Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI

View through CrossRef
Pendahuluan :  Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu)  yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektivitas sediaan ekstrak  ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi.   Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan  tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif  Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks  PHP (Patient Hygeine Performace Index)  Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji  One Way Annova. Hasil :  Nilai rata-rata indeks PHP  pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi.    Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.        
Title: EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI
Description:
Pendahuluan :  Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan.
Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu)  yang berupa cairan disebut disclosing solution.
Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia.
Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  efektivitas sediaan ekstrak  ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi.
   Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design.
Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020.
Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan  tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi.
Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif  Poltekkes Manado.
Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks  PHP (Patient Hygeine Performace Index)  Data dicatat pada format pemeriksaan.
Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji  One Way Annova.
Hasil :  Nilai rata-rata indeks PHP  pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.
023 < 0.
005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi.
    Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent.
The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution.
But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals.
Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato.
This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque.
Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design.
The study was conducted in March - November 2020.
The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria.
The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic.
The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index.
Data is recorded in the examination format.
The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test.
Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.
022 <0.
005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
       .

Related Results

Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Lamongan merupakan daerah yang cukup subur sebagai penghasil polo pendem. Salah satu polo pendem yang cukup banyak di hasilkan di lamongan yaitu ubi jalar. Ubi jalar yang dikenal d...
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga ...
Penambahan Puree Ubi Jalar Ungu Dalam Pembuatan Roti Pizza
Penambahan Puree Ubi Jalar Ungu Dalam Pembuatan Roti Pizza
ABSTRAK - Ubi jalar ungu (Ipomoea Batatas Var Ayumurasaki) biasa disebut Ipomoea Batatas, memiliki kulit dan daging umbi berwarna ungu, berpotensi sebagai sumber antioksidan. Antio...

Back to Top