Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONSEP POLA HIDUP MASYARAKAT DALAM PETATAH PETITIH MINANGKABAU DENGAN PENDEKATAN INDIGENIUS (THE CONCEPTION OF COMMUNITY LIFE IN PETATAH PETITIH MINANGKABAU WITH INDIGENEOUS APPROACH)

View through CrossRef
Abstract The Conception of Community Life in Petatah Petitih Minangkabau with The Indigeneous Approach. This study aims to identify the Minangkabau conceptions values as depicted in the petatah petitih Minang (proverb). This research examines Minang Proverb with the Indigenous Psychology approach. Qualitative research methods, describing, interpreting the concept of values in the Minangkabau community which is illustrated by the Minang proverb. The data collection technique used is desk research and interview. Sources of literature study are from the Minangkabau Adat textbook obtained from the Rumah Gadang Minangkabau pavilion in Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta; the results of previous studies / research, and relevant information from online mass media. Online Interview was conducted with the Chief Advisor of the Bundo Kanduang Council Organization Advisor Solok City, West Sumatra. The results show that there are ten values or Minangkabau life concept which are contained in the Minang proverb which is inherent in the Minang identity, namely; hiduik baraka, baukue jo bajangko; baso basi –malu jo sopan; tenggang raso; loyal; fair; thrifty; watchful; braveness; wise diligent and humble. Key words: Minangkabau conceptions, Minang proverb, Indigenous psychology Abstrak Konsep Pola Hidup Masyarakat dalam Petatah Petitih Minangkabau dengan Pendekatan Indigenius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi nilai-nilai adat yang berkaitan dengan pola hidup masyarakat Minangkabau (Minang) yang tergambar dalam Petatah Petitih (pepatah) Minang. Penelitian ini mengkaji psikologi yang lekat pada budaya adat Minangkabau yang tertuang dalam Pepatah Minang dengan pendekatan Indigenous Psychology (Psikologi Indigenius). Metode penelitian kualitatif, yakni menggambarkan, menafsirkan konsepsi nilai-nilai adat pada masyarakat Minangkabau yang tergambar pepatah Minang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan (desk research) dan wawancara. Sumber studi kepustakaan adalah dari buku teks Adat Minangkabau yang diperolah dari anjungan Rumah Gadang Minangkabau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta; hasil kajian/penelitian sebelumnya, dan informasi yang relevan dari media massa daring. Wawancara dilakukan kepada Ketua Penasehat Organisasi Bundo Kanduang Kota Solok Sumatera Barat secara daring. Hasil menunjukan terdapat sepuluh nilai atau konsep pola hidup masyarakat Minang yang tertuang dalam pepatah minang yang melekat pada jati diri orang Minang yakni; hiduik baraka, baukue jo bajangko; baso basi-malu jo sopan; tenggang raso; setia; adil; hemat cermat; waspada; berani karena benar; arif bijaksana; rajin dan rendah hati. Kata-kata kunci: nilai budaya Minangkabau, pepatah Minang, psikologi indigenius
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: KONSEP POLA HIDUP MASYARAKAT DALAM PETATAH PETITIH MINANGKABAU DENGAN PENDEKATAN INDIGENIUS (THE CONCEPTION OF COMMUNITY LIFE IN PETATAH PETITIH MINANGKABAU WITH INDIGENEOUS APPROACH)
Description:
Abstract The Conception of Community Life in Petatah Petitih Minangkabau with The Indigeneous Approach.
This study aims to identify the Minangkabau conceptions values as depicted in the petatah petitih Minang (proverb).
This research examines Minang Proverb with the Indigenous Psychology approach.
Qualitative research methods, describing, interpreting the concept of values in the Minangkabau community which is illustrated by the Minang proverb.
The data collection technique used is desk research and interview.
Sources of literature study are from the Minangkabau Adat textbook obtained from the Rumah Gadang Minangkabau pavilion in Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta; the results of previous studies / research, and relevant information from online mass media.
Online Interview was conducted with the Chief Advisor of the Bundo Kanduang Council Organization Advisor Solok City, West Sumatra.
The results show that there are ten values or Minangkabau life concept which are contained in the Minang proverb which is inherent in the Minang identity, namely; hiduik baraka, baukue jo bajangko; baso basi –malu jo sopan; tenggang raso; loyal; fair; thrifty; watchful; braveness; wise diligent and humble.
Key words: Minangkabau conceptions, Minang proverb, Indigenous psychology Abstrak Konsep Pola Hidup Masyarakat dalam Petatah Petitih Minangkabau dengan Pendekatan Indigenius.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi nilai-nilai adat yang berkaitan dengan pola hidup masyarakat Minangkabau (Minang) yang tergambar dalam Petatah Petitih (pepatah) Minang.
Penelitian ini mengkaji psikologi yang lekat pada budaya adat Minangkabau yang tertuang dalam Pepatah Minang dengan pendekatan Indigenous Psychology (Psikologi Indigenius).
Metode penelitian kualitatif, yakni menggambarkan, menafsirkan konsepsi nilai-nilai adat pada masyarakat Minangkabau yang tergambar pepatah Minang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan (desk research) dan wawancara.
Sumber studi kepustakaan adalah dari buku teks Adat Minangkabau yang diperolah dari anjungan Rumah Gadang Minangkabau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta; hasil kajian/penelitian sebelumnya, dan informasi yang relevan dari media massa daring.
Wawancara dilakukan kepada Ketua Penasehat Organisasi Bundo Kanduang Kota Solok Sumatera Barat secara daring.
Hasil menunjukan terdapat sepuluh nilai atau konsep pola hidup masyarakat Minang yang tertuang dalam pepatah minang yang melekat pada jati diri orang Minang yakni; hiduik baraka, baukue jo bajangko; baso basi-malu jo sopan; tenggang raso; setia; adil; hemat cermat; waspada; berani karena benar; arif bijaksana; rajin dan rendah hati.
Kata-kata kunci: nilai budaya Minangkabau, pepatah Minang, psikologi indigenius.

Related Results

BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
The Effect of Knowledge, Psychological Factors, Technology and Culture in Adopting Islamic Banking
The Effect of Knowledge, Psychological Factors, Technology and Culture in Adopting Islamic Banking
This study was conducted to analyze the extent to which knowledge, psychological factors, technology, and culture influence the preferences of the Minangkabau community in conducti...
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kes...
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
Motivasi Lansia Tentang Penerapan Pola Hidup Sehat Di Posyandu Lansia Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri
Motivasi Lansia Tentang Penerapan Pola Hidup Sehat Di Posyandu Lansia Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri
Latar Belakang: Lanjut usia mengalami penurunan fisik yang menyebabkan lansia rentan terkena gangguan kesehatan. Namun demikian, masih banyak lansia yang tidak menjaga kesehatannya...
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
Analisis Kontrastif Struktur Kalimat Bahasa Arab dan Bahasa Bugis
 هذه الأطروحة تبحث عن تحليل التقابلى فى تركيب جمل اللغة العربية و اللغة البوغيسية ، خاصة في أنماط  و أنواع جمل اللغة العربية  و اللغة البوغيسية. هذه الأطروحة تهدف إلى: 1) وصف أنماط...

Back to Top