Javascript must be enabled to continue!
Strategi Manajemen Sekolah untuk Mencegah Perundungan Peserta Didik
View through CrossRef
Perundungan ((bullying)) di lingkungan sekolah merupakan isu serius yang dapat mengganggu keamanan psikologis peserta didik dan menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sekolah dalam mencegah perundungan di SMP Negeri di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan (bullying) di SMP Negeri Jakarta dilakukan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dirancang melalui RKS dan RKAS dengan memasukkan program anti-perundungan sebagai bagian dari pembinaan karakter. Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk tim khusus dan membagi peran kepada seluruh elemen sekolah, termasuk OSIS. Pelaksanaan program mencakup kegiatan sosialisasi, layanan BK, dan kampanye anti-(bullying). Evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat tim dan kotak pengaduan. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan seluruh warga sekolah, komunikasi yang efektif, dan dukungan budaya sekolah yang positif menjadi kunci keberhasilan pencegahan (bullying). Temuan ini memberikan kontribusi dalam praktik manajemen pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
South Sulawesi Education Development
Title: Strategi Manajemen Sekolah untuk Mencegah Perundungan Peserta Didik
Description:
Perundungan ((bullying)) di lingkungan sekolah merupakan isu serius yang dapat mengganggu keamanan psikologis peserta didik dan menghambat proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sekolah dalam mencegah perundungan di SMP Negeri di Jakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, dan peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan (bullying) di SMP Negeri Jakarta dilakukan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.
Perencanaan dirancang melalui RKS dan RKAS dengan memasukkan program anti-perundungan sebagai bagian dari pembinaan karakter.
Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk tim khusus dan membagi peran kepada seluruh elemen sekolah, termasuk OSIS.
Pelaksanaan program mencakup kegiatan sosialisasi, layanan BK, dan kampanye anti-(bullying).
Evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat tim dan kotak pengaduan.
Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan seluruh warga sekolah, komunikasi yang efektif, dan dukungan budaya sekolah yang positif menjadi kunci keberhasilan pencegahan (bullying).
Temuan ini memberikan kontribusi dalam praktik manajemen pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Related Results
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
APA CARA-CARA TERBAIK MENCEGAH PERUNDUNGAN DI SEKOLAH
Semua 50 negara bagian di Amerika Serikat mewajibkan sekolah untuk memiliki kebijakan pencegahan perundungan. Tetapi kebijakan itu sendiri belumlah cukup. Meskipun ada kewajiban it...
Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen peserta didik di MAS Salafiyah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Penelitian ini m...
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Edukasi pencegahan tindak perundungan (bullying) pada siswa sekolah dasar
Penggunaan kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis dikenal sebagai perundungan. Perundungan sendiri dapat menyebabkan ganggua...
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP PERSIAPAN TOMI – TOMI KECAMATAN WAESALA KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
Abstract: The purpose of this study was to determine the role of PAI teachers in improving the discipline of students in the classroom VII SMP Preparation Tomi-Tomi District Waesa...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kecemasan
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kecemasan
Dampak dari social distancing yang mengakibatkan mereka harus belajar melalui daring atau dalam jaringan, rata-rata peserta didik ini berumur 14-17 tahun. Penelitian ini bertujuan ...
Durasi (Duta Literasi) Upaya Tingkatkan Budaya Literasi
Durasi (Duta Literasi) Upaya Tingkatkan Budaya Literasi
Rendahnya tingkat literasi secara nasional maupun didalam budaya sekolah, maka menuntut sekolah untuk menemukan solusi dan inovasi untuk menggerakkan budaya literasi di kalangan pe...
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR UNTUK PESERTA DIDIK
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR UNTUK PESERTA DIDIK
Guru merupakan faktor terpenting bagi peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung,karena hasil belajar siswa akan lebih optimal apabila motivasi ditunjukkan langsung kepad...

