Javascript must be enabled to continue!
Induksi Mutasi Fisik dengan Iradiasi Sinar Gamma pada Kunyit (Curcuma domestica Val.)
View through CrossRef
ABSTRACTTurmeric is a spice plant and potential as a major ingredient of functional food. Turmeric contains curcumin, an active compound which gives the yellow color from its rhizomes that provides health benefits. Curcumin is an antioxidant and acts as an anti-cholesterol as well as a medicine for tumors, cancer, hypertension, hyperglycemia, and rheumatic heart disease. Limited supply of simplicialevel of curcumin based on market standards and the low genetic variability of turmeric as a source for conventional breeding makes this research valuable to be conducted. The purposes of this study were to obtain LD50 dose and turmeric crop yield variability due to the changes in physical mutation induced by gamma-ray irradiation. An acute single iradiation was given to using the universal panoramic irradiator with 11 different dose rates, The plants then were cultivated in vivo. The growth observation on turmeric was observed on vegetative traits qualitatively and quantitatively. In this study, the LD50 dose of turmeric was 47.26 Gy. The plant’s vegetative growth tends to decelerate with the increase of irradiation doses. The high variabillity growth for leaf number occured on 50 Gy of dose. Morphological changes occured in the form of pseudo-stem shape due to irradiation doses of 50 and 60 Gy. Most leaf surface discoloration and leaf deformation occured at 50 and 70 Gy, and stunted growth occured at 60 and 70 Gy.Keywords: curcumin, iradiation, LD50, turmeric ABSTRAKKunyit merupakan tanaman rempah yang potensial sebagai bahan utama pangan fungsional. Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif utama yaitu kurkumin yang memberikan warna kuning pada rimpang juga memberikan manfaat untuk kesehatan. Kurkumin bersifat antioksidan dan berperan sebagai antikolesterol, obat tumor, kanker, obat hipertensi, hiperglikemia, penyakit hati serta rematik. Keterbatasan penyediaan simplisia yang mempunyai kandungan kurkumin sesuai standar pasar serta rendahnya keragaman genetik kunyit sebagai bahan seleksi pemuliaan konvensional menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis LD50 serta menghasilkan perubahan keragaan tanaman kunyit akibat induksi mutasi fisik melalui iradiasi sinar gamma. Iradiasi dilakukan secara tunggal (acute irradiation) menggunakan Iradiator Panorama Serba Guna (IRPASENA) dengan 11 taraf dosis yang berbeda dan tanaman yang telah diradiasi dibudidayakan secara in vivo. Pengamatan pertumbuhan tanaman kunyit dilakukan pada karakter vegetatif secara kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini, didapatkan LD50 kunyit yaitu pada dosis 47.26 Gy. Pertumbuhan vegetatif tanaman cenderung mengalami perlambatan dengan semakin meningkatnya dosis iradiasi. Keragaman tertinggi pertumbuhan jumlah daun terdapat pada aplikasi dosis 50 Gy. Perubahan morfologi berupa bentuk pangkal batang semu terjadi pada tanaman akibat iradiasi dosis 50 dan 60 Gy, perubahan warna sebagian permukaan daun dan terjadi pada 50 dan 70 Gy, perubahan bentuk daun terjadi pada 50 dan 70 Gy, serta pertumbuhan tanaman yang kerdil terjadi pada tanaman 60 dan 70 Gy.Kata kunci: iradiasi, kunyit, kurkumin, LD50
Institut Pertanian Bogor
Title: Induksi Mutasi Fisik dengan Iradiasi Sinar Gamma pada Kunyit (Curcuma domestica Val.)
Description:
ABSTRACTTurmeric is a spice plant and potential as a major ingredient of functional food.
Turmeric contains curcumin, an active compound which gives the yellow color from its rhizomes that provides health benefits.
Curcumin is an antioxidant and acts as an anti-cholesterol as well as a medicine for tumors, cancer, hypertension, hyperglycemia, and rheumatic heart disease.
Limited supply of simplicialevel of curcumin based on market standards and the low genetic variability of turmeric as a source for conventional breeding makes this research valuable to be conducted.
The purposes of this study were to obtain LD50 dose and turmeric crop yield variability due to the changes in physical mutation induced by gamma-ray irradiation.
An acute single iradiation was given to using the universal panoramic irradiator with 11 different dose rates, The plants then were cultivated in vivo.
The growth observation on turmeric was observed on vegetative traits qualitatively and quantitatively.
