Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Isolasi Bakteri Resisten Arsen pada Sedimen Tanah di Muara Sungai Buyat

View through CrossRef
Abstract: Arsenic, a toxic element to the body, is commonly found in mining waste. Buyat is known as a mining location (especially gold mine) which dumps mining waste in the form of tailings into the sea through the Buyat River. A mine should process the degradation of waste from a very toxic form into a less toxic form before disposing the waste into the sea. However, this process is often overlooked by artisanal miner because it consumes considerable production cost. Waste containing toxic arsenic gradually accumulates into sediments in the ocean, so bacteria in the environment begin to develop a mechanism of resistance to arsenic. This study was aimed to determine the types of arsenic-resistant bacteria isolated from sediment at Buyat estuary using conventional bacterial identification methods, including morpho-logical, physiological, and biochemical tests. Nine bacterial isolates were treated with arsenic stress at 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm. The results showed several bacteria that could grow even in conditions containing as much as 1000 ppm of arsenic, namely Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, and Escherichia. Conclusion: In the sediment of Buyat estuary we found seven genera of bacteria, as follows: Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia and Escherichia.Keywords: Arsenic-resistant bacteria, Buyat River, sediment, As2O3Abstrak: Arsen ialah salah satu jenis unsur yang bersifat toksik bagi tubuh dan merupakan salah satu hasil limbah pertambangan. Buyat merupakan salah satu lokasi pertambangan (terutama tambang emas) yang membuang limbah pertambangannya berupa tailings ke laut. Limbah tersebut dialirkan melalui Sungai Buyat. Pertambangan yang resmi harus melakukan proses degradasi arsen dari yang sangat toksik menjadi kurang toksik terlebih dahulu sebelum membuang limbah ke laut, namun proses ini sering diabaikan oleh pertambangan rakyat karena memakan biaya produksi yang cukup besar. Limbah yang mengandung arsen toksik lama-kelamaan terakumulasi menjadi sedimen di laut, sehingga bakteri di lingkungan tersebut mulai mengembangkan mekanisme resistensi terhadap arsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri resisten arsen yang diisolasi dari sedimen di muara Sungai Buyat menggunakan metode identifikasi bakteri konvensional. Terdapat 9 isolat bakteri yang diberi perlakuan stres arsen pada 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian mendapatkan beberapa jenis bakteri yang dapat bertumbuh bahkan pada kondisi mengandung arsen sebanyak 1000 ppm, yaitu genus Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia. Simpulan: Pada sedimen tanah di muara Sungai Buyat diidentifikasi tujuh genus bakteri, yaitu Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia.Kata kunci: bakteri resisten arsen, Sungai Buyat, sedimen, As2O3
Title: Isolasi Bakteri Resisten Arsen pada Sedimen Tanah di Muara Sungai Buyat
Description:
Abstract: Arsenic, a toxic element to the body, is commonly found in mining waste.
Buyat is known as a mining location (especially gold mine) which dumps mining waste in the form of tailings into the sea through the Buyat River.
A mine should process the degradation of waste from a very toxic form into a less toxic form before disposing the waste into the sea.
However, this process is often overlooked by artisanal miner because it consumes considerable production cost.
Waste containing toxic arsenic gradually accumulates into sediments in the ocean, so bacteria in the environment begin to develop a mechanism of resistance to arsenic.
This study was aimed to determine the types of arsenic-resistant bacteria isolated from sediment at Buyat estuary using conventional bacterial identification methods, including morpho-logical, physiological, and biochemical tests.
Nine bacterial isolates were treated with arsenic stress at 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, and 1000 ppm.
The results showed several bacteria that could grow even in conditions containing as much as 1000 ppm of arsenic, namely Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, and Escherichia.
Conclusion: In the sediment of Buyat estuary we found seven genera of bacteria, as follows: Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia and Escherichia.
Keywords: Arsenic-resistant bacteria, Buyat River, sediment, As2O3Abstrak: Arsen ialah salah satu jenis unsur yang bersifat toksik bagi tubuh dan merupakan salah satu hasil limbah pertambangan.
Buyat merupakan salah satu lokasi pertambangan (terutama tambang emas) yang membuang limbah pertambangannya berupa tailings ke laut.
Limbah tersebut dialirkan melalui Sungai Buyat.
Pertambangan yang resmi harus melakukan proses degradasi arsen dari yang sangat toksik menjadi kurang toksik terlebih dahulu sebelum membuang limbah ke laut, namun proses ini sering diabaikan oleh pertambangan rakyat karena memakan biaya produksi yang cukup besar.
Limbah yang mengandung arsen toksik lama-kelamaan terakumulasi menjadi sedimen di laut, sehingga bakteri di lingkungan tersebut mulai mengembangkan mekanisme resistensi terhadap arsen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri resisten arsen yang diisolasi dari sedimen di muara Sungai Buyat menggunakan metode identifikasi bakteri konvensional.
Terdapat 9 isolat bakteri yang diberi perlakuan stres arsen pada 5 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm.
Hasil penelitian mendapatkan beberapa jenis bakteri yang dapat bertumbuh bahkan pada kondisi mengandung arsen sebanyak 1000 ppm, yaitu genus Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia.
Simpulan: Pada sedimen tanah di muara Sungai Buyat diidentifikasi tujuh genus bakteri, yaitu Klebsiella, Staphylococcus, Aeromonas, Clostridium, Bacillus, Hafnia, dan Escherichia.
Kata kunci: bakteri resisten arsen, Sungai Buyat, sedimen, As2O3.

