92%  .
Ini menunjukkan bahwa pendapatan agrisilvikultur lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan dari silvopasture.
Kata kunci: Pendapatan; Silvopastur; Agrisilvikultur.

Related Results

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP NAUNG RIERE
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP NAUNG RIERE
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan proses adat Naung Riere di Desa Balassuka Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. (2) Untuk mengetahui bentuk motiv...
Pengaruh Health Literacy Terhadap Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Melalui Psychological Well-Being Pada Remaja SMK
Pengaruh Health Literacy Terhadap Perilaku Pencegahan Penggunaan Napza Melalui Psychological Well-Being Pada Remaja SMK
Pengguna Napza banyak dilakukan oleh remaja atau kelompok usia muda, hal ini tidak lepas dari sifat remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap Napza dan keinginan un...
UPAYA PENINGKATAN KINERJA APARATUR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN GOWA
UPAYA PENINGKATAN KINERJA APARATUR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN GOWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kinerja aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa. Tipe pen...
Upaya Peningkatan Kinerja Aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa
Upaya Peningkatan Kinerja Aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kinerja aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa. Tipe pen...
Upaya Peningkatan Kinerja Aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa
Upaya Peningkatan Kinerja Aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kinerja aparatur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa. Tipe pen...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis  Pajak  Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19   Irlan Fery   Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Pendapatan petani dapat dilihat melalui selisih antara penerimaan beserta total biaya produksi yang dipergunakan sepanjang tahapan produksi. Kecamatan Ungaran Timur menjadi satu di...

Back to Top