Javascript must be enabled to continue!
Sistem Rekomendasi Wisata Magelang Menggunakan Metode Collaborative Filtering
View through CrossRef
Pariwisata telah menjadi kegiatan yang populer dan digemari oleh banyak orang, termasuk di Indonesia yang memiliki berbagai destinasi terkenal. Magelang, salah satu daerah di Indonesia, memiliki potensi pariwisata yang besar dengan ragam objek wisata, mulai dari sejarah hingga alam. Penelitian ini membahas tentang pengembangan sistem rekomendasi tempat wisata di Magelang menggunakan metode collaborative filtering. Data yang digunakan berasal dari kaggle.com, mencakup informasi rating dan profil pengguna. Analisis umur menunjukkan partisipasi tinggi dari kelompok usia 21-30 tahun, yang merupakan segmen aktif dalam wisata. Mayoritas pengguna berasal dari Pulau Jawa, menambah dimensi kebudayaan dalam penelitian. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan collaborative filtering untuk menghasilkan rekomendasi tempat wisata berdasarkan preferensi pengguna. Pengujian dilakukan pada User_Id 1, yang menghasilkan rekomendasi beragam dengan prediksi skor sekitar 3,81 untuk tiga tempat utama. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem rekomendasi dapat membantu pengguna menemukan destinasi yang sesuai dengan preferensi mereka. Kesimpulan penelitian ini menggarisbawahi potensi sistem rekomendasi untuk meningkatkan pengalaman wisata dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Magelang.
Title: Sistem Rekomendasi Wisata Magelang Menggunakan Metode Collaborative Filtering
Description:
Pariwisata telah menjadi kegiatan yang populer dan digemari oleh banyak orang, termasuk di Indonesia yang memiliki berbagai destinasi terkenal.
Magelang, salah satu daerah di Indonesia, memiliki potensi pariwisata yang besar dengan ragam objek wisata, mulai dari sejarah hingga alam.
Penelitian ini membahas tentang pengembangan sistem rekomendasi tempat wisata di Magelang menggunakan metode collaborative filtering.
Data yang digunakan berasal dari kaggle.
com, mencakup informasi rating dan profil pengguna.
Analisis umur menunjukkan partisipasi tinggi dari kelompok usia 21-30 tahun, yang merupakan segmen aktif dalam wisata.
Mayoritas pengguna berasal dari Pulau Jawa, menambah dimensi kebudayaan dalam penelitian.
Metode penelitian ini melibatkan penggunaan collaborative filtering untuk menghasilkan rekomendasi tempat wisata berdasarkan preferensi pengguna.
Pengujian dilakukan pada User_Id 1, yang menghasilkan rekomendasi beragam dengan prediksi skor sekitar 3,81 untuk tiga tempat utama.
Hasil ini menunjukkan bahwa sistem rekomendasi dapat membantu pengguna menemukan destinasi yang sesuai dengan preferensi mereka.
Kesimpulan penelitian ini menggarisbawahi potensi sistem rekomendasi untuk meningkatkan pengalaman wisata dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Magelang.
Related Results
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata ada...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...

