Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Pemberdayaan Umkm Berbasis Sentra Wisata Kuliner Di Surabaya

View through CrossRef
Kuliner merupakan salah satu elemen penting yang memberi pengalaman wisatawan secara utuh terhadap budaya tuan rumah pada sebuah destinasi. Kuliner mampu menceritakan budaya yang dimiliki oleh masyarakat pada suatu daerah wisata sehingga memperkaya pengalaman perjalanan yang didapatkan oleh wisatawan. Tujuan dari didirikannya Sentra Wisata Kuliner (SWK) yaitu untuk meningkatkan perekonomian warga sekaligus pariwisata kota dengan memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia, produksi, serta keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk  melihat efektivitas pemberdayaan UMKM berbasis Sentra Wisata Kuliner di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta metode survey. Wawancara dilakukan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, beberapa UMKM SWK, dan Pelaku Wisata Kuliner/ Pengunjung di Surabaya. Hasil dari penelitian ini adalah Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya saat ini ada 49 dengan jumlah 1.116 UMKM dan dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Surabaya. 4 diantaranya sudah menerapkan sistem pembayaran single cashier dan pembayaran digital. Untuk kebijakan pemberdayaan UMKM di SWK yang diberikan oleh Pemerintah belum dapat dikatakan efektif karena terkendala oleh pandemi. Beberapa UMKM di SWK memerlukan motivasi dan beberapa sarana yang dapat menarik pengunjung untuk datang ke SWK. Untuk strategi pemberdayaan UMKM kedepannya diperlukan beberapa kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat memberikan nilai tambah dari SWK sebagai upaya menarik minat pengunjung.
Title: Strategi Pemberdayaan Umkm Berbasis Sentra Wisata Kuliner Di Surabaya
Description:
Kuliner merupakan salah satu elemen penting yang memberi pengalaman wisatawan secara utuh terhadap budaya tuan rumah pada sebuah destinasi.
Kuliner mampu menceritakan budaya yang dimiliki oleh masyarakat pada suatu daerah wisata sehingga memperkaya pengalaman perjalanan yang didapatkan oleh wisatawan.
Tujuan dari didirikannya Sentra Wisata Kuliner (SWK) yaitu untuk meningkatkan perekonomian warga sekaligus pariwisata kota dengan memperhatikan pengelolaan sumber daya manusia, produksi, serta keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk  melihat efektivitas pemberdayaan UMKM berbasis Sentra Wisata Kuliner di Surabaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta metode survey.
Wawancara dilakukan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, beberapa UMKM SWK, dan Pelaku Wisata Kuliner/ Pengunjung di Surabaya.
Hasil dari penelitian ini adalah Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya saat ini ada 49 dengan jumlah 1.
116 UMKM dan dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Surabaya.
4 diantaranya sudah menerapkan sistem pembayaran single cashier dan pembayaran digital.
Untuk kebijakan pemberdayaan UMKM di SWK yang diberikan oleh Pemerintah belum dapat dikatakan efektif karena terkendala oleh pandemi.
Beberapa UMKM di SWK memerlukan motivasi dan beberapa sarana yang dapat menarik pengunjung untuk datang ke SWK.
Untuk strategi pemberdayaan UMKM kedepannya diperlukan beberapa kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat memberikan nilai tambah dari SWK sebagai upaya menarik minat pengunjung.

Related Results

Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
PUSAT WISATA KULINER dan UMKM TANJUNG KRAMAT di KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
PUSAT WISATA KULINER dan UMKM TANJUNG KRAMAT di KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
Kota Gorontalo merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan yang cukup dalam bidang wisata dan kuliner yang di dukung dengan hasil laut yang melimpah sehingga membuat wisat...
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA
Era revolusi industri 4.0 telah memaksa dunia bergerak kedalam trend digital dan internet di berbagai lini kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah direspons secara positif oleh peme...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Implementasi Penempatan Sentra Wisuta Kuliner Menggunakan Multidimensional Scalling : Studi Kasus di Kota Madya Surabaya
Implementasi Penempatan Sentra Wisuta Kuliner Menggunakan Multidimensional Scalling : Studi Kasus di Kota Madya Surabaya
Penempatan sentra wisata kuliner yang optimal sangat penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk ...

Back to Top