Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rancang Bangun Mesin Spinning Flame Hardening Semi Otomatis

View through CrossRef
<p><em>Pengerasan permukaan dengan api adalah proses perlakuan panas dengan menggunakan nyala api langsung yang dihasilkan dari gas oxy-acetylen dimana permukaan dari bagian baja dipanaskan dengan cepat ke suhu di atas titik kritis baja. Setelah struktur butir permukaan telah menjadi austenit (austenitized), bagian tersebut dinginkan dengan cepat, perubahan austenit menjadi martensit sementara meninggalkan inti dari bagian dalam aslinya. Tujuan dalam perancangan mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis, pembuatan mesin dan pengujian hasil. Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan berbasis pada kebutuhan masyarakatdan pemilihan konsep menggunakan metode penilaian rangking, software gambar menggunakan Autocad dan gambar kerja menggunakan standar ISO. Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu poros penggerak menggunakan poros tetap dengan material AISI 4340 dan badan mesin yang tertutup. Dalam pengujiannya, untuk kecepatan 60rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 55,9 HRC dengan waktu proses pemanasan 3,74 menit, untuk kecepatan 90rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 33,33 HRC dengan waktu proses pemanasan 2,42 menit. Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1961 x 1418 x 1284 mm dengan massa mesin sebesar 150 kg dan diameter lubang minimal pada benda yaitu 18 mm.</em></p><p><em><strong>Kata Kunci</strong>: Pengerasan permukaan dengan api, roda gigi, kekerasan Rockwell C.</em></p>
Title: Rancang Bangun Mesin Spinning Flame Hardening Semi Otomatis
Description:
<p><em>Pengerasan permukaan dengan api adalah proses perlakuan panas dengan menggunakan nyala api langsung yang dihasilkan dari gas oxy-acetylen dimana permukaan dari bagian baja dipanaskan dengan cepat ke suhu di atas titik kritis baja.
Setelah struktur butir permukaan telah menjadi austenit (austenitized), bagian tersebut dinginkan dengan cepat, perubahan austenit menjadi martensit sementara meninggalkan inti dari bagian dalam aslinya.
Tujuan dalam perancangan mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis, pembuatan mesin dan pengujian hasil.
Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan berbasis pada kebutuhan masyarakatdan pemilihan konsep menggunakan metode penilaian rangking, software gambar menggunakan Autocad dan gambar kerja menggunakan standar ISO.
Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu poros penggerak menggunakan poros tetap dengan material AISI 4340 dan badan mesin yang tertutup.
Dalam pengujiannya, untuk kecepatan 60rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 55,9 HRC dengan waktu proses pemanasan 3,74 menit, untuk kecepatan 90rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 33,33 HRC dengan waktu proses pemanasan 2,42 menit.
Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1961 x 1418 x 1284 mm dengan massa mesin sebesar 150 kg dan diameter lubang minimal pada benda yaitu 18 mm.
</em></p><p><em><strong>Kata Kunci</strong>: Pengerasan permukaan dengan api, roda gigi, kekerasan Rockwell C.
</em></p>.

Related Results

Structure analysis of double comb about jet spinning machine based on CFD
Structure analysis of double comb about jet spinning machine based on CFD
PurposeAs a new type of spinning machine, the jet spinning machine absorbs the carding system of the rotating cup spinning series and the nozzle part of the jet spinning. This pape...
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
Penelitian tentang pengembangan mesin stirling saat ini sedang berkembang terkusus diakibatkan oleh karakteristik mesin stirling yang dapat mengunakan banyak jenis bahan bakar. Per...
PERANCANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA INSTALASI MESIN LISTRIK PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BONTANG
PERANCANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA INSTALASI MESIN LISTRIK PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BONTANG
Aktivitas pembelajaran dimasa pandemi covid-19 dilaksanakan secara daring/online.  Penggunaan media dua dimensi dinilai tidak cukup bersinergi dengan media realita khususnya mesin-...
PERANCANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA INSTALASI MESIN LISTRIK PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BONTANG
PERANCANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA INSTALASI MESIN LISTRIK PADA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BONTANG
Aktivitas pembelajaran dimasa pandemi covid-19 dilaksanakan secara daring/online. Penggunaan media dua dimensi dinilai tidak cukup bersinergi dengan media realita khususnya mesin-m...
Perencanaan Transmisi Mesin Minuman Panas Dingin Otomatis
Perencanaan Transmisi Mesin Minuman Panas Dingin Otomatis
Perencanaan transmisi mesin minuman panas dingin otomatis. institut teknologi nasional malang, fakultas teknologi industri, teknik mesin diploma tiga. dosen pembimbing : ir.achmad ...
Modifikasi Mesin Zahoransky Mekanis Menggunakan As Drat dan Servomotor
Modifikasi Mesin Zahoransky Mekanis Menggunakan As Drat dan Servomotor
Mesin zahoransky adalah suatu mesin yang salah satunya dapat digunakan untuk memproduksi sikat baja. Selama ini mesin zahoransky dioperasikan secara mekanik hasil produksi sebelum ...
RANCANG BANGUN MESIN FLUSHING OIL
RANCANG BANGUN MESIN FLUSHING OIL
<p><em>Mesin flushing oil adalah mesin yang dirancang untuk impurity pada sistem pelumasan oli tanpa harus menyaring oli dengan tangan. Mesin ini juga dapat menjaga kua...
Radiation Model of Horizontal Jet Flame Governed by Buoyancy and Momentum
Radiation Model of Horizontal Jet Flame Governed by Buoyancy and Momentum
AbstractBuoyancy causes a horizontal jet flame to bend upward when it loses sufficient initial momentum. Therefore, the variation in flame trajectory must be considered to accurate...

Back to Top