Related Results

Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Analisa sedimen transport pada model saluran terbuka (studi laboratorium)
Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Sedimen umumnya mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genanga...
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Sungai Opak merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpotensi tercemar akibat aktivitas pembuangan limbah kegiatan pertanian dan industri pen...
ANALISIS KELIMPAHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila DI PERAIRAN RAWA PENING DESA KEBONDOWO, SEMARANG
ANALISIS KELIMPAHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila DI PERAIRAN RAWA PENING DESA KEBONDOWO, SEMARANG
Rawa Pening merupakan salah satu ekosistem danau yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Desa Kebondowo merupakan perairan Rawa Pening yang berpotensi tercemar limbah org...
HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
HUBUNGAN KECEPATAN, KELINCAHAN, DAN KELENTUKKAN DENGAN MENGGIRING BOLA SISWA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 MUARA BADAK KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; A(1) Apakah ada hubungan kecepatan dengan kemampuan menggiring bola pada siswa ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Muara Badak Filial "Tanah Dat...
PENAPISAN AKTIVITAS AMILOLITIK DAN ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SEDIMEN PERAIRAN PULAU LEMUKUTAN
PENAPISAN AKTIVITAS AMILOLITIK DAN ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SEDIMEN PERAIRAN PULAU LEMUKUTAN
Resistansi bakteri saat ini menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan. Hal ini dikarena meningkatnya Multiple Drug Resistance (MDR) oleh bakteri patogen. Oleh karena itu, perlu d...
Pemanfaatan Material Lokal Sedimen Bendungan Batang Ilunng dalam Pembuatan Paving Block
Pemanfaatan Material Lokal Sedimen Bendungan Batang Ilunng dalam Pembuatan Paving Block
Masalah endapan sedimen menjadi permasalahan pada setiap bendungan. Material sedimen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block. Penelitian ini merupakan penelitian ek...
SEKUENSI SIFAT MORFOLOGI PADA FISIOGRAFI ALUVIAL BANTARAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI
SEKUENSI SIFAT MORFOLOGI PADA FISIOGRAFI ALUVIAL BANTARAN SUNGAI BATANG HARI JAMBI
Sungai Batang hari merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi. Sungai ini dimanfaatkan untuk areal pertanian muda. Fluktuasi banjir yang terjadi dari waktu ke waktu di sungai ba...
EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM PADA LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI DI JEPARA PADA MONSUN TIMUR
EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM PADA LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI DI JEPARA PADA MONSUN TIMUR
Limbah domestik merupakan salah satu sumber utama pencemaran di perairan pantai pada negara yang sedang berkembang, namun kurang mendapatkan perhatian serius dibandingkan dengan pe...

Back to Top