Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERSUASIF PADA TUTURAN NADIEM MAKARIM (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN) DALAM MENYAMPAIKAN KEBIJAKAN (PERSUASIVE SPEECH OF NADIEM MAKARIM (MINISTER OF EDUCATION AND CULTURE) IN DELIVERING POLICY)

View through CrossRef
Abstract Persuasive Speech of Nadiem Makarim (Minister of Education and Culture) in Delivering Policy. This study aims to describe the persuasive speech forms and persuasive patterns in the speeches of the Minister of Education and Culture in delivering policies. This research use a qualitative approach and descriptive method. Data collected by documentation techniques. The data obtained from this study in the form of words or series of words referring to persuasive speech. Data sources are twenty videos of the Minister of Education and Culture. The results showed that the forms of persuasive speeches delivered by the Minister of Education and Culture when delivering policies, are: (a) persuasive speech when inviting; (b) persuasive speech when giving mandatory; (c) persuasive speech when persuading; (d) persuasive speech when convincing and (e) persuasive speech when suggesting to the audience. Based on these forms of speech, the forms of a persuasive speech for inviting and persuading are more frequently used by the Minister of Education and Culture. The patterns in persuasive speeches spoken by the Minister of Education and Culture include (a) patterns of problem-solving in relation to the policy of free learning; (b) the causal pattern in relation to the causes of Indonesia being unable to progress and to the plan of 100 days; (c) the pros and cons patterns in relation to the impact of technological development; and (e) the patterns of motived orders in relation to attracting and focusing the attention of youth, as well as satisfying the motivational needs of youth regarding success. Based on these persuasive speech patterns, patterns of problem-solving and those of the motived orders are widely used by the Minister of Education and Culture to convince the public when delivering their programs. Keywords: speech forms, patterns, persuasifonAbstrak Persuasif pada Tuturan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam Menyampaikan Kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan persuasif dan pola-pola persuasif pada tuturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata atau rangkaian kata yang menjadi tuturan persuasif. Sumber data diperoleh dari dua puluh video menteri pendidikan dan kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan persuasif yang terdapat pada tuturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan, yakni: (a) tuturan persuasif yang bersifat mengajak; (b) tuturan persuasif yang bersifat perintah; (c) tuturan persuasif yang bersifat bujukan; (d) tuturan persuasif yang bersifat meyakinkan serta (e) tuturan persuasif yang bersifat saran. Berdasarkan bentukbentuk tuturan tersebut, bentuk tuturan yang lebih banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah bentuk tuturan persuasif yang bersifat mengajak dan membujuk. Pola-pola dalam pidato persuasif yang dituturkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meliputi: (a) pola pemecahan masalah, berupa kebijakan merdeka belajar; (b) pola sebab-akibat berupa penyebab Indonesia tidak bisa maju dan rencana 100 hari; (c) pola pro-kontra berupa dampak perkembangan teknologi, serta (e) pola urutan bermotif berupa menarik dan memusatkan perhatian pemuda, serta pemuasan kebutuhan motivasional pemuda mengenai kesuksesan. Berdasarkan pola-pola pidato persuasif tersebut, pola persuasif yang banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meyakinkan masyarakat ketika menyampaikan program-programnya adalah pola pemecahan masalah dan pola urutan bermotif. Kata-kata kunci: bentuk tuturan, pola, persuasif
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: PERSUASIF PADA TUTURAN NADIEM MAKARIM (MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN) DALAM MENYAMPAIKAN KEBIJAKAN (PERSUASIVE SPEECH OF NADIEM MAKARIM (MINISTER OF EDUCATION AND CULTURE) IN DELIVERING POLICY)
Description:
Abstract Persuasive Speech of Nadiem Makarim (Minister of Education and Culture) in Delivering Policy.
This study aims to describe the persuasive speech forms and persuasive patterns in the speeches of the Minister of Education and Culture in delivering policies.
This research use a qualitative approach and descriptive method.
Data collected by documentation techniques.
The data obtained from this study in the form of words or series of words referring to persuasive speech.
Data sources are twenty videos of the Minister of Education and Culture.
The results showed that the forms of persuasive speeches delivered by the Minister of Education and Culture when delivering policies, are: (a) persuasive speech when inviting; (b) persuasive speech when giving mandatory; (c) persuasive speech when persuading; (d) persuasive speech when convincing and (e) persuasive speech when suggesting to the audience.
Based on these forms of speech, the forms of a persuasive speech for inviting and persuading are more frequently used by the Minister of Education and Culture.
The patterns in persuasive speeches spoken by the Minister of Education and Culture include (a) patterns of problem-solving in relation to the policy of free learning; (b) the causal pattern in relation to the causes of Indonesia being unable to progress and to the plan of 100 days; (c) the pros and cons patterns in relation to the impact of technological development; and (e) the patterns of motived orders in relation to attracting and focusing the attention of youth, as well as satisfying the motivational needs of youth regarding success.
Based on these persuasive speech patterns, patterns of problem-solving and those of the motived orders are widely used by the Minister of Education and Culture to convince the public when delivering their programs.
Keywords: speech forms, patterns, persuasifonAbstrak Persuasif pada Tuturan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam Menyampaikan Kebijakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk tuturan persuasif dan pola-pola persuasif pada tuturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif.
Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata atau rangkaian kata yang menjadi tuturan persuasif.
 Sumber data diperoleh dari dua puluh video menteri pendidikan dan kebudayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tuturan persuasif yang terdapat pada tuturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyampaikan kebijakan, yakni: (a) tuturan persuasif yang bersifat mengajak; (b) tuturan persuasif yang bersifat perintah; (c) tuturan persuasif yang bersifat bujukan; (d) tuturan persuasif yang bersifat meyakinkan serta (e) tuturan persuasif yang bersifat saran.
Berdasarkan bentukbentuk tuturan tersebut, bentuk tuturan yang lebih banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah bentuk tuturan persuasif yang bersifat mengajak dan membujuk.
Pola-pola dalam pidato persuasif yang dituturkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meliputi: (a) pola pemecahan masalah, berupa kebijakan merdeka belajar; (b) pola sebab-akibat berupa penyebab Indonesia tidak bisa maju dan rencana 100 hari; (c) pola pro-kontra berupa dampak perkembangan teknologi, serta (e) pola urutan bermotif berupa menarik dan memusatkan perhatian pemuda, serta pemuasan kebutuhan motivasional pemuda mengenai kesuksesan.
Berdasarkan pola-pola pidato persuasif tersebut, pola persuasif yang banyak digunakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meyakinkan masyarakat ketika menyampaikan program-programnya adalah pola pemecahan masalah dan pola urutan bermotif.
Kata-kata kunci: bentuk tuturan, pola, persuasif.

