Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PERBEDAAN SHELTER TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)

View through CrossRef
Lobster air tawar (Cerax quadricarinatus) merupakan salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia serta negara-negara lain seperti Australia, Amerika dan Inggris.Harga jual yang cukup tinggi dari lobster air tawar sendiri masih belum sebanding dengan lamanya pemeliharaan yang memerlukan waktu 6 – 12 bulan untuk lobster ukuran 50 – 150 gram/ekor, dan tingkat mortalitas yang tinggi mencapai 30 %.. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelangsungan hidup danpertumbuhan pada lobster air tawar melalui perlakuan shelter yang berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perkaluan dan 3 ulangan. Pada perlakuan 1 dengan shelter pipa paralon, perlakuan 2 dengan shelter daun kelapa, perlakuan 3 dengan shelter batu roster dan perlakuan 4 denganshelter rumput sintetis.Hasil dari perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap Kelangsungan hidup, persentase moulting, pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak. Terdapat 3 perlakuan dengan nilai persentase 100% yaitu pada perlakuan S1, S2, S3 dan terendah pada perlakuan S4 dengan nilai 95,83%, pada persentase moulting tertinggi terdapat di perlakuan S1 yaitu 0,38% dan terendah pada perlakuan S3 yaitu 0,17%. Pertumbuhan bobot mutlak yang paling tertinggi terdapat pada perlakuan S1 yaitu 3,11 gr dan pertumbuhan bobot mutlak terendah pada perlakuan S3 yaitu 1,19 gr. Pertumbuhan panjang mutlak menunjukan hasil yang tertinggi didapat pada S1 yaitu 0,14 cm sedangkan pertumbuhan panjang mutlak terendah terdapat pada S3 yaitu 0,06 cm.
Title: PENGARUH PERBEDAAN SHELTER TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)
Description:
Lobster air tawar (Cerax quadricarinatus) merupakan salah satu jenis udang yang banyak dibudidayakan di Indonesia serta negara-negara lain seperti Australia, Amerika dan Inggris.
Harga jual yang cukup tinggi dari lobster air tawar sendiri masih belum sebanding dengan lamanya pemeliharaan yang memerlukan waktu 6 – 12 bulan untuk lobster ukuran 50 – 150 gram/ekor, dan tingkat mortalitas yang tinggi mencapai 30 %.
Tujuan penelitian untuk mengetahui kelangsungan hidup danpertumbuhan pada lobster air tawar melalui perlakuan shelter yang berbeda.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perkaluan dan 3 ulangan.
Pada perlakuan 1 dengan shelter pipa paralon, perlakuan 2 dengan shelter daun kelapa, perlakuan 3 dengan shelter batu roster dan perlakuan 4 denganshelter rumput sintetis.
Hasil dari perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap Kelangsungan hidup, persentase moulting, pertumbuhan bobot mutlak dan pertumbuhan panjang mutlak.
Terdapat 3 perlakuan dengan nilai persentase 100% yaitu pada perlakuan S1, S2, S3 dan terendah pada perlakuan S4 dengan nilai 95,83%, pada persentase moulting tertinggi terdapat di perlakuan S1 yaitu 0,38% dan terendah pada perlakuan S3 yaitu 0,17%.
Pertumbuhan bobot mutlak yang paling tertinggi terdapat pada perlakuan S1 yaitu 3,11 gr dan pertumbuhan bobot mutlak terendah pada perlakuan S3 yaitu 1,19 gr.
Pertumbuhan panjang mutlak menunjukan hasil yang tertinggi didapat pada S1 yaitu 0,14 cm sedangkan pertumbuhan panjang mutlak terendah terdapat pada S3 yaitu 0,06 cm.

Related Results

Sistem Pengendalian Suhu dan pH Air pada Budidaya Lobster Air Tawar Berbasis IoT
Sistem Pengendalian Suhu dan pH Air pada Budidaya Lobster Air Tawar Berbasis IoT
Sistem pengendalian suhu dan pH air berbasis IoT untuk budidaya lobster air tawar dikembangkan guna memastikan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan kelangsungan hid...
Pengaruh warna wadah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan badut (Amphiprion ocellaris)
Pengaruh warna wadah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan badut (Amphiprion ocellaris)
AbstrakIkan badut merupakan ikan hias air laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 di Laboratorium Hatchery Pembenihan Progr...
Australian red-claw crayfish (Cherax quadricarinatus Von Martens, 1868). Thematic bibliography
Australian red-claw crayfish (Cherax quadricarinatus Von Martens, 1868). Thematic bibliography
Purpose. To compile scientific sources on the biology, ecology, reproduction and rearing of the Australian red-claw crayfish Cherax quadricarinatus, to identify the main areas of r...
Immunology, disease and pathology of the Australian red-claw crayfish (Cherax quadricarinatus Von Martens, 1868). Thematic bibliography
Immunology, disease and pathology of the Australian red-claw crayfish (Cherax quadricarinatus Von Martens, 1868). Thematic bibliography
Purpose. Systematisation and synthesis of scientific sources on immunological features, pathologies and diseases of the Australian red-claw crayfish Cherax quadricarinatus. Method...
Growing and feeding of the Australian red-clawn crayfish (Cherax quadricarinatus von Martens, 1868). Thematic bibliography
Growing and feeding of the Australian red-clawn crayfish (Cherax quadricarinatus von Martens, 1868). Thematic bibliography
Purpose. Generalization and systematization of scientific sources devoted to the growing and feeding of the Australian red-clawed crayfish (Cherax quadricarinatus von Martens, 1868...
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L)
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L)
Pertumbuhan yang relatif lama menjadi salah satu kendala dalam komoditas perdagangan khususnya ikan koi. Kebutuhan pakan yang sangat tinggi sangat menjadi masalah bagi para pembudi...

Back to Top