Javascript must be enabled to continue!
PENGUATAN BUDAYA LITERASI EKOLOGIS DI SEKOLAH
View through CrossRef
Abstrak: Tingkat literasi peserta didik di Indonesia masih berada pada kategori rendah. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan untuk menguatkan budaya literasi ekologis peserta didik di Sekolah Bala Keselamatan Palu terhadap 56 orang peserta didik baru. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab, dan simulasi menggunakan presentasi dan video tentang isu-isu fenomena ekologis dengan tujuan: (1) Membangun budaya literasi ekologis; dan (2) Membangun perilaku go green school. Hasil evaluasi melalui tanya jawab sepanjang penyuluhan menunjukkan rata-rata persentase “Membangun budaya Literasi Ekologis” sebesar 60,4% dan “Membangun perilaku dan go green school activity” sebesar 84,9%. Hasil evaluasi melalui observasi dan wawancara seminggu setelah penyuluhan menunjukkan adanya kreativitas kelompok “Sasisapo” melakukan proyek “perubahan iklim global” dengan merawat tanaman setiap hari seusai sekolah, menanam tanaman (bunga-bunga dan dua pohon akasia), dan bersih-bersih lingkungan sekolah setiap hari Sabtu. Diharapkan hasil PKM ini menjadi masukan terhadap guruguru dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya literasi ekologis pada pembelajaran di kelas.Abstract: The literacy level of students in Indonesia is still in the low category. Community service (PKM) is carried out to strengthen the ecological literacy culture of students at the Palu Salvation Army School for 56 new students. Counseling is carried out through lectures, questions and answers, and simulations using presentations and videos on issues of ecological phenomena with the aim of: (1) Building a culture of ecological literacy; and (2) Building go green school behavior. The results of the evaluation through questions and answers during the extension showed that the average percentage of "Building an Ecological Literacy culture" was 60.4% and "Building behavior and going green school activity" was 84.9%. The results of the evaluation through observations and interviews a week after the extension showed the creativity of the "Saisapo" group in carrying out a "global climate change" project by taking care of plants every day after school, planting plants (flowers and two acacia trees), and cleaning the school environment every day. Saturday. It is hoped that the results of this PKM will become input for teachers in internalizing the cultural values of ecological literacy in classroom learning.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: PENGUATAN BUDAYA LITERASI EKOLOGIS DI SEKOLAH
Description:
Abstrak: Tingkat literasi peserta didik di Indonesia masih berada pada kategori rendah.
Pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan untuk menguatkan budaya literasi ekologis peserta didik di Sekolah Bala Keselamatan Palu terhadap 56 orang peserta didik baru.
Penyuluhan dilakukan melalui ceramah, tanya jawab, dan simulasi menggunakan presentasi dan video tentang isu-isu fenomena ekologis dengan tujuan: (1) Membangun budaya literasi ekologis; dan (2) Membangun perilaku go green school.
Hasil evaluasi melalui tanya jawab sepanjang penyuluhan menunjukkan rata-rata persentase “Membangun budaya Literasi Ekologis” sebesar 60,4% dan “Membangun perilaku dan go green school activity” sebesar 84,9%.
Hasil evaluasi melalui observasi dan wawancara seminggu setelah penyuluhan menunjukkan adanya kreativitas kelompok “Sasisapo” melakukan proyek “perubahan iklim global” dengan merawat tanaman setiap hari seusai sekolah, menanam tanaman (bunga-bunga dan dua pohon akasia), dan bersih-bersih lingkungan sekolah setiap hari Sabtu.
Diharapkan hasil PKM ini menjadi masukan terhadap guruguru dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya literasi ekologis pada pembelajaran di kelas.
Abstract: The literacy level of students in Indonesia is still in the low category.
Community service (PKM) is carried out to strengthen the ecological literacy culture of students at the Palu Salvation Army School for 56 new students.
Counseling is carried out through lectures, questions and answers, and simulations using presentations and videos on issues of ecological phenomena with the aim of: (1) Building a culture of ecological literacy; and (2) Building go green school behavior.
The results of the evaluation through questions and answers during the extension showed that the average percentage of "Building an Ecological Literacy culture" was 60.
4% and "Building behavior and going green school activity" was 84.
9%.
The results of the evaluation through observations and interviews a week after the extension showed the creativity of the "Saisapo" group in carrying out a "global climate change" project by taking care of plants every day after school, planting plants (flowers and two acacia trees), and cleaning the school environment every day.
Saturday.
It is hoped that the results of this PKM will become input for teachers in internalizing the cultural values of ecological literacy in classroom learning.
Related Results
PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BERBAGAI BIDANG KEILMUAN
PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BERBAGAI BIDANG KEILMUAN
Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Terdapat en...
PENGARUH LITERASI PRODUK, LITERASI FINANSIAL DAN LITERASI TEKNOLOGI FINANSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN LAYANAN PERBANKAN DI PT. BANK SYARIAH INDONESIA KCP SULTAN ADAM
PENGARUH LITERASI PRODUK, LITERASI FINANSIAL DAN LITERASI TEKNOLOGI FINANSIAL TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN LAYANAN PERBANKAN DI PT. BANK SYARIAH INDONESIA KCP SULTAN ADAM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Untuk menganalisis signifikansi pengaruh literasi produk, literasi finansial dan literasi teknologi finansial secara simulan terhadap ke...
Kritik Sastra Ekologis dalam Drama-Drama Terbaru Indonesia
Kritik Sastra Ekologis dalam Drama-Drama Terbaru Indonesia
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian yang berjudul “Kritik Sastra Ekologis terhadap Novel-Novel Terbaru Indonesiaâ€. Pada penelitian sebelumnya tersebut,...
Studi diskriptif penguatan literasi dan numerasi kelas VI SD Sabdodadi Keyongan Bantul
Studi diskriptif penguatan literasi dan numerasi kelas VI SD Sabdodadi Keyongan Bantul
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan literasi dan numerasi yang digunakan guru pada kegiatan pembelajaran di SD Sabdodadi Keyongan Bantul. Penelitian ini dilaks...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...
Durasi (Duta Literasi) Upaya Tingkatkan Budaya Literasi
Durasi (Duta Literasi) Upaya Tingkatkan Budaya Literasi
Rendahnya tingkat literasi secara nasional maupun didalam budaya sekolah, maka menuntut sekolah untuk menemukan solusi dan inovasi untuk menggerakkan budaya literasi di kalangan pe...
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
Latar Belakang : Kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicar...
Penguatan Literasi Beragama Bagi Peserta Didik Di Madrasah
Penguatan Literasi Beragama Bagi Peserta Didik Di Madrasah
Dewasa ini pergaulan peserta didik di madrasah bukan hanya ada pada dunia nyata, tetapi pula pada dunia maya. Dengan kekuatan dunia maya ini dapat menggerakan banyak orang ke arah ...