Related Results

Invitation or Sexual Harassment?
Invitation or Sexual Harassment?
This article aims to analyse an intercultural telephone invitation given by a Chinese tutor to an Australian student, and highlight general principles of intercultural invitations....
Analisis Tindak Tutur Representatif yang Terkandung di dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Analisis Tindak Tutur Representatif yang Terkandung di dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Nadiem Makarim pada Media Sosial Youtube
Bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi di lingkungan sekitarnya melalui sebuah tuturan. Dari adanya beberapa jenis tindak tutur, penulis tertarik untuk me...
Education in the Midst of Indonesia’s Development Agenda
Education in the Midst of Indonesia’s Development Agenda
President Jokowi made a shocking decision in his second term by pointing to Nadiem Makarim as Minister of Education, Culture, Research, and Technology. Not long after his appointme...
TINDAK TUTUR DALAM KOMENTAR PEMBACA BERITA KRIMINAL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
TINDAK TUTUR DALAM KOMENTAR PEMBACA BERITA KRIMINAL DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur dalam komentar pembaca berita kriminal dalam media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan pendek...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Analisis Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Nasional
Analisis Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Nasional
Abstrak: Kebijakan pendidikan muncul ketika ada kesenjangan antara tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan dengan penyelenggaraan pendidikan. Implementasi kebijakan pendidikan diar...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
Tingkat Tutur Bahasa Bali Dalam Dialog Seni Arja Sekaa Arja Widya Aksara
Tingkat Tutur Bahasa Bali Dalam Dialog Seni Arja Sekaa Arja Widya Aksara
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguraikan jenis tingkat tutur (sor singgih) bahasa Bali pada dialog penari arja sekaa arja widya aksara. Penelitian ini menggunakan...

Back to Top