Javascript must be enabled to continue!
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA`NG PLEA “(Studi Kasus Desa di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur)”
View through CrossRef
Penelitian ini berjudul "Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Tradisi Rewa`Ng Plea “(Studi Kasus Desa Di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur). Untuk menjelaskan masalah pokok pada judul di atas, maka dibangun teori tentang kearifan lokal dan ketahanan pangan dengan fokus pada kearifan lokal pelaksanaan upacara tradisi rewang p’lea berdasarkan aspek tahapan pelaksanaan tradisi rewang p’lea dan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tradisi ini dimulai dengan tahap awal pelaksanaan yang melibatkan persiapan bahan-bahan alami yang terdiri dari tumbukan batang pepohonan dan darah serta hati anjing. Proses ini tidak hanya melibatkan pengetahuan praktis dalam memanfaatkan alam, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, masyarakat mempersiapkan ramuan ini untuk digunakan dalam melindungi kebun mereka dari serangan hama yang dapat merusak hasil pertanian, seperti ulat dan belalang. (2) Tahap pelaksanaan ritual rewang p’lea melibatkan seluruh masyarakat yang terlibat dalam upacara adat ini, baik dari pihak laki-laki yang memegang peran penting dalam prosesi ritual, maupun masyarakat umum (ribu ratu). Dalam proses ini, ramuan tradisional yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada seluruh anggota masyarakat, yang selanjutnya menempatkan ramuan tersebut di titik strategis di kebun mereka. (3) Pada tahap akhir pelaksanaan, masyarakat Desa Daniwato mengikuti pantangan untuk tidak memasuki kebun selama tiga hari setelah ritual dilakukan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan spiritual yang telah diterapkan pada kebun mereka. Pantangan ini menunjukkan betapa ritual rewang p’lea dipandang sebagai sesuatu yang sakral dan memerlukan kesabaran serta kehati-hatian agar keberhasilan ritual dapat terwujud. (4) tradisi rewang p’lea di Desa Daniwato merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga ketahanan pangan berakar pada nilai budaya yang sangat mendalam dan penuh makna. Melalui kerja sama yang erat antarwarga, pemanfaatan bahan alami, serta penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial, masyarakat mampu menjaga kelangsungan produksi pertanian mereka meskipun menghadapi ancaman hama.
Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran
Title: KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN MELALUI TRADISI REWA`NG PLEA “(Studi Kasus Desa di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur)”
Description:
Penelitian ini berjudul "Kearifan Lokal Masyarakat Adat Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Melalui Tradisi Rewa`Ng Plea “(Studi Kasus Desa Di Daniwato Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur).
Untuk menjelaskan masalah pokok pada judul di atas, maka dibangun teori tentang kearifan lokal dan ketahanan pangan dengan fokus pada kearifan lokal pelaksanaan upacara tradisi rewang p’lea berdasarkan aspek tahapan pelaksanaan tradisi rewang p’lea dan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tradisi ini dimulai dengan tahap awal pelaksanaan yang melibatkan persiapan bahan-bahan alami yang terdiri dari tumbukan batang pepohonan dan darah serta hati anjing.
Proses ini tidak hanya melibatkan pengetahuan praktis dalam memanfaatkan alam, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan turun-temurun.
Dengan demikian, masyarakat mempersiapkan ramuan ini untuk digunakan dalam melindungi kebun mereka dari serangan hama yang dapat merusak hasil pertanian, seperti ulat dan belalang.
(2) Tahap pelaksanaan ritual rewang p’lea melibatkan seluruh masyarakat yang terlibat dalam upacara adat ini, baik dari pihak laki-laki yang memegang peran penting dalam prosesi ritual, maupun masyarakat umum (ribu ratu).
Dalam proses ini, ramuan tradisional yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada seluruh anggota masyarakat, yang selanjutnya menempatkan ramuan tersebut di titik strategis di kebun mereka.
(3) Pada tahap akhir pelaksanaan, masyarakat Desa Daniwato mengikuti pantangan untuk tidak memasuki kebun selama tiga hari setelah ritual dilakukan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan spiritual yang telah diterapkan pada kebun mereka.
Pantangan ini menunjukkan betapa ritual rewang p’lea dipandang sebagai sesuatu yang sakral dan memerlukan kesabaran serta kehati-hatian agar keberhasilan ritual dapat terwujud.
(4) tradisi rewang p’lea di Desa Daniwato merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga ketahanan pangan berakar pada nilai budaya yang sangat mendalam dan penuh makna.
Melalui kerja sama yang erat antarwarga, pemanfaatan bahan alami, serta penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial, masyarakat mampu menjaga kelangsungan produksi pertanian mereka meskipun menghadapi ancaman hama.
Related Results
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
PEMINJAMAN UANG SUKU DI LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NTT. PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
PEMINJAMAN UANG SUKU DI LAMAKERA KECAMATAN SOLOR TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR PROVINSI NTT. PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Abstrak
Hukum Ribai aitaiu bungai paidai pinjaimain uaing suku yaing aidai di Laimaikerai kecaimaitain solor timur kaibupaiten flores timur provinsi NTT. Dilihait Perspketif hukum...
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
KAJIAN KETAHANAN PANGAN DI DAERAH KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tahun 2019, Kabupaten Kerinci memiliki indeks ketahanan yang baik, akan tetapi persebaran tingkat ketahanan pangan untuk setiap kecamatann...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...


