Javascript must be enabled to continue!
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
View through CrossRef
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku yang dapat diterjemahkan ke dalam buku mulok. Hasil kajian lebih condong ke arah ilmu mikrolinguistik bukan praktis pengajaran. Dengan demikian, tulisan ini berusaha memberikan deskripsi lebih detil mengenai kalimat tanya dalam bahasa Sasak dialek standar. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan data empiris lapangan yang bersifat naturalistik. Data empiris yang dimaksud adalah data kebahasan variasi dialektal a-e (Pujut) atau dialek standar. Data tersebut diperoleh di dua kabupaten dengan penutur dialek standar, yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Daerah yang dijadikan lokasi pengambilan data di kedua kabupaten tersebut adalah Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, dan Kecamatan Kuripan Utara. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan penutur dialek tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan enam teknik lanjutannya. Analisis kalimat tanya dilakukan terhadap delapan jenis kata tanya menunjukkan bahwa selain struktur umum kata tanya berada di depan juga terdapat struktur lain yang memungkinkan kalimat tersebut dapat menjadi kalimat tanya yang berterima seccara gramatikal dan makna.
Kata kunci: kalimat tanya, kata tanya, struktur, gramatikal, makna
Study on Sasak for shake of publishing to support local language teaching is not yet found in specific one. The study is not managed to have material of production which can support producing teaching book. Result of study tends to be microlinguistics science not for teaching practice. Therefore, this writing is aimed at giving more detil descriptiom on interrogative sentence in standard dialectal of Sasak. Descriptive-qualitative method is used. This method uses natural-empirical data. The data is standard dialectal a-e (Pujut) of Sasak. Data is collected in two main regencies which occupied by Sasak speakers. They are Central Lombok and West Lombok which focused in Batukliang Utara, East Praya, Pujut, and Kuripan Utara. Data collected through direct interview with native speakers of Sasak. The data is analized by agih method using six techniques. The analysis of interrogative sentences is done into eight kinds of question words. It is shown that there is another structure of interrogative sentence other than common structure of question words which always exist at the beginning of sentences. This structure allows questions words to be at the middle. The sentence constructed is grammatically dan semantically accepted in Sasak.
Key Words: interrogative sentence, question words, structure, grammatical, meaning
Title: KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
Description:
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik.
Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku yang dapat diterjemahkan ke dalam buku mulok.
Hasil kajian lebih condong ke arah ilmu mikrolinguistik bukan praktis pengajaran.
Dengan demikian, tulisan ini berusaha memberikan deskripsi lebih detil mengenai kalimat tanya dalam bahasa Sasak dialek standar.
Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan data empiris lapangan yang bersifat naturalistik.
Data empiris yang dimaksud adalah data kebahasan variasi dialektal a-e (Pujut) atau dialek standar.
Data tersebut diperoleh di dua kabupaten dengan penutur dialek standar, yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Daerah yang dijadikan lokasi pengambilan data di kedua kabupaten tersebut adalah Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, dan Kecamatan Kuripan Utara.
Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan penutur dialek tersebut.
Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan enam teknik lanjutannya.
Analisis kalimat tanya dilakukan terhadap delapan jenis kata tanya menunjukkan bahwa selain struktur umum kata tanya berada di depan juga terdapat struktur lain yang memungkinkan kalimat tersebut dapat menjadi kalimat tanya yang berterima seccara gramatikal dan makna.
Kata kunci: kalimat tanya, kata tanya, struktur, gramatikal, makna
Study on Sasak for shake of publishing to support local language teaching is not yet found in specific one.
The study is not managed to have material of production which can support producing teaching book.
Result of study tends to be microlinguistics science not for teaching practice.
Therefore, this writing is aimed at giving more detil descriptiom on interrogative sentence in standard dialectal of Sasak.
Descriptive-qualitative method is used.
This method uses natural-empirical data.
The data is standard dialectal a-e (Pujut) of Sasak.
Data is collected in two main regencies which occupied by Sasak speakers.
They are Central Lombok and West Lombok which focused in Batukliang Utara, East Praya, Pujut, and Kuripan Utara.
Data collected through direct interview with native speakers of Sasak.
The data is analized by agih method using six techniques.
The analysis of interrogative sentences is done into eight kinds of question words.
It is shown that there is another structure of interrogative sentence other than common structure of question words which always exist at the beginning of sentences.
This structure allows questions words to be at the middle.
The sentence constructed is grammatically dan semantically accepted in Sasak.
Key Words: interrogative sentence, question words, structure, grammatical, meaning.
Related Results
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط و أنواع جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK
Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
PEMEROLEHAN SINTAKSIS ANAK USIA ENAM TAHUN ENAM BULAN (STUDI KUALITATIF PADA ZIYAN)
PEMEROLEHAN SINTAKSIS ANAK USIA ENAM TAHUN ENAM BULAN (STUDI KUALITATIF PADA ZIYAN)
Seorang anak dalam berkomunikasi membutuhkan kemampuan yang didapatkan melalui proses pemerolehan bahasa. Proses pemerolehan setiap anak pun berbeda-beda, oleh karena itu penelitia...
ANALISIS KALIMAT DIALOG DALAM NASKAH DRAMA �PADA SUATU HARI� KARYA ARIFIN C. NOER
ANALISIS KALIMAT DIALOG DALAM NASKAH DRAMA �PADA SUATU HARI� KARYA ARIFIN C. NOER
Judul penelitian ini adalah Analisis Kalimat Dialog dalam Naskah Drama �Pada Suatu Hari� Karya Arifin C. Noer (Sebuah Analisis Pragmatik tentang Deiksis dan Praanggapan). Rumusan m...
KAITAN BUNSETSU DAN FRASA POSPOSISI SUBJEK-OBJEK DALAM BAHASA JEPANG
KAITAN BUNSETSU DAN FRASA POSPOSISI SUBJEK-OBJEK DALAM BAHASA JEPANG
Kalimat dibentuk oleh berbagai satuan kalimat (satuan gramatikal) dari satuan terkecil yaitu kata sampai satuan terbesar yaitu kalimat itu sendiri. Pada umumnya satuan gramatikal s...
Comparative Analysis of Syntax and Semantics Sering with Jingchang
Comparative Analysis of Syntax and Semantics Sering with Jingchang
The learning of a foreign language cannot be separated from an understanding of the structure and characteristics of that language, especially in terms of understanding grammar. Th...


