Javascript must be enabled to continue!
IDENTIFIKASI ZONA LONGSOR SECARA GEOLOGI DAN GEOFISIKA
View through CrossRef
Pada 22 Januari 2018 telah terjadi tanah longsor di Dusun Karangkulon, Desa Kalirejo, Salaman, Magelang. Bencana tanah longsor tersebut menyebabkan terputusnya ruas jalan dan menimpa rumah penduduk. Perlu dilakukan penelitian mengenai kedalaman bidang gelincir longsor untuk tindakan penanganannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey geologi dan pengukuran geolistrik metode resistivitas. Lintasan Pengambilan data dengan metode geolistrik resistivitas sebanyak 2 lintasan dengan arah penelitian dari tenggara ke barat laut dan satu lintasan lagi arah timur laut barat daya, dengan panjang lintasan 60 m. Kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Progress 3.0 untuk mengetahui nilai resistivitas batuan sebenarnya, jenis litologi serta kedalaman bidang gelincir. Berdasarkan analisis litologi daerah penelitian dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas menunjukkan tiga lapisan tanah yaitu soil/lempung (lapisan paling atas), lempung pasiran (lapisan tengah) dan bataulanau pasiran (lapisan paling bawah). Bidang gelincir longsoran berada dibatas antara lapisan lempung pasiran dan batulanau pasiran pada kedalaman 10,5m.
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: IDENTIFIKASI ZONA LONGSOR SECARA GEOLOGI DAN GEOFISIKA
Description:
Pada 22 Januari 2018 telah terjadi tanah longsor di Dusun Karangkulon, Desa Kalirejo, Salaman, Magelang.
Bencana tanah longsor tersebut menyebabkan terputusnya ruas jalan dan menimpa rumah penduduk.
Perlu dilakukan penelitian mengenai kedalaman bidang gelincir longsor untuk tindakan penanganannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey geologi dan pengukuran geolistrik metode resistivitas.
Lintasan Pengambilan data dengan metode geolistrik resistivitas sebanyak 2 lintasan dengan arah penelitian dari tenggara ke barat laut dan satu lintasan lagi arah timur laut barat daya, dengan panjang lintasan 60 m.
Kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Progress 3.
0 untuk mengetahui nilai resistivitas batuan sebenarnya, jenis litologi serta kedalaman bidang gelincir.
Berdasarkan analisis litologi daerah penelitian dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas menunjukkan tiga lapisan tanah yaitu soil/lempung (lapisan paling atas), lempung pasiran (lapisan tengah) dan bataulanau pasiran (lapisan paling bawah).
Bidang gelincir longsoran berada dibatas antara lapisan lempung pasiran dan batulanau pasiran pada kedalaman 10,5m.
Related Results
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA KAWASAN RAWAN BENCANA KABUPATEN LAMPUNG BARAT
Kabupaten Lampung Barat merupakan kabupaten yang terletak pada geografis ketinggian 50 sampai >1.000 km². Penggunaan lahan permukiman pada kondisi geografis Kabupaten Lampung Ba...
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Tingginya kejadian longsor di Kabupaten Sukabumi menjadi penyebab diperlukannya data dan informasi kawasan yang memiliki potensi longsor. Identifikasi potensi longsor dapat dilakuk...
Kajian Geoteknik Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Geofisika
Kajian Geoteknik Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Geofisika
Geofisika merupakan studi yang mengkaji kondisi bawah permukaan Bumi berdasarkan parameter fisiknya. Komponen penyusun Bumi masing-masing memiliki ciri fisik yang unik misalnya: ke...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN FAKTOR PENGARUH PADA BENCANA LONGSOR LAHAN DI KECAMATAN DAU
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN FAKTOR PENGARUH PADA BENCANA LONGSOR LAHAN DI KECAMATAN DAU
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui identifikasi karakteristik bencana longsor lahan dan identifikasi faktor pengaruh bencana longsor lahan di kecamatan Dau. Me...
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 memiliki 22 (duapuluh dua) Kecamatan yang di tetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor salah satunya Kecamatan Sukamakmur. T...
PEMETAAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA SEBUAH KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR)
PEMETAAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA SEBUAH KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN BOGOR TENGAH, KOTA BOGOR)
Kawasan strategis Kota Bogor sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah. Kota Bogor juga dilewati oleh dua DAS besar yakni Cisadane dan Ciliwung yang dipadati oleh pe...
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi. Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada skala pemetaan ...