In this study, the LD50 dose of turmeric was 47.
26 Gy.
The plant’s vegetative growth tends to decelerate with the increase of irradiation doses.
The high variabillity growth for leaf number occured on 50 Gy of dose.
Morphological changes occured in the form of pseudo-stem shape due to irradiation doses of 50 and 60 Gy.
Most leaf surface discoloration and leaf deformation occured at 50 and 70 Gy, and stunted growth occured at 60 and 70 Gy.
Keywords: curcumin, iradiation, LD50, turmeric ABSTRAKKunyit merupakan tanaman rempah yang potensial sebagai bahan utama pangan fungsional.
Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif utama yaitu kurkumin yang memberikan warna kuning pada rimpang juga memberikan manfaat untuk kesehatan.
Kurkumin bersifat antioksidan dan berperan sebagai antikolesterol, obat tumor, kanker, obat hipertensi, hiperglikemia, penyakit hati serta rematik.
Keterbatasan penyediaan simplisia yang mempunyai kandungan kurkumin sesuai standar pasar serta rendahnya keragaman genetik kunyit sebagai bahan seleksi pemuliaan konvensional menjadikan penelitian ini penting untuk dilakukan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis LD50 serta menghasilkan perubahan keragaan tanaman kunyit akibat induksi mutasi fisik melalui iradiasi sinar gamma.
Iradiasi dilakukan secara tunggal (acute irradiation) menggunakan Iradiator Panorama Serba Guna (IRPASENA) dengan 11 taraf dosis yang berbeda dan tanaman yang telah diradiasi dibudidayakan secara in vivo.
Pengamatan pertumbuhan tanaman kunyit dilakukan pada karakter vegetatif secara kuantitatif dan kualitatif.
Pada penelitian ini, didapatkan LD50 kunyit yaitu pada dosis 47.
26 Gy.
Pertumbuhan vegetatif tanaman cenderung mengalami perlambatan dengan semakin meningkatnya dosis iradiasi.
Keragaman tertinggi pertumbuhan jumlah daun terdapat pada aplikasi dosis 50 Gy.
Perubahan morfologi berupa bentuk pangkal batang semu terjadi pada tanaman akibat iradiasi dosis 50 dan 60 Gy, perubahan warna sebagian permukaan daun dan terjadi pada 50 dan 70 Gy, perubahan bentuk daun terjadi pada 50 dan 70 Gy, serta pertumbuhan tanaman yang kerdil terjadi pada tanaman 60 dan 70 Gy.
Kata kunci: iradiasi, kunyit, kurkumin, LD50.
Related Results
Pengaruh Mutasi Fisik Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaman Genetik dan Penampilan Coleus blumei
Pengaruh Mutasi Fisik Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaman Genetik dan Penampilan Coleus blumei
ABSTRACTMutation breeding such as gamma ray irradiation is one of strategy to increase genetic variability. The aim of this research was to indentify genetic variability, performan...
Kajian pengaruh iradiasi gamma cobalt-60 terhadap tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum)
Kajian pengaruh iradiasi gamma cobalt-60 terhadap tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum)
Javanese cardamom plants are mostly propagated vegetatively using its rhizome. Therefore, the genetic variability is quite low so that the variability needs to be enhanced, one of ...
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI
INTERAKSI BAHAN BAKAR U3Si2-Al DENGAN KELONGSONG AlMg2 PADA ELEMEN BAKAR SILISIDA TMU 2,96 gU/cm3 PASCA IRADIASI. Telah dilakukan analisis interaksi bahan bakar U3Si2-Al dengan kel...
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Mutasi Gen KRAS Ekson 2 Kodon 12 dan 13 Pada Pasien Kanker Kolorektal di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Tahun 2018-2019
Background: Colorectal cancer is commonly found to be regulated by the KRAS gene mutation. Studies reporting the occurrence of mutations in the KRAS gene in Indonesia are still lim...
Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro
Efek Sinergis Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Ampisilin terhadap Escherichia coli secara in vitro
Escherichia coli (E.coli) pada kondisi tertentu dapat diobati dengan ampisilin. Namun ampisilin saat ini mulai ditinggalkan karena tingginya kasus E.coli yang resisten ampisilin. S...
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
<p>Νίκος Οικονομίδης</...
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">ΠΗΛΙΝΑ ΙΓ&Delta...
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS. Pengaplikasian radio-grafi sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan pada bahan metal las. Radiografi ini menggun...

