Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU

View through CrossRef
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.BTS) memiliki luas 50.273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan daerah berpotensi terjadinya erosi. Erosi di TN.BTS semakin meningkat akibat kondisi geomorfologi, topografi dan biofisik yang kurang menguntungkan, antara lain bentuk lahan di dominasi daerah perberbukitan dan pegunungan serta kondisi lereng yang sangat miring (15-25%) sampai sangat curam (45-65%).  TN.BTS yang terletak di ketinggian 750 m dpl - 3.676 m dpl (dari permukaan laut) erosi berlangsung terus menerus dan  berdampak pada degradasi lahan atau tingkat produktivitas lahan yang menurun.  Menurunnya tingkat produktivitas lahan berdampak juga pada menurunnya kualitas ekosistem hutan karena terganggunya kehidupan flora dan fauna.  Tujuan penelitian ini untuk menghitung tingkat erosi kualitatif system dengan citra satelit digital.  Metode penelitian ini menggunakan citra landsat Landsat TM7+ tahun 2001, citra Alos tahun 2008 dan citra radar SRTM (<a title="Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) | The Long Term Archive" href="https://lta.cr.usgs.gov/SRTM"><em>Shuttle Radar Topography Mission</em>), serta Peta Lokasi TN.BTS. </a> Perhitungan faktor erosi antara lain dengan pembuatan peta Geomorfologi, Kemiringan Lereng, Arah Lereng, dan peta Tekstur Tanah.  Dari keempat parameter erosi tersebut selanjutnya dijumlahkan dan dihitung rata-rata erosi total sehingga didapatkan erosi yang terjadi di TN.BTS didominasi erosi tingkat sedang seluas 43.694 ha (86,9%) dan terendah erosi ringan seluas 2.070 ha (4,1%).</p><p><strong>Kata kunci</strong>: <em>analisis raster, Bromo Tengger, Taman Nasional, tingkat erosi</em></p>
Geospatial Information Agency of The Republic of Indonesia
Title: PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
Description:
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.
BTS) memiliki luas 50.
273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan daerah berpotensi terjadinya erosi.
Erosi di TN.
BTS semakin meningkat akibat kondisi geomorfologi, topografi dan biofisik yang kurang menguntungkan, antara lain bentuk lahan di dominasi daerah perberbukitan dan pegunungan serta kondisi lereng yang sangat miring (15-25%) sampai sangat curam (45-65%).
  TN.
BTS yang terletak di ketinggian 750 m dpl - 3.
676 m dpl (dari permukaan laut) erosi berlangsung terus menerus dan  berdampak pada degradasi lahan atau tingkat produktivitas lahan yang menurun.
  Menurunnya tingkat produktivitas lahan berdampak juga pada menurunnya kualitas ekosistem hutan karena terganggunya kehidupan flora dan fauna.
  Tujuan penelitian ini untuk menghitung tingkat erosi kualitatif system dengan citra satelit digital.
  Metode penelitian ini menggunakan citra landsat Landsat TM7+ tahun 2001, citra Alos tahun 2008 dan citra radar SRTM (<a title="Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) | The Long Term Archive" href="https://lta.
cr.
usgs.
gov/SRTM"><em>Shuttle Radar Topography Mission</em>), serta Peta Lokasi TN.
BTS.
 </a> Perhitungan faktor erosi antara lain dengan pembuatan peta Geomorfologi, Kemiringan Lereng, Arah Lereng, dan peta Tekstur Tanah.
  Dari keempat parameter erosi tersebut selanjutnya dijumlahkan dan dihitung rata-rata erosi total sehingga didapatkan erosi yang terjadi di TN.
BTS didominasi erosi tingkat sedang seluas 43.
694 ha (86,9%) dan terendah erosi ringan seluas 2.
070 ha (4,1%).
</p><p><strong>Kata kunci</strong>: <em>analisis raster, Bromo Tengger, Taman Nasional, tingkat erosi</em></p>.

Related Results

Pengembangan kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru
Pengembangan kawasan agropolitan Bromo Tengger Semeru
Kesadaran dan komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan saja makin meningkat, tetapi juga makin sistematis dan implementatif. ...
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini mengkaji mengenai pengawasan taman nasional tesso nilo oleh balai taman nasional tesso nilo kecamatan ukui kabupaten pelalawan, dengan rumusan masalah tentang bagaim...
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
Berkurangnya luasan kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian dan pemukiman di bagian Hulu DAS menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya alam dan menurunkan fungsi-fungsi hidr...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...
Geosite Evaluation to Support Learning and Conservation
Geosite Evaluation to Support Learning and Conservation
Freedom of learning can introduce more contextual factors, including environmental factors, into Indonesia’s education system. Bromo Tengger Semeru National Park has a natural uniq...
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Erosi tanah di DAS Sungai Maros Takalar mengancam lingkungan dan kehidupan. Pencegahan perlu dilakukan melalui penanaman vegetasi riparian yang kuat. Meskipun bantaran sungai penti...
Prediksi Potensi Erosi Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari
Prediksi Potensi Erosi Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk mevaluasi potensi erosi di Kawasan Taman Hutan Raya Murhum Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah USLE dan menentukan arahan penggunaan lahan pad...
TIME-SERIES SAR INTERFEROMETRY ANALYSIS OF SURFACE DEFORMATION AT MT. BROMO INDONESIA
TIME-SERIES SAR INTERFEROMETRY ANALYSIS OF SURFACE DEFORMATION AT MT. BROMO INDONESIA
One of the most active volcanoes in Indonesia is Mt. Bromo, volcanic activities at Mt. Bromo has been recorded in 1775. We observe the surface deformation of the Mt. Bromo which lo...

Back to Top