Javascript must be enabled to continue!
KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
View through CrossRef
Kepemimpinan mempengaruhi perilaku orang lain kearah tujuan tertentu sebagai indikator keberhasilan seesorang pemimpin. Penerapan kepemimpinan sangat ditentukan oleh situasi kerja atau keadaan anggota/bawahan dn sumber daya pendukung organisasi. Kepemimpinan dalam bidang pendidikan lebih mengarah kepada pemberdayaan seluruh potensi organisasi dan menempatkan bawahan sebagai penentu keberhasilan pencapaian organisasi, maka sentuhan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan moral kerja dan semangat untuk berprestasi menjadi perhatian utama. Perasaan dihargai, dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang tugasnya dan perhatian pimpinan terhadap keluhan, kebutuhan, saran dan pendapat bawahan merupakan pra syarat bagi terciptanya iklim kerja yang kondusif. Melaksanakan program-program untuk merealisasikan rencana jangka pendek manajemen berbasis sekolah. Dalam pelaksanaan, semua input yang diperlukan untuk berlangsungnya proses (pelaksanaan) manajemen berbasis sekolah harus siap. Jika input tidak siap/tidak memadai, maka tujuan situasional tidak akan tercapai. Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan adalah pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, dan pengelolaan proses belajar mengajar. Tujuan utama manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah meningkatkan efisiensi mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi dicapai melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningakatan profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol, serta hal lain yang dapat menumbuh kembangkan suasana yang kondusif. Menurut Kustini Hardi, ada tiga tujuan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pertama, mengembangkan kemampuan kepala sekolah bersama guru dan unsur komite sekolah dalam aspek manajemen berbasis sekolah (MBS) untuk meningkatkan mutu sekolah. Kedua, 133 mengembangkan kemampuan kepala sekolah bersama guru dan unsur komite sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan setempat. Ketiga, mengembangkan peran serta masyarakat yang lebih aktif dalam masalah umum persekolahan dari sekolah untuk membantu peningkatan mutu sekolah. Kementerian Pendidikan Nasional mendeskripsikan bahwa tujuan pelaksanaan MBS adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam peyelenggaran pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama, meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, serta meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tetang mutu pendidikan yang akan dicapai. Kata kunci : kepemimpinan efektif dan manajemen berbasis sekolah
Raden Intan State Islamic University of Lampung
Title: KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Description:
Kepemimpinan mempengaruhi perilaku orang lain kearah tujuan tertentu sebagai indikator keberhasilan seesorang pemimpin.
Penerapan kepemimpinan sangat ditentukan oleh situasi kerja atau keadaan anggota/bawahan dn sumber daya pendukung organisasi.
Kepemimpinan dalam bidang pendidikan lebih mengarah kepada pemberdayaan seluruh potensi organisasi dan menempatkan bawahan sebagai penentu keberhasilan pencapaian organisasi, maka sentuhan terhadap faktor-faktor yang dapat menimbulkan moral kerja dan semangat untuk berprestasi menjadi perhatian utama.
Perasaan dihargai, dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bidang tugasnya dan perhatian pimpinan terhadap keluhan, kebutuhan, saran dan pendapat bawahan merupakan pra syarat bagi terciptanya iklim kerja yang kondusif.
Melaksanakan program-program untuk merealisasikan rencana jangka pendek manajemen berbasis sekolah.
Dalam pelaksanaan, semua input yang diperlukan untuk berlangsungnya proses (pelaksanaan) manajemen berbasis sekolah harus siap.
Jika input tidak siap/tidak memadai, maka tujuan situasional tidak akan tercapai.
Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan adalah pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, dan pengelolaan proses belajar mengajar.
Tujuan utama manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah meningkatkan efisiensi mutu dan pemerataan pendidikan.
Peningkatan efisiensi dicapai melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi.
Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningakatan profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol, serta hal lain yang dapat menumbuh kembangkan suasana yang kondusif.
Menurut Kustini Hardi, ada tiga tujuan manajemen berbasis sekolah (MBS).
Pertama, mengembangkan kemampuan kepala sekolah bersama guru dan unsur komite sekolah dalam aspek manajemen berbasis sekolah (MBS) untuk meningkatkan mutu sekolah.
Kedua, 133 mengembangkan kemampuan kepala sekolah bersama guru dan unsur komite sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan setempat.
Ketiga, mengembangkan peran serta masyarakat yang lebih aktif dalam masalah umum persekolahan dari sekolah untuk membantu peningkatan mutu sekolah.
Kementerian Pendidikan Nasional mendeskripsikan bahwa tujuan pelaksanaan MBS adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam peyelenggaran pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama, meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, serta meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tetang mutu pendidikan yang akan dicapai.
Kata kunci : kepemimpinan efektif dan manajemen berbasis sekolah.
Related Results
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
KEPEMIMPINAN DEMOKRASI PADA MADRASAH
Tujuan artikel ini untuk menjelaskan tentang kepemimpinan demokratis yang tepat untuk diterapkan di Madrasah. Masalah yang urgen di madrasah saat ini kepemimpinan belum menunjukkan...
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN
Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi bawahannya yang diekspresikan dalam bentuk perilaku atau pola kepribadian. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki program dan y...
GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DI SDN 2 PERUMNAS WAY KANDIS
GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DI SDN 2 PERUMNAS WAY KANDIS
Abstrak:Fokus penenelitian ini tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah SDN 2 Perumnas Waykandis Bandar Lampung . Tujuan diadakannya peneitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepe...
Teologi Kepemimpinan Kristen
Teologi Kepemimpinan Kristen
Buku “Teologi Kepemimpinan Kristen” ini merupakan panduan komprehensif bagi para pemimpin Kristen yang ingin memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang berbasis pada...
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS
Tipe dan gaya kepemimpinan sangat berkaitan dengan norma perilaku pada diri seseorang saat mempengaruhi mempengaruhi perilaku orang lain. Tipe dan gaya kepemimpinan  memiliki berb...
Model Kepemimpinan Rohani di Era Disrupsi
Model Kepemimpinan Rohani di Era Disrupsi
Leadership is a fundamental part of a life order. There is an element of leadership in all aspects of life. Leadership in the family, leadership at work, school leadership, campus ...
Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru (Studi Kasus di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru)
Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru (Studi Kasus di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru)
Keberhasilan atau kegagalan suatu sekolah tergantung pada kepemimpinan kepala sekolahnya, Faktor yang melatar belakangi antara lain, adanya administrasi sekolah yang kurang baik,pe...
Penggunaan Mapping dan Analisis Faktor untuk Pengembangan Konsep Kompetensi Kepemimpinan Sekolah
Penggunaan Mapping dan Analisis Faktor untuk Pengembangan Konsep Kompetensi Kepemimpinan Sekolah
Kepala Sekolah adalah guru yang diangkat sebagai Pemimpin Pembelajaran pada satuan pendidikan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolo...

